Ahad, 24 Rajab 1442 H | 07 Maret 2021
BNNK Pekanbaru Amankan Napi dan Mantan Istri Karena Terlibat Narkoba
BNNK Pekanbaru mengamankan dua pengedar sabu yang melibatkan narapidana

PEKANBARU- Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pekanbaru mengungkap peredaran narkoba di Kota Mandanj. Sebanyak 499,64 gram sabu diamankan dari perempuan berinisial Y yang dikendalikan T, salah satu narapidana yang ada di salah satu lembaga pemasyarakatan di Riau.

Y dan T sendiri belakangan diketahui merupakan mantan suami istri. T adalah narapidana yang kini tengah menjalani hukuman di salah satu Lapas di Riau. 

Kepala BNNK Pekanbaru, Febri Firmanto menjelaskan, jaringan ini berhasil diungkap setelah pihaknya mendapatkan informasi adanya transaksi narkoba pada 19 Februari 2021.

"Mendapatkan informasi itu, kita langsung melakukan penyelidikan di sebuah rumah di Jalan Satria Gang Keluarga, Kecamatan Tenayan Raya yang dihuni oleh Y. Petugas langsung melakukan  penggerebekan," ucap Febri Selasa (23/02/2021).

Dikatakannya, dari penggrebekan itu petugas berhasil mendapatkan barang bukti narkoba jenis sabu yang disimpan di lemari pakaian pelaku. Barang bukti itu ditemukan sudah dalam kemasan siap edar. Petugas juga menyita sejumlah barang bukti seperti handphone, timbangan digital, dan plastik pembungkus sabu.
 
Dari keterangan Y, ia berkecimpung bisnis haram itu lantaran dikendalikan oleh T yang tak lain adalah mantan suaminya.

"Kita masih mendalami dari mana pelaku mendapatkan narkoba itu. Namun pelaku mengaku sudah dua kali diperintahkan menjemput narkoba itu oleh T di lokasi yang sudah ditentukan," bebernya.

Setelah narkoba berhasil dijemput, kemudian dibawa ke rumah Y untuk diedarkan di Pekanbaru. Sementara Y dijanjikan menerima upah sebesar Rp1 juta per 1 ons. 

Kata Febri, pihaknya juga telah mengamankan T untuk dimintai keterangan asal narkoba yang diedarkan Y. Namun dari pengakuannya, T tidak mengenal orang yang memberikan narkoba itu. Sebab ia berkomunikasi hanya melalui seluler.

"T juga mendapat upah dari hasil penjualan narkoba itu. Dia mendapat upah Rp500 ribu per 1 ons," jelasnya.

Untuk diketahui, T mendekam di Lapas sejak tahun 2018 dengan kasus narkoba. Ia dijatuhi hukuman 10 tahun dan baru menjalani masa hukuman 2 tahun.

 Kini keduanya kembali dijerat dengan Pasal 112 dan Pasal 114 serta Undang-undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun. Untuk denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar.

"Kita masih kembangkan kasus ini untuk meringkus pelaku lain," tandasnya.(MC Riau/ASN)

Video

Gubernur Riau Hadiri Peletakan Batu Pemecah Gelombang Kearifan Lokal Di Pantai Wisata Raja Kecik

Pelaksanaan Vaksinasi Masal Covid-19 Pemerintah Provinsi Riau Tahun 2021

Terimakasih Pemerintah Provinsi Riau (Bapak.Gubernur Riau :Drs.H.Syamsuar,M.Si)

Berita Terkait

BKD Riau Tunggu Petunjuk Teknis Terkait Rekrut ASN 

Jumat, 05 Maret 2021 | 20:35:38 WIB

TPBML BMR Selenggarakan Penilaian Buku Mulok BMR 

Kamis, 04 Maret 2021 | 19:22:37 WIB

Asita Riau Jalin Kerjasama dengan Puan Aspekraf

Kamis, 04 Maret 2021 | 19:09:51 WIB

Empat KPH Dapat Bantuan Alat Pemadam Karhutla

Kamis, 04 Maret 2021 | 14:13:50 WIB