Rabu, 16 Jumadil Akhir 1443 H | 19 Januari 2022
Polda Riau Gagalkan 40 Kilogram Sabu, 50 Ribu Butir Ekstasi Masuk Riau

PEKANBARU--Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau, menggagalkan upaya peredaran sabu 40 Kilogram dan 50 ribu di Provinsi Riau.

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setia Imam Effendi SH SIK MSi yang memimpin konfrensi pers, Jumat (5/3/2021) mengatakan, masih ada otak pelaku yang masih buron. Karena, lima pelaku yang berhasil diringkus merupakan suruhan orang berperan sebagai pengendali.

''Terungkapnya 40 Kilogram sabu dan 50 ribu butir ekstasi ini, setelah tim narkoba melakukan pengintaian dan penyelidikan selama empat hari di pantai Jangkang, Bengkalis, dan dibagian daratan sejak Jumat (26/2/2021) lalu,'' jelas Kapolda.

Beberapa hari melakukan penyelidikan dan pengintaian. Hasilnya, lima orang pelaku berhasil ditangkap pada Senin (1/3/2021) malam.

''Sebelum meringkus ke lima pelaku, antara mereka dan petugas sempat terlibat aksi kejar-kejaran,'' sebut Kapolda.

Kronologis nya, jelas, Kapolda. Setelah didapat kabar, para pelaku tiba di Pantai Jangkang, Bengkalis. Petugas langsung melakukan pengejaran ke dalam hutan rawa selama lebih kurang tiga jam.

Awalnya, tim narkoba menangkap RS dan NZ yang terlihat mencurigakan. Keduanya, lantas mengaku menyimpan narkotika dalam jumlah besar. Namun, Tim belum menemukan barang bukti tersebut, karena masih disembunyikan.

Selanjutnya, kembali dilakukan pencarian dan ditemukan tersangka inisial SAI dan ED. Dan terakhir tersangka inisial HR.

Untuk pelaku terakhir ini, tim narkoba terpaksa memberikan tindakan tegas, dengan menembak kaki bagian kirinya.

''Saat dilakukan interogasi kepada ke lima pelaku. Salah satu tersangka inisial HR menyebutkan lokasi penyimpanan sabu 40 Kilogram dan 50 ribu ekstasi,'' jelas Kapolda.

Pengakuan lainnya, HR mengaku, ada dua temannya yang langsung kabur saat tim akan melakukan penangkapan di pantai, yakni SP dan YS.

Dari keterangan seluruh tersangka, mereka hanya suruhan, untuk menjemput sabu dan ekstasi yang dibawa dari Malaysia tersebut.

''Mereka mengaku disuruh pria inisial ED dan BU. HR dan YS serta SP menjemput. Sedangkan pelaku lainnya berperan sebagai mata-mata atau sapu air dilapangan dan jika berhasil diupah sabu dan sejumlah uang jika paket diterima pembeli,'' sebut Kapolda.

Pengakuan HR, dia juga mengaku diupah Rp4.000.000 sekali kerja dan akan diberikan sabu oleh ED alias TK, jika paket telah diterima pembeli. Sedangkan, pengakuan tersangka NZ, dia dibayar Rp500 ribu. 

''Untuk Pasal yang disangkakan adalahPasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan Ancaman Hukuman mati atau penjara paling singkat 5 tahun dan maksimal 20 tahun,'' pungkas Kapolda.(MCR/HB)

Info Lainnya

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Berita & Info Lainnya

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Gubernur Corner

Gubernur Corner

Ramah Tamah Pemprov Riau Dan Pemberian Bonus Untuk Atlet Berprestasi Leani Ratri Oktila

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Kakanwil Kemenkumham Riau Silaturahmi Ke Kejati Riau

Rabu, 19 Januari 2022 | 17:40:25 WIB

Faperta Unilak Jalin Kerjasama dengan BBPP Lembang

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:22:13 WIB

Teken MoU Dengan Kejati Riau, Ini Harapan Gubernur Riau

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:09:45 WIB

DAAD Jerman Sepakat Danai Proyek Kolaboratif dengan UIR

Rabu, 19 Januari 2022 | 10:41:58 WIB

Kepala Kantor Kemenag Pekanbaru Lantik JFT Kepala Madrasah

Selasa, 18 Januari 2022 | 20:55:55 WIB

KPU Gelar Penguatan Integritas Penyelenggara Pemilu di Riau

Selasa, 18 Januari 2022 | 20:43:57 WIB

UNRI-UIN Imam Bonjol Padang Jalin Kerjasama

Selasa, 18 Januari 2022 | 19:36:58 WIB