Ahad, 7 Ramadhan 1442 H | 18 April 2021
500 Eksemplar Buku Harimau
Sekjen Direktorat, Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (KSDAE), KLHK, Tandya Tjahjana, Tenaga Ahli Menteri LHK Bidang Komunikasi Digital dan Media Sosial, Afni Zulkifli, Adik kandung penulis, Banda Haruddin Tanjung, dan Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, pada acara penyerahan 500 eksemplar Buku Harimau "Bonita Hikayat Sang Raja" di Kantor BBKSDA Riau, jalan HR Soebrantas, Pekanbaru, Senin (21/12/2020).

PEKANBARU - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyerahkan 500 eksemplar buku harimau "Bonita Hikayat Sang Raja". Buku karya almarhum wartawan senior Detikcom, Haidir Anwar Tanjung itu, tiba di Pekanbaru, Riau, Senin (21/12/2020).

Mewakili Menteri LHK, Siti Nurbaya, buku setebal 403 halaman itu, diserahkan oleh Sekjen Direktorat, Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (KSDAE), KLHK, Tandya Tjahjana dan diterima ahli waris,  melalui adik kandung penulis, Banda Haruddin Tanjung dan anak bungsu penulis, Fikih Nauli Tanjung. 

Penyerahan buku digelar di kantor Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam Riau, jalan HR Soebrantas, Pekanbaru. Turut hadir pada acara tersebut, wartawan senior Kompas, Syahnan Rangkuti, selaku editor buku Bonita Hikayat Sang Raja. Kemudian, Tenaga Ahli Menteri LHK, Bidang Komunikasi Digital dan Media Sosial, Afni Zulkifli, dan Kepala BBKSDA Riau, Suharyono. 

Sekjen KSDAE KLHK, Tandya Tjahjana menuturkan, buku Bonita Hikayat Sang Raja sebuah karya yang luar biasa. Banyak edukasi, sosialisasi, dan pesan moral agar masyarakat saat ini dan generasi yang akan datang dapat menjaga sumberdaya alam dan ekosistemnya. 

"Penyerahan buku ini adalah amanah Ibu Menteri, Siti Nurbaya. Untuk itu saya menyampaikan buku ini kepada ahli waris. Semoga buku ini bisa bermanfaat. Atas nama Ibu menteri dan saya pribadi, kami mengucapkan terima kasih kepada ahli waris dan tim penulis buku ini. 

Pada kesempatan itu, mewakili ahli waris, Banda Haruddin Tanjung menuturkan, atas nama keluarga almarhum Haidir Anwar Tanjung, ia menghaturkan terima kasih yang tak terhingga, kepada Menteri LHK Siti Nurbaya, beserta jajaran KLHK, dan semua pihak yang telah membantu terbitnya buku ini. 

"Mewakili ahli waris, saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Ibu Menteri Siti Nurbaya, berserta jajaranya dan semua pihak yang telah membantu sehingga buku ini bisa diterbitkan. Semoga kerjasama yang baik ini menjadi amal ibadah kita semua," ujarnya. 

Bonita Hikayat Sang Raja

Buku ini mengisahkan konflik manusia dengan harimau sumatera liar yang kemudian diberi nama Bonita. Kejadian ini membuat heboh, menjadi sorotan secara nasional pada tahun 2018. Penanganan dalam upaya merelokasi satwa bernama latin Panthera Tigris Sumatrae itu, membutuhkan waktu yang panjang di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. 

Bonita selalu menjadi berita hangat untuk media lokal, nasional bahkan media internasional. Menjadi trending topik selama masih dalam proses pencarian. Media tidak henti-hentinya men-update apapun yang terjadi pada tim di lapangan, termasuk pada Bonita yang menghilang di lokasi konflik. Bahasa guyonnya “Kentut pun Bonita, akan jadi Berita”. 

Kisah-kisah dalam proses penangkapan Bonita merupakan kisah yang unik, yang juga belum tentu terjadi kembali, bahkan tidak pernah dibukukan sebelumnya. Kisah Bonita, dan orang-orang yang terlibat dalam penanganannya, sudah selayaknya menjadi pelajaran berharga bagi umat manusia. 

Buku ini juga merupakan warisan berharga bagi generasi selanjutnya, mengenai kisah harimau sumatera sebelum punah seperti yang terjadi pada harimau jawa. Mengupas sebuah pandangan budaya dari masyarakat Riau dalam melihat konflik yang terjadi antara manusia dan harimau sumatera. Sehingga mengantar pesan moral agar semua pihak untuk bersama-sama mencari solusi, guna melestarikan ekosistem harimau sumatera yang tersisa. 

Dalam penulisan buku ini, almarhum Haidir melibatkan wartawan senior Kompas, Syahnan Rangkuti sebagai editor, FB Anggoro, selaku editor foto, Desain grafis, Prahara Al-Anha,Tim kreatif Abdullah Sani, Anggi Romadhoni, Banda Haruddin Tanjung, Popi Kurniawan, dan Raden Heru Christianto. (MC Riau/ASN).

 

Video

Gubernur Riau Melantik Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Daerah (Wantikda) Provinsi Riau

Pelantikan Penjabat Bupati Indragiri Hulu

Gubernur Riau Tinjau Pembangunan Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang

Berita Terkait

Tim Pansel Komut PT BRK Bahas Persyaratan Calon

Jumat, 16 April 2021 | 14:19:58 WIB

Dewan Ingatkan, THR Karyawan Wajib Bayarkan Penuh

Kamis, 15 April 2021 | 17:26:05 WIB

Pemprov Riau Telah Siapkan Pergub Renaksi Riau Hijau

Kamis, 15 April 2021 | 17:06:36 WIB

Nilai Ekspor Riau Naik 61,71 Persen

Kamis, 15 April 2021 | 16:53:30 WIB