Rabu, 7 Jumadil Akhir 1442 H | 20 Januari 2021
A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.
Suasana rumah keluarga Putri Wahyuni (25), warga Kota Pekanbaru, menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air, di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1) lalu

PEKANBARU - Putri Wahyuni (25), warga Kota Pekanbaru, menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air, di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1) lalu. Kejadian itu membuat keluarganya syok dan dirundung kesedihan yang mendalam.

Untuk membantu tim yang mencari jenazah para korban, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Riau mengirimkan sampel DNA orangtua Putri. Sampel DNA itu digunakan untuk kepentingan identifikasi korban pesawat nahas jenis Boeing 737-400 tersebut.

"Kita sudah mengambil sampel DNA dari orangtua kandung korban, kebetulan Sabtu (usai kejadian) sudah diambil sampel dari dua bagian, yaitu swab mulut dan satunya dari darah kering," ujar Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, AKBP Agung Senin (10/1).

Agung menjelaskan, tim Dokkes Bhayangkara Polda Riau melakukan pengambilan data antemortem dari korban atas nama Putri Wahyuni.  Kedua orangtuanya berdomisili di Kota Pekanbaru.

"Sejumlah dokumen terkait juga disiapkan. Semua dikirim ke tim DVI Pusat berupa DNA dari orangtua kandung korban, dari ayah dan ibunya," kata Agung.

Selain itu, Agung menyebutkan, data pendukung lainnya seperti data rekam medis atau data rekam medis gigi, juga sudah disiapkan. "Menurut informasi juga sudah diambil data dari rontgen panoramic gigi," jelasnya.

Sampel DNA serta seluruh data dan dokumen pendukung lainnya, dikumpulkan menjadi satu sebagai data antemortem korban. Selanjutnya dikirim ke Posko DVI Pusat, Jakarta. 

"Jadi yang akan direkonsiliasi, akan dimatchingkan dengan data posmortem," ucapnya. 

Sedangkan data dan dokumen antemortem Putri Wahyuni, dibawa oleh abang kandungnya, Aulia Riski ke Jakarta. Berkas tersebut berupa KTP korban, ijazah, akte kelahiran, dan lainnya.

Perlu diketahui, berdasarkan data manifest penumpang pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJY-182, salah satu korbannya atas nama Putri Wahyuni, warga Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Riau.

Putri tidak sendirian, dia terbang bersama suaminya, Ihsan Adhlan Hakim dari Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, dengan tujuan Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) menggunakan Sriwijaya itu. Pesawat itu lost contact dan jatuh di sekitar perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Pasangan suami istri muda yang baru menikah 11 bulan itu, berangkat ke Pontianak untuk menggelar resepsi Ngunduh Mantu. Keduanya baru menikah pada Maret 2020 lalu. (MC Riau/ASN) 

Video

Penyuntikan Vaksinasi Covid-19 Di Provinsi Riau

Wakil Gubernur Riau Pimpin Rakor Bahas Rencana Vaksin Covid-19 dan Pengetatan Prokes

Wakil Gubernur Riau Hadiri Rapat Penanganan Covid-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi

Berita Terkait

Marsma TNI Andi Kustoro Jabat Danlanud Rsn

Selasa, 19 Januari 2021 | 22:35:50 WIB

RSUD AA Siapkan Tempat Vaksinasi Sendiri Bagi Nakesnya

Selasa, 19 Januari 2021 | 16:01:13 WIB

Baznas Riau Apesiasi Program Pesantren Mahasiswa Unilak

Selasa, 19 Januari 2021 | 15:48:48 WIB

Optimalkan Pelayanan, Rutan Sialang Bungkuk Buat PTSP

Senin, 18 Januari 2021 | 15:25:19 WIB

Realisasi Pencapaian DJKN Riau Lebihi Target

Senin, 18 Januari 2021 | 14:24:33 WIB

Bapenda Bakal Terapkan Pajak Progresif di Riau Tahun Ini

Ahad, 17 Januari 2021 | 12:15:04 WIB

IMR Universitas Indonesia Kolaborasi dengan IKA 4968

Jumat, 15 Januari 2021 | 16:40:16 WIB