Sabtu, 16 Rajab 1442 H | 27 Februari 2021
Mantap, KKP Bangun Ekonomi Kelompok Pengelola Mangrove di Bengkalis Riau
Pembangunan ekonomi kelompok pengelola mangrove di Kabupaten Bengkalis Riau.

BENGKALIS - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membangun ekonomi kelompok pengelola mangrove di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Kelompok yang dibangun KKP adalah, Kelompok Belukap yang berada di Dusun Setia Kawan, Desa Teluk Pambang, Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. 

Pembangunan ekonomi kelompok tersebut, dilaksanakan KKP melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat penanganan pandemi COVID-19 dan penyelamatan ekonomi nasional. 

Dalam pembangunan ekonomi kelompok pengelola mangrove Belukap, KKP telah menyalurkan bantuan sarana dan prasarana penanaman mangrove tahun 2020 berupa, pengadaaan benih mangrove dan lembangunan nursery/pembibitan mangrove.

Terdapat 500.000 benih mangrove yang telah disalurkan KKP kepada kelompok Belukap beserta sarana prasarana nursery. Mulai dari fasilitasi pembersihan lahan, pembuatan bedengan, pemasangan paranet, penyediaan torn air, pompa, dan selang air untuk penampungan dan penyiraman, hingga pembangunan papan informasi, gapura serta gazebo. 

Ketua Kelompok Pengelola Mangrove Belukap, Samsul Bahri menerima langsung bantuan dari KKP. Ia menyatakan, bahwa bantuan yang telah diterimanya bersama anggota kelompok, sangat bermanfaat dan telah menjadi mata pencaharian alternatif yang dapat menambah penghasilan anggota kelompok, bahkan masyarakat di sekitarnya.

Menurutnya, pemberian bantuan melalui metode padat karya yang dilakukan KKP ini, mendorong keterlibatan kelompok dari awal kegiatan, mulai dari proses pembersihan lahan, proses pembibitan dan pembangunan sarana prasarananya. 

“Saya mengerahkan semua anggota kelompok bahkan ibu-ibu di sekitar sini untuk bekerja seperti memasukkan benih mangrove kedalam polybag-polybag. Mereka juga senang karena mendapat penghasilan tambahan dari kegiatan tersebut” jelas Samsul, di lokasi kegiatan pada Jumat (11/12). 

Lebih lanjut, Samsul juga menyambut baik penyerahan benih mangrove oleh KKP, yang selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh kelompoknya, untuk peningkatan ekonomi anggotanya.

Ia juga mendukung rencana KKP melaksanakan kegiatan penanaman mangrove. Bibitnya akan dibeli dari hasil pembibitan kelompok yang dikelolanya, apabila proses pembibitan yang dilakukan berhasil dengan baik. 

“Alhamdulillah kalau kita nanti bisa menjual bibit dari hasil pembibitan ini untuk kegiatan penanaman mangrove yang dilaksanakan oleh KKP, kita jadi semangat kalau begini” terangnya.

Samsul juga mengapresiasi rencana KKP yang akan menyediakan bantuan dana pemeliharaan untuk kelompok. Menurutnya dana tersebut, dibutuhkan untuk membantu memastikan kegiatan pembibitan dapat berlangsung dengan baik dan memberi manfaat bagi kelompok yang dipimpinnya. 

KKP meyakini, bahwa kegiatan pembangunan ekonomi kelompok pengelola mangrove ini, dapat membangun dan meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil. Kegiatan ini juga sekaligus menjadi upaya KKP dalam merehabilitasi dan merestorasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil melalui pemulihan ekosistem mangrove.

Melalui kegiatan ini, KKP juga berharap terjadi peningkatan peran serta masyarakat dalam melakukan perbaikan dan pemulihan ekosistem mangrove, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil tersebut secara berkelanjutan. 

Sementara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Riau, Ir. H. Herman Mahmud, M.Si mengungkapkan, bahwa DKP Riau sangat menyambut baik program tersebut. 

"Riau termasuk provinsi yang sangat tinggi laju abrasinya. Dengan adanya kegiatan ini, maka akan membantu. Selain itu, di masa pandemi ini program Pemulihan Ekonomi Nasional dengan kegiatan ini membantu masyarakat teluk pambang khususnya dan kabupaten bengkalis umumnya," ungkap Herman, ketika dihubungi MCR, pada Senin (14/12/2020). 

Herman menuturkan, kedepan DKP Riau sangat berharap, adanya kelanjutan Program PEN ini. Khususnya kegiatan yang berhubungan dengan Restorasi dan Pemulihan Mangrove guna untuk mencegahnya abrasi yang terjadi di wilayah pesisir.

Pembangunan ekonomi kelompok pengelola mangrove di Kabupaten Bengkalis ini, dilaksanakan oleh Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Direktorat Jenderal Pengelolaan ruang Laut yang didukung oleh DKP Provinsi Riau, DKP Kabupaten Bengkalis, BPSPL Padang, dan LKKPN Pekanbaru. Selain di Bengkalis, KKP juga melakukan kegiatan serupa di sejumlah daerah di Indonesia. (MC Riau/Yan). 

 

Video

Terimakasih Pemerintah Provinsi Riau (Bapak.Gubernur Riau :Drs.H.Syamsuar,M.Si)

Pisah Sambut Dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau

Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan Dan Lahan Tahun 2021

Berita Terkait

Foto: Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla

Senin, 22 Februari 2021 | 19:58:48 WIB

KLHK - PWI Riau Bangun Hutan Komunitas Wartawan

Rabu, 10 Februari 2021 | 18:59:19 WIB

Di Riau HPN 2021 Digelar di Pulau Terluar Dekat Malaysia

Selasa, 09 Februari 2021 | 10:40:16 WIB

Kreatif, Biji Getah Diolah Jadi Produk Unggulan

Ahad, 24 Januari 2021 | 10:40:45 WIB

Bengkalis Terima 1.000 Vial Vaksin Corona

Kamis, 21 Januari 2021 | 08:26:57 WIB

Kisah Penanaman Mangrove KLHK di Batas Negara

Jumat, 11 Desember 2020 | 11:06:54 WIB

Sinkronisasi Program Provinsi, Bappeda Bengkalis Taja FGD

Senin, 07 Desember 2020 | 21:54:19 WIB

Wagubri Tanam Padi Bersama Masyarakat Desa Sungai Siput 

Kamis, 12 November 2020 | 13:53:11 WIB

Polda Riau Berhasil Amankan Perampok Bank BRI di Bengkalis

Selasa, 10 November 2020 | 00:07:21 WIB