Selasa, 26 Rajab 1442 H | 09 Maret 2021
Sadikin Warga Bengkalis Menerima Anugerah Kalpataru Kategori Printis dari Menteri LHK
Sadikin Warga Bengkalis (tengah) menerima Anugerah Kalpataru Kategori Printis dari Menteri LHK Siti Nurbaya (dua dari kiri), Senin (21/12/2020) di Jakarta. (Foto dok Humas KLHK)

JAKARTA - Menteri LHK Siti Nurbaya menyerahkan 10 penghargaan  Kalpataru kepada tokoh dan kelompok masyarakat, di Jakarta, Senin (21/12). Mereka merupakan sosok yang dinilai berhasil dalam pelestarian lingkungan melalui prakarsanya sendiri. 

Penghargaan tahun ini dibagi ke dalam sejumlah kategori yaitu, Perintis, Pengabdi, Penyelamat, dan Pembina, serta Penghargaan Khusus. Untuk Kategori Perintis, penghargaan diraih oleh Sadikin dari Kampung Jawa, Kelurahan Sungai Pakning, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau dan Zeth Wonggor, dari Kabupaten Manokwari, Papua Barat. 

Sadikin aktif dalam penganggulangan kebakaran lahan dan hutan gambut dengan menjadi Masyarakat Peduli Api (MPA) sejak tahun 2017. Ia bersama warga lainya juga menginisiasi pertanian nanas yang ditanam di lahan gambut seluas 25 hektar dan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat dan merintis Arboretum Gambut, ekosistem alami yang merupakan habitat bagi berbagai flora langka dan endemik lahan gambut seperti Kantong Semar (Nepenthes sp)

“Kita bersyukur karena kita masih memiliki pejuang-pejuang lingkungan di Indonesia yang mengabdi dan berkorban untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup dan kehutanan. Penerima penghargaan Kalpataru adalah tokoh penting dalam bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Oleh karena itu, yang menerima Penghargaan Kalpataru adalah individu  perseorangan atau kelompok yang distinctive, berbeda dari yang lain,” kata Menteri Siti.

Selama 40 tahun penghargaan Kalpataru, pemerintah telah menganugrahkan 388 penghargaan Kalpataru. Oleh karenanya, Kalpataru memiliki nilai prestise yang tinggi di kalangan masyarakat Indonesia. Melalui Kalpataru, publik dapat melihat contoh nyata yang ditunjukkan oleh para pejuang Kalpataru di tingkat tapak.  Peran mereka memberikan dampak bagi keberlanjutan ekologi, sosial, dan kesejahteraan masyarakat.

Kemudian, pada kategori Pengabdi, Menteri Siti Nurbaya memberikan penghargaan kepada, Wasito dari Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah, dan Saraba Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Lalu, untuk Kategori Penyelamat diperoleh Masyarakat Hukum Adat (MHA) Punan Adiu, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Komunitas Hatabosi (Haunatan, Tanjung Rompa, Bonan Dolok dan Siranap) Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara; dan Bening Saguling Foundation Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.

Sedangkan Kategori Pembina diberikan kepada Ir. Ida Ayu Rusmarini, MP dari Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali; Zofrawandi dari Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat; dan RB. Sutarno Kota Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. 

Penghargaan Khusus dianugerahkan kepada Kelompok Pelestarian Cendrawasih "Botenang" Sawendui Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua,  dan Yal Yudian Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat.

Pada kesempatan tersebut, Menteri LHK Siti Nurbaya juga memberikan penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra kepada Kepala Daerah dan DPRD Tingkat Provinsi yaitu Juara 1. Provinsi Sumatera Barat 2). Provinsi Jawa Tengah dan 3) Provinsi Jawa Barat, yang telah berperan aktif dalam pembangunan Lingkungan Hidup. (MC Riau/Yan) 

Video

Gubernur Riau Pimpin Rakor Pengendalian Karhutla di Riau

Gubernur Riau Hadiri Peletakan Batu Pemecah Gelombang Kearifan Lokal Di Pantai Wisata Raja Kecik

Pelaksanaan Vaksinasi Masal Covid-19 Pemerintah Provinsi Riau Tahun 2021

Berita Terkait

Wagubri: Karhutla Ulah Tangan Jahil Manusia

Jumat, 05 Maret 2021 | 18:36:26 WIB

Presiden Jokowi: Vaksin Covid-19 Gratis

Rabu, 16 Desember 2020 | 19:13:01 WIB

Penyelarasan Data Covid-19 Terus Dimutakhirkan

Rabu, 04 November 2020 | 11:16:51 WIB

Pemerintah Sosialisasikan Pentingnya Vaksin Covid-19

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 14:31:57 WIB