Ahad, 23 Zulhijjah 1442 H | 01 Agustus 2021
Gerak Cepat Bangkitkan Sektor Parekraf, Dispar Riau Gelar Pelatihan Barista
Aktifitas petani kopi Liberika, Kepulauan Meranti, Riau (Foto: Heru Maindikali)

SELAT PANJANG - Melalui kegiatan pelatihan barista Dinas Pariwisata Riau bergerak cepat memacu kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf). 

Pelatihan Barista ini memilih bahan baku Kopi Liberika Meranti dan Teh Telang Sungai Tohor. Diikuti oleh 30 orang peserta, digelar di Kota Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Berlangsung selama 3 hari. Dimulai pada tanggal 21 hingga Jumat 23 April 2021. 

Pada pelatihan kali ini, Dinas Pariwisata (Dispar) Riau sengaja memilih materi pelatihan tentang kopi. Hal ini dikarenakan Kepulauan Meranti memiliki potensi pengembangan kopi liberika meranti dan potensi bisnis kopi yang menjanjikan. Bagi peserta yang mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat barista basic

Pelatihan Barista Dinas Pariwisata Riau (Foto Dispar Riau untuk MC Riau) 

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) provinsi Riau, Roni Rakhmat menyebutkan, kegiatan pelatihan ini dilakukan untuk memotivasi dan meningkatkan kompetensi pelaku ekraf serta promosi potensi sumberdaya lokal. 

"Ada peluang yang sangat besar pada bisnis kopi ini. Baik itu dari pariwisata maupun ekonomi kreatifnya. kemudian, selama ini orang hanya mengenal Meranti sebagai kota sagu ternyata ada potensi kopi liberika disini" ujar Kepala Dispar Riau, yang kerab disapa Wak Mamat, Kamis (22/4/2021). 

Pelatihan Barista Dinas Pariwisata Riau (Foto Dispar Riau untuk MC Riau) 

Ia berharap, pembinaan yang dilakukan ini mampu meningkatkan kompetensi para peserta, sehingga bisa menjadi motivator dan fasilitator bagi pelaku ekraf lainnya, serta mampu membuka lapangan pekerjaan. 

Kopi Liberika Meranti Riau dalam bentuk kemasan (Foto: Heru Maindikali)

Lebih lanjut, Wak Mamat menuturkan, kopi liberika meranti memiliki keunikan tersendiri. Hampir tidak ada di jenis kopi lain. Kopi jenis ini mampu tumbuh di lahan gambut. 

"Biji kopi liberika meranti memiliki ukuran lebih besar dari buah kopi arabika maupun robusta. Jika diolah melalui teknik roasting dan penyeduhan yang tepat akan mengeluarkan citarasa buah pisang dan coklat," Wak Mamat menuturkan. 

Kopi Liberika Meranti Riau dalam bentuk kemasan (Foto: Heru Maindikali)

Hadir sebagai narasumber pada pelatihan tersebut, Owner Kopi Sibuk Indonesia, Teguh Sandjoko. Materi yang disampaikan diantaranya, introduction of coffe, espresso definitive, basic latte art, resep-resep kopi, tea brewing and mixology. Bahkan peserta juga dibekali materi management of coffeeshop. 

Kepada pelaku ekraf di Kepulauan Meranti Wak Mamat berpesan, agar bisa terus berkarya dan menciptakan inovasi yang bisa memunculkan ide-ide kreatif untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. 

Kepala Dispar Riau, Roni Rakhmat (kanan) menerima cinderamata, hasil produk pelaku ekonomi kreatif, di Kepulauan Meranti (Foto Dispar Riau untuk MC Riau). 

"Saya minta untuk dapat terus berkarya, berinovasi dan memunculkan ide-ide kreatif, kita akan support pembinaan promosi dan pemasarannya. Saya lihat tadi ada beberapa kerajinan dari kayu, kuliner berbahan sagu serta mie instan sagu, ini penting untuk meningkatkan ekonomi masyarakat" tandas, Wak Mamat.

(Mediacenter Riau/yan)

Video

Gubernur Riau Serahkan Bantuan Beras PPKM Secara Simbolis di Kota Pekanbaru

Semarak Takbir Pemerintah Provinsi Riau

Gubernur Riau Bagikan Bantuan PPKM 2021 Door To Door Di Kelurahan Cinta Raja

Berita Terkait

Di Meranti, Langgar Prokes Didenda Hingga Rp500 Ribu

Ahad, 25 April 2021 | 21:36:15 WIB

543 Tenaga Kesehatan di Kepulauan Meranti Telah Divaksin

Senin, 08 Februari 2021 | 19:52:54 WIB

Pandemi Covid-19, Festival Perang Air Ditiadakan

Sabtu, 30 Januari 2021 | 10:02:15 WIB

Dorong Sagu Jadi Sumber Ekonomi Saat Pandemi Covid-19

Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:34:12 WIB