PEKANBARU - Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau Jenri Salmon Ginting yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengikuti rapat rutin terkait monitoring pelaksanaan vaksinasi Covid-19 oleh Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Dalam Negeri RI secara virtual di Ruang Riau Command Center (RCC), Senin (22/02/2021).
Dalam rapat tersebut dibuka secara langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa agenda rapat ini merupakan agenda rutin terkait update penanganan vaksin.
"Alhamdulillah tahap pertama dapat menyelesaikan sekitar 1,4 juta tenaga kesehatan (nakes) dengan total yang dilayani berdasarkan catatan kami ada 1,5 juta sudah bisa dicapai," katanya.
Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa ada sekitar 300 ribu nakes yang batal divaksinasi karena darah tinggi, penyintas Covid-19 atau kondisi komorbid lainnya. Setelah ada perbaikan dari kriteria screening, sehingga dari 300ribu nakes yang sudah dilayani namun batal diimunisasi untuk dapat datang kembali untuk dilakukan vaksinasi.
"Walaupun tahapannya telah selesai, mereka (nakes, red) tetap menjadi prioritas utama mendapatkan vaksinasi. Kalau belum bisa divaksinasi dan lolos screening untuk kembali melakukan vaksinasi, dan mohon difasilitasi," pesannya kepada Gubernur seluruh Indonesia.
Untuk dapat diketahui, imunitas penuh baru akan terbentuk setelah 28 hari sesudah divaksinasi pada tahap kedua. Sehingga bagi yang telah melakukan imunisasi tahap kedua disarankan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan 3M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, karena masih bisa terpapar Covid-19.
"Tetap melaksanakan 3M," pungkasnya. (MCR/DW)