Selasa, 26 Rajab 1442 H | 09 Maret 2021
Awal Tahun, Perpusnas RI MoU dengan Pemprov Riau dan Perguruan Tinggi

PEKANBARU - Awal tahun 2021 menjadi kunjungan kerja (kunker) pertama Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI ke luar kota, dimana Provinsi Riau menjadi salah satu tujuan pertama Perpusnas untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat. 

Hal tersebut dimulai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Perpusnas RI dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan juga Pemerintah Kota Pekanbaru serta 14 Perguruan Tinggi di Provinsi Riau. 

Acara yang menyandang tema "Penguatan Sisi Hulu dan Hilir Budaya Baca Guna Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat Indonesia" tersebut dilaksanakan di Universitas Lancang Kuning (Unilak), Selasa (26/1/2021). 

Gubernur Riau yang diwakili Plh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Masrul Kasmy mengucap syukur atas MoU yang telah selesai dilakukan. Ia berharap Provinsi Riau akan menggerakan pembangunan yang maju melalui literasi. 

"Alhamdulillah hari ini telah dilakukan MoU, dan  ini cukup membanggakan kita bersama," ujarnya. 

Hal itu katanya merupakan prestasi Riau, dimana menjadi satu-satunya provinsi, kabupaten/kota, serta perguruan tinggi di Indonesia yang hari ini dilakukan MoU-nya oleh Perpusnas. Ia berharap momen tersebut bisa menjadi daya bangkit literasi di Bumi Melayu Lancang Kuning. 

Kepala Perpusnas RI, Syarif Bando mengatakan penandatanganan nota kesepahaman merupakan wujud komitmen bersama dari berbagai pihak dalam mendukung visi dan misi Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam RPJMN tahun 2020-2024. 

"Siapapun kita, baik eksekutif, legislatif yudikatif hingga masyarakat sesuai yang tertuang didalam mukaddiman UUD 1945 bahwa memiliki tugas mencerdaskan anak bangsa, mengantarkan mereka ke masa depan lebih layak untuk menuju masyarakat yang adil dan makmur," ujarnya. 

Namun hal tersebut harus terhalang oleh masalah rendahnya minat baca masyarakat yang berdampak pada rendahnya literasi masyarakat. Dimana hal itu juga menjadi penyebab Indonesia seringkali berada di peringkat bawah dalam berbagai indeks persaingan global. 

Masalah tersebut menurutnya masalah nyata yang muncul pada sisi hilir dalam budaya gemar membaca di tanah air. 

Adapun yang menjadi persoalan di sisi hulu, yakni bagaimana peran negara dan pemerintah dalam regulasi, anggaran serta menyediakan jumlah buku yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 

"Dahsyatnya sebuah buku, siapa membaca buku, dia sebenarnya telah membangun puing-puing peradaban serta siapa yang menulis buku, dia telah mendaftarkan keabadian namanya dalam suatu zaman tiada akhir," tutupnya. (MCR/NV)

Video

Gubernur Riau Pimpin Rakor Pengendalian Karhutla di Riau

Gubernur Riau Hadiri Peletakan Batu Pemecah Gelombang Kearifan Lokal Di Pantai Wisata Raja Kecik

Pelaksanaan Vaksinasi Masal Covid-19 Pemerintah Provinsi Riau Tahun 2021

Berita Terkait

BKD Kirim Hasil Assessment JPTP Pemprov Riau ke KASN

Selasa, 09 Maret 2021 | 13:29:10 WIB

101,35 Persen Nakes Pelalawan Telah Divaksin

Senin, 08 Maret 2021 | 22:08:45 WIB

Gubri Sarankan Pasang Police Line di Area Karhutla

Senin, 08 Maret 2021 | 21:56:19 WIB

Ini Keperluan Petugas Karhutla di Lapangan

Senin, 08 Maret 2021 | 15:33:58 WIB

Riau Mampu Pertahankan Bebas Asap Karhutla

Senin, 08 Maret 2021 | 15:16:46 WIB

Gubri Pimpin Rakor Pengendalian Karhutla di Riau

Senin, 08 Maret 2021 | 15:03:41 WIB

Gubri Minta Pengawasan Karhutla Sampai ke Tingkat RT

Senin, 08 Maret 2021 | 12:52:10 WIB