Jumat, 10 Safar 1443 H | 17 September 2021
Posko Desa Diharapkan Dapat Bantu Tekan Kasus COVID-19
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito

PEKANBARU - Pemerintah mengharapkan dukungan dan peran posko desa/kelurahan untuk menyukseskan upaya pengendalian kasus COVID-19 di tingkat desa. Sebab, posko ini berfungsi untuk pencegahan, penanganan, pembinaan, pendukung. Termasuk menyebarluaskan informasi, mendidik masyarakat dan memastikan protokol kesehatan diterapkan.

"Adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro dan posko di tingkat desa/kelurahan yang berfungsi dengan baik seharusnya bisa meredam potensi kenaikan kasus," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, Senin (3/5/2021).

Menurut Wiku, pengendalian kasus COVID-19 harus selalu diupayakan oleh infrastruktur koordinasi dan kelembagaan pusat hingga daerah. Dalam organisasi Satgas Daerah dan posko tersebut sudah ada unsur pemerintah daerah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian RI (Polri), tokoh masyarakat, tokoh agama dan unsur masyarakat lainnya. Fungsi pembinaan yang dilakukan oleh anggota TNI dan Polri bila ada pelanggaran protokol kesehatan di masyarakat dalam skala mikro.

Diberitakan sebelumnya, adanya indikasi lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia dalam kurun sepekan terakhir akibat perilaku abai masyarakat terhadap protokol kesehatan. Hal ini juga dikemukakan oleh Juru Bicara COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi.

"Kemarin kita tahu, biasanya laju kasus COVID-19 di Indonesia di bawah 5.500 kasus. Kemarin faktanya meningkat sebanyak 5.800. Artinya ada tambahan sebanyak 600 kasus," kata Siti.

Walaupun kasus terkonfirmasi di Indonesia secara rata-rata masih dalam batas normal, kata Siti Nadia, namun peningkatan kasus kematian dalam sepekan terakhir meningkat sebanyak 20 persen. Selain itu, ditemukan klaster baru dalam sepekan terakhir yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia akibat perilaku abai masyarakat terhadap protokol kesehatan.

"Pekan ini muncul berbagai kluster, seperti perkantoran, buka puasa bersama, tarawih di Banyumas, mudik di Pati hingga takziah di Semarang," ujar Siti.

Ia mengatakan kemunculan klaster baru sangat mengkhawatirkan. "Sebab tingkat penyebaran virus yang bersifat masif sehingga jumlah warga yang positif terinfeksi COVID-19 meningkat dalam waktu singkat," tukasnya. 

(Mediacenter Riau/pr)

Video

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Penandatanganan Nota Kesepakatan Tentang Rancangan Awal Kebijakan Umum

Berita Terkait

Tim Satgas Optimalisasi Kebijakan Aplikasi PeduliLindungi

Jumat, 17 September 2021 | 09:58:24 WIB

Inilah Aturan Pembatasan Pintu Masuk Internasional

Kamis, 16 September 2021 | 17:10:47 WIB

Inilah Tiga Strategi TNI Sukseskan Program Vaksinasi Nasional

Selasa, 14 September 2021 | 17:39:38 WIB

Realisasi PEN Hingga 10 September 2021 Capai Rp377,5 triliun

Selasa, 14 September 2021 | 08:28:35 WIB

Cakupan Vaksinasi Jadi Indikator Penurunan Level PPKM

Selasa, 14 September 2021 | 08:18:17 WIB