Jumat, 10 Safar 1443 H | 17 September 2021
BRGM Targetkan Restorasi Gambut dan Mangrove 21 Ribu Hektare di Riau
Ilustrasi: Kawasan hutan bakau atau mangrove di Desa Bokor, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau (Foto Heru Maindikali)

PEKANBARU - Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) menargetkan merestorasi 1,2 juta hektar lahan gambut di Bumi Lancang Kuning. Tak hanya itu saja, 21.000 hektare hutan mangrove juga akan direhabilitasi dalam tahun 2021. 

Hal ini ditegaskan Kepala  Kepala BRGM RI Hartono. Dikatakannya, pihaknya akan mengidentifikasi lahan gambut dan mangrove yang direstorasi.

"Untuk restorasi gambut, tugas kami melakukan restorasi tambahan seluas 1,2 juta hektare," ujarnya. 

Dalam mengidentifikasi lahan gambut yang akan dipulihkan, BRGM akan bekerja menurut Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG). Ini sebut dia, sudah dilakukan pihaknya.

"Setiap KHG, itu kita identifikasi dimana harus kita restorasi, dan kemudian kita proyeksikan 1,2 juta (hektare) untuk Riau itu, dimana saja. Itu sudah kita identifikasi," sebut Hartono yang saat itu didampingi Deputi III Bidang Edukasi Sosialisasi Partisipasi dan Kemitraan Myrna A Safitri.

Diterangkan Hartono, tata kerja yang dilakukan BRGM yakni terlebih dahulu akan menentukan lokasi lahan gambut yang akan dipulihkan. Hal itu, untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan di lapangan. 

"Dalam implementasinya, Bu Myrna, Deputi III akan bekerja terlebih dahulu dengan pemerintah desa, NGO untuk mempersiapkan masyarakat tersebut supaya bisa memutuskan sendiri lokasi mana yang paling tepat untuk direstorasi dan harus dilakukan apa," paparnya. 

"Ini yang namanya Desa Mandiri Peduli Gambut itu," sambung mantan Direktur Kawasan Konservasi pada Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) itu.

Setelah itu, barulah kegiatan fisik dilaksanakan. Tentu saja hal itu sesuai dengan permintaan masyarakat yang sebelumnya telah mempersiapkannya. "Presiden juga memberikan PR (pekerjaan rumah,red) untuk mengkonsolidasikan hasil restorasi sebelumnya," tutur Hartono.

Tata laksana rehabilitasi mangrove di Riau, lanjutnya, juga akan seperti itu. Menurut dia, ada sekitar 600 ribu hektare hutan mangrove yang akan dipulihkan secara bertahap. Dari jumlah itu, 21.000 hektare direalisasikan pada tahun 2021. 

"Magrove yang akan dikerjakan kira-kira seperti itu konsepnya. Jadi ditentukan dulu magrove rusaknya dimana, desa yang punya wilayah itu dimana. Kemudian Bu Myrna masuk ke situ," imbuh Hartono.

"Jadi 4 tahun ke depan, akan seperti itu," sambungnya menambahkan.

Menurutnya, umumnya hutan mangrove yang mengalami kerusakan berada di sepanjang pantai timur, atau berada di pesisir Provinsi Riau. Kerusakan ini, hampir 100 akibat ulah manusia yang tak bertanggung jawab. Seperti katanya, penebangan pohon mangrove untuk dijadikan untuk arang bakar.

"21 ribu ada di sepanjang pantai timur. Lokasi-lokasi yang sudah teridentifikasi, itu di Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Kota Dumai, Rokan Hilir, Siak, Indragiri Hilir, Pelalawan," tutup Hartono. 

(Mediacenter Riau/nur)

Video

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Penandatanganan Nota Kesepakatan Tentang Rancangan Awal Kebijakan Umum

Berita Terkait

APBD-P 2021 Riau Ditargetkan Akhir September Disahkan

Jumat, 17 September 2021 | 16:27:12 WIB

Siap-siap, KASN Izinkan Evaluasi Pejabat Pemprov Riau

Jumat, 17 September 2021 | 09:17:54 WIB

Tahun Ini DLHK Riau Bangun 100 Sekat Kanal di Tiga Daerah

Kamis, 16 September 2021 | 21:24:06 WIB

Gubri Harap Penggawa Melayu Riau Jaga Marwah Negeri

Kamis, 16 September 2021 | 13:28:33 WIB