Sabtu, 6 Ramadhan 1442 H | 17 April 2021

PEKANBARU - Asisten I Setdaprov Riau, Jenri Salmon Ginting membuka kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) dalam percepatan penurunan stunting dalam rangka untuk persiapan penilaian kinerja aksi konvergensi atau integrasi stunting di tingkat kabupaten/kota Tahun 2021 di Ruang Rapat Melati Kantor Gubernur Riau, Kamis (8/4/2021).

Ia menjeleskan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia dibawah 5 tahun (belita). Akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan anak.

Balita di bawah usia 2 tahun yang mengalami stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal, menjadikan anak rentan terkena penyakit dan di masa mendatang akan berisiko pada penurunan tingkat produktivitasnya.

"Jika stunting tidak ditangani secara cepat akan berisiko kepada bangsa dan negara kita artinya stunting pada akhirnya secara luas akan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan, serta memperlebar ketimpangan," ucapnya.

Jenri menerangkan, berdasarkan hasil penelitian Internasional Food Policy Research Institute (IFPRI) stunting serta masalah gizi diperkirakan menurunkan Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar 3 persen per tahun.

Selanjutnya, ia menunturkan berdasarkan hasil riset kesehatan tahun 2018 menunjukkan penurunan prevensi stunting belita di tingkat Nasional sebesar 6,4 persen selama periode 5 tahun yaitu dari tahun 2013 sekitar 37,2 persen menurun pada tahun 2018 menjadi 30,8 persen. Pada Rencana  Pembanguan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 telah ditargetkan pada tahun 2024 prevensi stunting menurut menjadi 14 persen. 

Sementara di Provinsi Riau prevensi stunting dari 36,8 persen pada tahun 2013 menurut menjadi 27,4 persen pada tahun 2018. Dengan penurunan sebenarnya 9.4 persen selama 5 tahun.

"Dalam Renacana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kita menargetkan pada tahun 2024  turun menjadi 18 persen atau penurunan sebesar 2 persen pertahun," sebutnya.

Kemudian ia mengatakan untuk mengetahui perbandingan kinerja kabupaten atau kota dalam wilayah Provinsi Riau, maka diadakan rakor ini  agar dapat memberikan pedoman untuk pelaksanaan penilaian kinerja dalam rangka upaya meningkatkan konvergensi intervensi stunting kabupaten atau kota.

Ia juga berharap semoga pihak penanganan stunting semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya dalam upaya konvergensi intervensi stunting serta mempercepat penurunan stanting di Provinsi Riau.

"Dan selanjutnya perlu melakukan evaluasi pelaksanaan intervensi gizi lebih spesifik dan sensitif serta melaporkan aksi konvergensi stunting secara rutin kepada Gubernur Riau sebagai wakil pemerintah pusat di daerah," tutupnya.

(Mediacenter Riau/jd)

Video

Gubernur Riau Melantik Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Daerah (Wantikda) Provinsi Riau

Pelantikan Penjabat Bupati Indragiri Hulu

Gubernur Riau Tinjau Pembangunan Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang

Berita Terkait

Tim Pansel Komut PT BRK Bahas Persyaratan Calon

Jumat, 16 April 2021 | 14:19:58 WIB

Dewan Ingatkan, THR Karyawan Wajib Bayarkan Penuh

Kamis, 15 April 2021 | 17:26:05 WIB

Pemprov Riau Telah Siapkan Pergub Renaksi Riau Hijau

Kamis, 15 April 2021 | 17:06:36 WIB

Nilai Ekspor Riau Naik 61,71 Persen

Kamis, 15 April 2021 | 16:53:30 WIB

70 Persen Kutipan Zakat di Riau Berasal dari ASN

Kamis, 15 April 2021 | 16:37:22 WIB