PEKANBARU - Permasalahan yang terjadi untuk saat ini terutama terkait masih rendahnya resapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014 (baru sekitar 12 persen, red) tidak malah saling menyalahkan antara pihak Legislatif dan Eksekutuf, tapi lebih dibutuhkan konsolidasi atau kebersamaan bagaimana pembagunan bisa berjalan baik.
"Kita semuakan sudah tahu permasalahannya, jadi ndak usah salah menyelahkan. Lebih baik konsolidasi bagaimana mencari solusi terbaik untuk jalannya kegiatan pembangunan", jelas salah seorang Legislator Riau, Masnur pada wartawan saat dikonfirmasi, Rabu (2/7).
Diceritakan awal permasalahan yang terjadi, Gubernur Riau baru terpilih setelah APBD 2014 diketok palu. "Yang perlu dipahami, Gubri sudah punya visi dan misi yang disampaikan pada saat kampanye. Mungkin tidak tertampung di APBD 2014, jadi wajar saja kalau ada penyesuaian", jelasnya sembari menyebutkan juga tentu ada dana-dana tertentu tidak jalan seperti kegiatan yang dipandang serimonial, perjalan SKPD dikurangi dan ada anggaran yang perlu dibicarakan lagi.
Ditambahkan oleh Anggota Komisi D ini, masalah kegiatan untuk saat ini sudah jalan. Kalau masih rendah wajar saja karena belum termen, ada juga yang baru selesai tenter. "Permasalahan ini juga ada andil dari penggunaan SOTK baru dari Plt Gubernur sebelumnya", tambahnya. (MC Riau/ch)