Sabtu, 16 Rajab 1442 H | 27 Februari 2021

PEKANBARU --- Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) mencatat ekspor Crude Palm Oil (CPO) Riau dan turunannya telah mendongkrak pendapatan bea keluar negara secara signifikan sepanjang tahun 2020.

Hal ini tercatat dari penerimaan DJBC di Provinsi Riau sepanjang tahun lalu dengan total capaian penerimaan sebesar Rp665,1 miliar atau 203% lebih dari target Rp326,45 miliar.

“Kalau dibandingkan dengan angka realisasi di tahun 2019, maka realisasi di tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 237% lebih,” ungkap Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Riau Hartono Sutarjo, Senin, (18/1/2021).

Dia mengatakan, bahwa lonjakan pencapaian sepanjang 2020 didongkrak oleh sektor CPO dan turunannya melalui ekspor bea keluar yang mengalami kenaikan harga patokan ekspor.

Di samping itu, untuk bea masuk mengalami penurunan sebesar 19,59% akibat semakin tingginya penurunan tarif preferensi, penurunan volume impor serta terdapat restitusi bea masuk pada KPPBC TMP B Dumai di Agustus dan September 2020.

“Di Riau ada empat KPPBC, yakni di KPPBC TMP B Pekanbaru, Dumai, Tembilahan dan Bengkalis,” Hartono. (MCR/fdl

Video

Terimakasih Pemerintah Provinsi Riau (Bapak.Gubernur Riau :Drs.H.Syamsuar,M.Si)

Pisah Sambut Dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau

Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan Dan Lahan Tahun 2021

Berita Terkait

Petugas Gabungan Padamkan Karhutla di Lima Daerah di Riau

Rabu, 24 Februari 2021 | 18:20:59 WIB