Selasa, 18 Zulhijjah 1442 H | 27 Juli 2021

PEKANBARU - Dosen Universitas Lancang Kuning (Unilak) tetap konsisten membantu pengelola bank sampah. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan warga. 

Pada awal tahun 2021 ini, dosen Unilak kembali melakukan pelatihan, bimbingan teknis dan pendampingan masyarakat yang bergerak pada bidang lingkungan khususnya bank sampah. Lokasi kali ini, berada di Bank Sampah Berkah Abadi, RW 09, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau

Bank sampah tersebut, diketua oleh Ibnu Hajar. Saat ini telah banyak mengasilkan kerajinan tangan yang bernilai ekonomis. Namun, kondisi saat ini masih kesulitan menentukan harga. Melihat hal ini, maka tim PKM LPPM Unilak yang diketuai oleh Dr Jeni Wardi, melakukan bimbingan teknis tentang penghitungan harga pokok penjualan produk bagi  ibu-ibu pengurus bank sampah Berkah Abadi. 

"Persoalan sebelum saat bimtek [bimbingan teknis], anggota bank sampah belum bisa menghitung harga pokok-produk kerajinan tangan, dari bahan sampah dan pupuk kompos yang telah dihasilkan oleh ibu-ibu. Maka dari itu, pendampingan ini sangat penting," sebut Jeni saat dihubungi, Jumat (15/01/2021).

Ia menceritakan, latar belakang masalah ini diawali dari informasi yang didapatkan ketika tim LPPM Unilak melakukan pelatihan kemasan produk dan pemasaran online, pada September 2020 lalu. Ketika itu, ibu-ibu peserta pelatihan diminta untuk mengunggah produk-produk yang diproduksinya pada akun media sosial, instagram dan marketplace facebook. Namun, pihak pengelola bank samapah itu, mengalami kesulitan dalam memberi harga yang layak untuk produk tersebut. 

"Padahal harga sangat menentukan dalam hal penjualan barang termasuk bagaimana menghitung harga pokok yang layak supaya penjualan produk tersebut tidak menimbulkan kerugian," kata Jeni

"Tujuan bimbingan teknis agar pengelola bank sampah Berkah Abadi mampu untuk menghitung harga pokok produk yang efektif, sehingga usaha dan bisnis bank sampah bisa menghasilkan keuntungan yang layak. Pemateri memiliki kompetensi dalam bidang akuntansi," ujarnya. 

Saat itu, Tim PKM Unilak telah melakukan simulasi ke seluruh peserta, untuk menentukan harga pokok dan harga jual produk mereka. Peserta telah membawa berbagai jenis keranjinan tangan diantaranya, dari sampah botol minum plastic yang terdiri dari tempat tisu, tempat buah, dan tempat permen," ujar Jeni.

Ditegaskan Jeni, tujuan menghitung harga pokok produk ada tiga yaitu, untuk memperhitungkan harga jual, memperkirakan keuntungan yang diharapkan, dan mengatur strategi penjualan.

 "Ini adalah sumbangsih pemikiran dari dosen dosen, dari Unilak kepada masyarakat terlebih di masa Pandemi, agar pendapatan anggota meningkat," tandas Jeni.

(MC Riau/Yan) 

Video

Gubernur Riau Serahkan Bantuan Beras PPKM Secara Simbolis di Kota Pekanbaru

Semarak Takbir Pemerintah Provinsi Riau

Gubernur Riau Bagikan Bantuan PPKM 2021 Door To Door Di Kelurahan Cinta Raja

Berita Terkait

Kapolresta Pekanbaru dan Irwasda Dimutasi

Senin, 26 Juli 2021 | 18:17:20 WIB

Selama 4 Bulan, 560 Truk Ditilang

Senin, 26 Juli 2021 | 17:02:40 WIB

92 Truk Ditilang Selama Tiga Hari Razia Tim Gabungan

Jumat, 23 Juli 2021 | 19:28:32 WIB