Senin, 13 Safar 1443 H | 20 September 2021
Melalui Program TCA Pemerintah Akan Membuka Rute Penerbangan Luar Negeri
Ilustrasi: Kedatangan turis Inggris di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, disambut dengan tarian Joget Lambak, Selasa 1 Januari 2019 lalu. (Foto HO/Heru Maindikali)

PEKANBARU - Pemerintah berencana membuka rute penerbangan internasional. Pembukaan rute tersebut akan didahului dengan tahapan simulasi. Sebagai  pilot project akan dilakukan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali pada Juni-Juli 2021 mendatang. 

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus mempersiapkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia termasuk penerapan travel corridor arangement (TCA) di sejumlah destinasi dalam rangka menyambut rencana pembukaan kembali perbatasan Indonesia bagi penerbangan internasional.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menegaskan, bahwa rencana pembukaan travel corridor arrangement dengan berbagai negara terus berlanjut. Begitu pula dengan Singapura. Namun, ada prasyarat yang harus dipenuhi Indonesia agar hal itu bisa terwujud.

"Hanya bila angka Covid-19 bisa ditekan seminimal mungkin dan tentunya penularan Covid-19 terkendali, pariwisata kita bisa bangkit kembali, ekonomi bisa tumbuh," kata Menparekraf, Kamis, 25 Maret 2021.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Parwisata provinsi Riau, Roni Rakhmat mengatakan, bahwa informasi tersebut merupakan kabar baik bagi pelaku pariwisata. Ia menjelaskan, pada tahun 2020 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Provinsi Riau menurun drastis atau hanya 67.833 orang. Sedangkan tahun 2019 kunjungan Wisman di Riau mencapai 328.594 orang. 

"Kalau tidak ada pandemi Covid-19, kita optimis kujungan wisman bisa mencapai 500 ribu sampai 600 ribu. Tapi itu tidak perlu kita sesalkan. Karena tidak hanya Riau, namun seluruh dunia mengalami hal sama. Sekarang yang penting kita mencari solusi agar kunjungan wisman dapat kita tingkatkan. Dengan dibukanya pintu penerbangan luar negeri, diharapkan bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2021 di provinsi Riau," kata Roni, usai mengikuti FGD kondisi pariwisata Riau bersama Menparekraf Sandiaga Uno, Kamis (25/3/2021) malam.

Untuk itu, Roni berharap kepada Menparekraf Sandiaga Uno, melalui program TCA dapat mendorong agar pintu masuk penerbangan internasional di Bandar Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dapat dibuka kembali. Begitu juga tiga pelabuhan internasional di Riau. 

"Jadi kita berharap untuk menunjang pariwisata Riau, khususnya pariwisata halal Riau, Menparekraf dapat mendorong agar pintu masuk penerbangan luar negeri di Pekanbaru dibuka kembali," ujar Roni Rakhmat. 

Dispar Riau bersama PT Angkasa Pura II, menyambut kedatangan turis di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru, di awal tahun 2020 lalu. (Foto HO/Heru Maindikali) 

Lebih lanjut Roni menjelaskan, Riau memiliki potensi pariwisata halal, mayoritas masyarakatnya melayu dan islam.  Letak geografisnya sangat strategis yang langsung berbatasan dengan negara tetangga rumpun melayu.

"Berdasarkan kewarganegaraan, mayoritas wisman yang berkunjung ke Riau berasal dari negara rumpun melayu (Malaysia, Singapura dan Brunei) dan negara wilayah Jazirah Arab. Masuk dari pintu bandara internasional Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pelabuhan Internasional Dumai, Pelabuhan Internasional Bengkalis dan Pelabuhan Internasional Selatpanjang," tandasnya. 

Sebelumnya pemerintah melakukan penutupan pintu bandara internasional melalui Keputusan Kementrian Hukum dan HAM nomor 11 tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia. Penutupan jalur penerbangan internasional juga diterapkan oleh 216 negara yang terpapar Covid-19. Bahkan, sejumlah negara Eropa juga melakukan pengetatan peraturan perjalanan bagi warganya.

Kini Pemerintah melalui program travel corridor arrangement berupaya untuk membuka kembali pariwisata Indonesia dengan sejumlah negara telah masuk tahap finalisasi. Kesepakatan TCA telah sampai tahap akhir dengan kerjasama empat negara. 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengindikasikan ada empat negara yang bisa dimulai pembahasan finalisasi travel corridor. Yaitu Timur Tengah UEA, Singapura, Tiongkok, Belanda. Karena prinsipnya direct point to point harus ada prosedur masuk dan keluar ke negaranya.

Sambil menunggu tahap final tersebut, Kemenparekaf juga menjalankan program pilot project untuk kembali menggagas beberapa negara, di antaranya Ukraina dan Polandia, untuk percobaan awal dalam kenormalan baru. Wisman yang akan masuk ke Indonesia tetap harus menjalani sejumlah pemeriksaan, seperti PCR test, vaksin sebelum dan setelah kedatangan. Terkait wilayah Indonesia yang disepakati dalam program TCA itu di antaranya Bali, dan Lagoi - Bintan, dan Batam, Kepulauan Riau.

(MC Riau/Yan) 

Video

Ramah Tamah Pemprov Riau Dan Pemberian Bonus Untuk Atlet Berprestasi Leani Ratri Oktila

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Berita Terkait

Besok, Leani Atlet Paralimpiade Tokyo Akan Diarak

Sabtu, 18 September 2021 | 17:49:38 WIB

Gubri Harap Prestasi Catur Riau Ke Depan Bisa Lebih Baik  

Sabtu, 18 September 2021 | 15:05:35 WIB

Gubri Hadiri Acara Pelantikan Pengprov Percasi Riau

Sabtu, 18 September 2021 | 14:49:36 WIB

Peran TNI dan Polri Sangat Penting Dalam Penanganan COVID-19

Jumat, 17 September 2021 | 21:26:25 WIB

APBD-P 2021 Riau Ditargetkan Akhir September Disahkan

Jumat, 17 September 2021 | 16:27:12 WIB

Siap-siap, KASN Izinkan Evaluasi Pejabat Pemprov Riau

Jumat, 17 September 2021 | 09:17:54 WIB