Senin, 13 Safar 1443 H | 20 September 2021
Pengusaha Muda Mulai Lirik Pelepah dan Lidi Sawit Miliki Nilai Ekonomi

PEKANBARU - Jaringan Pengusaha Nasional (JapNas) yang mayoritas terdiri penusaha muda mulai melirik potensi pelepah hingga lidi sawit menjadi industri baru. Pengusaha manargetkan kedua produk itu punya nilai jual.

Ketua Umum Pengurus Wilayah JapNas Riau, Arif Eka Saputra mengatakan selama ini pelepah dan lidi masih terbiarkan begitu saja. Padahal saat ini Riau memiliki kebun kelapa sawit terluas di Indonesia mencapai 4,02 juta hektar. 

"Daerah lain, lidi kelapa sawit sudah punya nilai ekonomi dan bahkan diekspor ke luar negeri. Lantas kulit pelepah kelapa juga sudah punha nilai ekonomi. Kenapa yang semacam ini di Riau tidak bisa kita jadikan bernilai ekonomi," kata Arif usai pelantikan pengurus PW JapNas di Pekanbaru, Kamis (25/3).

Sementara, Ketua Harian JapNas Riau, Victor Yonathan merinci, jika 3 juta hektar saja dari luasan sudah berproduksi dengan umur di atas 8 tahun. Maka potensi pelepah tiap 6 bulan telah bisa dimanfaatkan industri mencapai 1,1 miliar batang pelepah. 

"Anggaplah setiap enam bulan dari satu batang kelapa sawit itu dibuang 3 pelepah dan satu batang pelepah itu menghasilkan 1 kilogram lidi. Maka lidi yang bisa dimanfaatkan sudah 1 juta ton lebih," kata Viktor.

Saat ini kata Viktor, memang sudah ada yang memanfaatkan lidi sawit memiliki nilai. Salah satunya lidi kelapa sawit di daerah itu yang melimpah telah diekspor ke Pakistan.

"Di Indragiri Hulu sudah ada mengusahai ini. Dari dua perusahaan saja pengepul ini bisa mendapatkan 17 ton lidi. Harga beli Rp 2 ribu perkilogram, dikirim ke Pakistan," katanya.

Sementara untuk kulit pelepah sawit, bisa dijadikan bahan meubel. Hanya saja butuh waktu untuk pengeringan, pembersihan agar memunculkan tekstur yang bagus. 

"Sebenarnya, pohon kelapa sawit sangat bisa untuk jadi meubel. Tetapi kita fokus dulu ke yang dua bahan ini," ujarnya. 

Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution optimis JapNas dapat menjawab semua tuntutan modern. Termasuk menuiapkan sumber daya manusia untuk berinovasi.

"Japnas sebagai salah satu organisasi tempat berhimpunnya pengusaha, tentu harus dapat merespon dengan baik tuntutan dan tantangan yang muncul di era global saat ini. Salah satu yang perlu dilakukan oleh pengusaha dalam menjawab tuntutan ini, adalah dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang profesional, memiliki kemampuan inovasi dan daya saing pengusaha nasional sebagai garda ekonomi nasional," kata Edy Natar.

(MC Riau/ASN) 

Video

Ramah Tamah Pemprov Riau Dan Pemberian Bonus Untuk Atlet Berprestasi Leani Ratri Oktila

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Berita Terkait

Besok, Leani Atlet Paralimpiade Tokyo Akan Diarak

Sabtu, 18 September 2021 | 17:49:38 WIB

Gubri Harap Prestasi Catur Riau Ke Depan Bisa Lebih Baik  

Sabtu, 18 September 2021 | 15:05:35 WIB

Gubri Hadiri Acara Pelantikan Pengprov Percasi Riau

Sabtu, 18 September 2021 | 14:49:36 WIB

Peran TNI dan Polri Sangat Penting Dalam Penanganan COVID-19

Jumat, 17 September 2021 | 21:26:25 WIB

APBD-P 2021 Riau Ditargetkan Akhir September Disahkan

Jumat, 17 September 2021 | 16:27:12 WIB

Siap-siap, KASN Izinkan Evaluasi Pejabat Pemprov Riau

Jumat, 17 September 2021 | 09:17:54 WIB