Jumat, 10 Safar 1443 H | 17 September 2021
Sampaikan Pertumbuhan Masyarakat Riau, Gubri Terima Kunjungan BPS Riau

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menerima kunjungan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Misfaruddin dalam rangka untuk menyampaikan pertumbuhan masyarakat Riau dan pertumbuhan ekonomi Riau di Kediaman Gubri, Senin (08/2/2021).

Misfaruddin menerangkan, hasil jumlah penduduk yang selama ini dipaparkan bertambah merupakan hasil proyeksi sensus penduduk tahun 2000, kemudian didapatkan sensus penduduk tahun 2010 proyeksi menurut daya keuntungan statistik maka didapatkan waktu itu pertumbuhan penduduk Riau sebesar 3,58% per tahun.

Setelah itu, jelasnya, di antara dua sensus itu ada namanya survei penduduk yang ter sensus dapatlah angka 2,52% data itulah yang menghasilkan angka 6.971.290 juta jiwa penduduk Riau.

Menurut Kepala BPS Riau ini, Tahun 2010 pertumbuhan masyarakat tinggi karena banyak tumbuh perusahaan baru, perkebunan yang masih banyak merekrut tenaga kerja. Namun ternyata dari 2010 ke 2020 banyak perusahaan yang merumahkan karyawannya dan banyak juga perusahaan yang tidak beroperasi sehingga pada sensus kemarin BPS mendapatkan angkanya 6,39 juta.

"Jadi pertumbuhan penduduk kita 1,40 persen pertahun," ujarnya.

Misfaruddin menerangkan, namun satu hal yang menggembirakan di Riau saat ini adalah usia produktifnya 69,92 persen, artinya usia 15-64 tahun yang masih produktif untuk bekerja dan menghasilkan lebih tinggi, sedangkan kategori lanjut usia sebanyak 6,28 persen.

Ia menambahkan, jumlah penduduk laki-laki di Riau lebih banyak dibandingkan dengan penduduk perempuan, yakni laki-laki berjumlah 105 dibanding 100 penduduk perempuan, sedangkan jumlah penduduk paling banyak di Riau itu terdapat di kota Pekanbaru.

"Jadi hasil sensus penduduk kemarin adalah jumlah penduduk, total jumlah laki-laki dan perempuan, kemudian jumlah penduduk kelompok umur, cuma kalau variabel lain seperti berapa kematian dan kelahiran itu akan dilaksanakan sensus di bulan September 2021," tuturnya.

Kemudian kepala BPS Riau ini juga menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Riau tahun 2020 turun sebesar 1,12 persen jika dibandingkan tahun 2019. Namun Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Riau merupakan terbesar keenam se-Indonesia sedangkan di Wilayah Pulau Sumatera posisi PDRB Riau meraih peringkat kedua.

"Di Sumatera pertumbuhan Riau tidak rendah, artinya masyarakat yang ingin berdomisili di Riau masih tinggi. Pertumbuhan ekonomi kita masih terkontraksi tapi masih terbantu karena Migas," ujarnya.

Menanggapi penjelasan dari Kepala BPS Riau tersebut, Gubri Syamsuar meminta data pengangguran terbuka dan angka kemiskinan di Riau segera disampaikan untuk mengetahui kondisi perekonomian di Riau saat ini.

Gubri juga berharap pertumbuhan ekonomi di Riau dapat ditingkatkan lagi pada tahun 2021 ini sehingga mengurangi angka kemiskinan dan angka pengangguran terbuka di Riau.

"Terima kasih atas laporan BPS Riau ini, mohon nanti laporkan kembali angka kemiskinan dan angka pengangguran terbuka Riau," ucapnya. (MCR/IP)

Video

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Penandatanganan Nota Kesepakatan Tentang Rancangan Awal Kebijakan Umum

Berita Terkait

APBD-P 2021 Riau Ditargetkan Akhir September Disahkan

Jumat, 17 September 2021 | 16:27:12 WIB

Siap-siap, KASN Izinkan Evaluasi Pejabat Pemprov Riau

Jumat, 17 September 2021 | 09:17:54 WIB

Tahun Ini DLHK Riau Bangun 100 Sekat Kanal di Tiga Daerah

Kamis, 16 September 2021 | 21:24:06 WIB

Gubri Harap Penggawa Melayu Riau Jaga Marwah Negeri

Kamis, 16 September 2021 | 13:28:33 WIB