Kamis, 4 Ramadhan 1442 H | 15 April 2021
Jelang Ramadan, TPID Se-Riau dan BI Cari Solusi Kendalikan Inflasi

PEKANBARU -  Menjelang bulan suci Ramadan, Bank Indonesia (BI) Kantor Wilayah Provinsi Riau beserta seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kabupaten/kota melalui Biro Perekonomian Setdaprov Riau mengadakan rapat untuk mengendalikan inflasi di Hotel Grand Jatra Pekanbaru, Rabu (7/4/2021).

Acara bertajuk High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Riau dan TP2DD yang digelar di salah satu hotel, Pekanbaru itu, dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Riau - Edy Natar Nasution, turut dihadiri Kapolda Riau, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Riau, Kepala Bulog Divre Riau Kepri, Kepala Daerah sekaligus Ketua TPID se Riau, Bagian Perekonomian se-Riau dan Tim High Level TPID Riau.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution mengatakan bahwa Riau saat ini masih sangat bergantung dengan daerah lain dalam memenuhi pasokan pangan. Antisipasi terhadap gejolak harga menjelang Ramadan harus dilakukan, agar terciptanya stabilitas harga di pasaran.

Berdasarkan data BPS Riau jumlah penduduk Riau sebanyak 6,33 juta jiwa. Untuk memenuhi kebutuhan  pangan  seperti beras, cabe merah, bawang merah, minyak goreng, gula, telur dan daging ayam, masih harus dipasok dari  daerah  luar Riau. Terlebih lagi menyambut datangnya bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1442 hijriah,

"Kami berusaha untuk memangkas alur distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat sehingga harga di pasaran bisa terkendali," kata  Wakil Gubernur Riau Edy Natar kepada  media di Pekanbaru.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Decymus mengungkapkan, tingginya angka inflasi di Riau harus diantisipasi oleh pemerintah. Ada beberapa hal yang bisa memicu inflasi, yakni salah satunya  bisa terjadi lantaran gejolak harga barang kebutuhan pokok di pasaran.

Kata dia, untuk itu perlu beberapa langkah jitu, seperti pemangkasan rantai distribusi dari produsen ke konsumen hingga pengaturan siklus pola tanam kepada para petani di Riau.

"Dalam jangka waktu tiga bulan terakhir  inflasi di Riau sudah mencapai angka 1,8 persen. Padahal, kita masih ada waktu selama 9 bulan ke depan,  Sementara target  inflasi tahunan  yang dipatok  nasional nilainy  hanya  3,5 persen plus minus 1. Jadi kondisi ini butuh upaya dan gerakan agar bisa dikendalikan sampai akhir tahun," kata Decymus.

"Stabilitas harga barang kebutuhan harus dijaga, salah satunya dengan mengatur siklus pola tanam komoditas pertanian dan memangkas alur distribusi dari produsen ke masyarakat,"  tambahnya.

(Mediacenter Riau/ger)

Video

Gubernur Riau Melantik Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Daerah (Wantikda) Provinsi Riau

Pelantikan Penjabat Bupati Indragiri Hulu

Gubernur Riau Tinjau Pembangunan Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang

Berita Terkait

Kepala Disnakertrans Beberkan Besaran THR Buruh

Rabu, 14 April 2021 | 18:02:43 WIB

Begini Cara Perpanjang SIM Online Melalui Aplikasi SINAR

Selasa, 13 April 2021 | 21:15:43 WIB

Wagubri Hadiri Lauching Aplikasi SINAR Secara Virtual

Selasa, 13 April 2021 | 17:50:43 WIB

Inilah Lokasi Tiga Kantor Samsat Baru di Riau

Selasa, 13 April 2021 | 16:09:38 WIB

Alhamdulillah, Harga Sawit Naik Jadi Rp2.358,00 per Kg

Selasa, 13 April 2021 | 15:42:38 WIB

Cegah Kerumunan, Gubri Tak Lakukan Safari Ramadan

Selasa, 13 April 2021 | 11:54:26 WIB