Jumat, 21 Zulhijjah 1442 H | 30 Juli 2021
Berikut Alasan Mengapa Vaksinasi Covid-19 Diperlukan

PEKANBARU - Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir menyampaikan alasan terkait mengapa pentingnya pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Ia menjelaskan, vaksinasi adalah pemberian vaksin yang khusus diberikan dalam rangka menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan dan tidak menjadi sumber penularan.

"Sejak tahun 1976, vaksin diakui terbukti bisa mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus atau bakteri tertentu. Vaksin sendiri zat aktif pada virus yang apabila disuntikkan dapat meningkatkan kekebalan tubuh," katanya di Pekanbaru, Selasa (12/1/2021).

Mimi menuturkan, vaksinasi Covid19 bertujuan untuk mengurangi transmisi/penularan Covid19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity) dan melindungi masyarakat dari COVID-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi. Sehingga ketersediaan vaksin Covid19, akan membantu proses penanganan pandemi COVID-19 lebih cepat.

Ia mengatakan bahwa dalam proses pengembangan vaksin, keamanannya terus diawasi dengan ketat pada tiap fase uji klinik, sehingga produk akhir sudah dipastikan aman dan efektif. Setelah tahapan uji klinik selesai, masih ada tahapan lain yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), sebelum vaksin dapat didistribusikan kepada masyarakat.

"Vaksin bukanlah obat, vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit COVID-19 agar terhindar dari tertular ataupun kemungkinan sakit berat. Vaksin dan tetap mematuhi 3 M merupakan upaya yang penting menanggulangi Covid19," ungkapnya.

Kadis Kesehatan Riau ini memaparkan, meski pada saat darurat dan dibutuhkan dengan cepat, keamanan dan efektivitas vaksin adalah prioritas utama. Pengembangan vaksin tetap harus melalui tahapan pengembangan yang berlaku internasional yang secara umum terdiri dari beberapa tahapan.

Yakni, tahap praklinik, tahap klinis (fase 1-3), persetujuan penggunaan  dari BPOM berupa penerbitan, Emergency Use Authorization (EUA) atau Nomor Izin Edar.

"Secara umum, vaksin bekerja dengan merangsang pembentukan kekebalan tubuh secara spesifik terhadap bakteri/virus penyebab penyakit tertentu. Sehingga apabila terpapar, seseorang akan bisa terhindar dari penularan ataupun sakit berat akibat penyakit tersebut," terangnya.

Mimi menambahkan, secara umum, reaksi pasca vaksinasi yang timbul dapat beragam, pada umumnya ringan dan bersifat sementara, dan tidak selalu ada, serta bergantung pada kondisi tubuh. 

Jelasnya, reaksi pasca vaksinasi ringan seperti demam dan nyeri otot atau ruam-ruam pada bekas suntikan adalah hal yang wajar namun tetap perlu dimonitor.

"Manfaat vaksin jauh lebih besar dibandingkan risiko sakit karena terinfeksi bila tidak divaksin," ucapnya.

Ia menuturkan, berdasarkan data dari pusat, efek perlindungan vaksin untuk uji klinis vaksin SINOVAC di Bandung masih menunggu laporan lengkap. Namun, sampai saat ini berdasarkan hasil uji klinis fase I dan II, vaksin yang tersedia terbukti aman dan meningkatkan kekebalan terhadap Covid19.

Tuturnya, perlindungan yang akan diberikan vaksin COVID-19 nantinya, perlu tetap diikuti dengan kepatuhan menjalankan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker dengan benar, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun.

"Vaksin Covid19 akan diberikan secara bertahap untuk usia 18-59 tahun. Untuk itu diperlukan kerja sama semua elemen dalam pelaksanaan vaksinasi ini," tutupnya. (MCR/IP)

Video

Gubernur Riau Serahkan Bantuan Beras PPKM Secara Simbolis di Kota Pekanbaru

Semarak Takbir Pemerintah Provinsi Riau

Gubernur Riau Bagikan Bantuan PPKM 2021 Door To Door Di Kelurahan Cinta Raja

Berita Terkait