Kamis, 21 Rajab 1442 H | 04 Maret 2021
Rakor Bersama Menteri PPN/Bappenas, Gubri Harapkan Dukungan Infrastruktur di Riau

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyebutkan, permasalahan di Riau ini hampir sama mungkin dengan permasalahan yang disampaikan oleh gubernur lainnya yakni terkait persoalan infrastruktur yang ada di daerah. Untuk itu pihaknya mengharapkan adanya dukungan infrastruktur dari pemerintah pusat, salah satunya infrastruktur jalan provinsi yang ada di Provinsi Riau.

"Kami laporkan salah satu permasalahan antara lain mengenai pembiayaan, dimana dengan turunnya harga migas karena Riau sangat dipengaruhi transfer Dana Bagi Hasil (DBH) Migas. Turunnya harga migas akan mempengaruhi pendapatan daerah," ucapnya saat menghadiri rapat bersama Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa di Gedung Daerah Balai Serindit, Selasa (23/2/2021).

Syamsuar menjelaskan, dalam pembangunan infrastruktur di Riau terutama pembangunan jalan, ada beberapa ruas jalan tol yang sudah dibangun maupun yang akan dibangun. Misalnya jalan tol Pekanbaru-Dumai, yang mana juga mempengaruhi pariwisata yang ada di Pulau Rupat. 

Selain itu juga sudah ada roro dari Dumai ke Rupat setiap hari. Adapun kendalanya saat ini, ungkap Gubri, meskipun Rupat termasuk pulau terluar dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), tapi sentuhan APBN yang berkaitan dengan pembangunan turap untuk mengatasi abrasi hanya sedikit.

"Ini kami sudah bersama anggota Komisi V DPR RI termasuk Balai Jalan menyampaikan dan kami tahu bahwa terhadap kawasan strategis nasional boleh dari APBN dibantu. Karena itu kami mohon dukungan bapak Menteri PPN/Bappenas," tuturnya.

Gubri menambahkan, terkait persoalan infrastruktur yang ada di Riau berkaitan dengan jalan provinsi yang masih perlu perbaikan dan sulit untuk dilalui sebanyak 338 kilometer. Sementara menurutnya, objek wisata di Riau banyak di lingkungan terutama di jalan yang belum selesai, misalnya ada wisata Bono, wisata alam dan wisata Pulau Rupat.

Untuk itu, ia mengharap dukungan Menteri PPN Suharso Monoarfa, kiranya bisa membantu Pemprov Riau terutama jalan menuju sektor pariwisata yang membangkitkan perekonomi bisa lebih baik dimasa yang akan datang.

"Jalan provinsi yang belum mantap ada 338 kilometer yang rusak dan sulit dilalui, sementara pariwisata kita banyak di lingkungan jalan yang belum selesai," katanya.
 
Kemudian adanya beberapa usulan yang disampaikan dan memprioritaskan jalan provinsi, karena di Riau sedang dibangun jalan tol menuju Sumbar, jalan tol Rengat-Jambi yang selanjutnya Pekanbaru-Rengat. Selain itu, juga dipersiapkan jalan tol Duri-Sumatera Utara. Artinya dengan pembangunan tol tersebut, di Riau ada tiga persimpangan jalan tol baik Sumut maupun Jambi. Namun demikian, semua harus ditopang dengan konektivitas terutama konektivitas jalan provinsi termasuk jalan kabupaten.

"Oleh karena itu tentunya, kami sangat mengharapkan dukungan pak menteri agar ketiga tol ini terkoneksi ke jalan provinsi sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi daerah dan pertumbuhan ekonomi nasional," ungkapnya. (MCR/IP)

Video

Pelaksanaan Vaksinasi Masal Covid-19 Pemerintah Provinsi Riau Tahun 2021

Terimakasih Pemerintah Provinsi Riau (Bapak.Gubernur Riau :Drs.H.Syamsuar,M.Si)

Pisah Sambut Dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau

Berita Terkait

Tim Satgas Lakukan Pemadaman di 19 Titik Karhutla

Rabu, 03 Maret 2021 | 15:40:03 WIB

Gubri Beri Solusi Masyarakat Yang Ingin Buka Lahan

Rabu, 03 Maret 2021 | 11:00:12 WIB

Gubri Harap Riau Aman Karhutla dan Covid-19

Rabu, 03 Maret 2021 | 11:00:11 WIB

139 Kilometer Abrasi di Riau Sudah Masuk RPJMN

Rabu, 03 Maret 2021 | 11:00:09 WIB