Ahad, 18 Rabiul Awwal 1443 H | 24 Oktober 2021
Pemprov Riau Fasilitasi Masyarakat dan PT Chevron Terkait Tanah Terkontaminasi Minyak
Kepala DLHK Provinsi Riau, Mamun Murod

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Provinsi Riau terus memfasilitasi persoalan Tanah Terkontaminasi Minyak (TTM) antara masyarakat dengan PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI). Pasalnya banyak pengaduan masyarakat terkait TTM Chevron. 

Kepala DLHK Provinsi Riau, Mamun Murod mengatakan, pengaduan soal TTM di ladang minyak Blok Rokan ini ada yang langsung disampaikan masyarakat ke Chevron, DLHK, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. 

"Itu kalau tak salah pengaduan masyarakat yang disampaikan ke KLHK ada 132 lokasi, dan yang disampaikan ke DLHK sebanyak 297 lokasi," kata Murod, Sabtu (22/5/2021) di Pekanbaru. 

"Pengaduan itu sudah kita tindaklanjuti. Sudah banyak yang selesai, dari ratusan pengaduan ke KLHK yang kita bantu pendampingan itu ada yang sudah selesai sekitar 85 lokasi," sambungnya. 

Meski begitu, lanjut Murod, sampai saat ini pihak terus memfasilitasi pengaduan masyarakat yang merasa dirugikan, dan dilakukan verifikasi. 

"Jadi kita tak berhenti menyelesaikan pengaduan masyarakat ini. Kita tak peduli meski Chevron mau habis kontraknya. Karena kita harus membela masyarakat yang merasa dirugikan," tegasnya. 

Disinggung soal pengawasan pemulihan TTM di konsesi PT Chevron, Murod menyatakan sebenarnya izin lingkungan hidup itu dari KLHK. Maka sesuai dengan kewenangannya, kalau perizinannya itu diterbitkan oleh kementerian, maka pengawasannya juga oleh kementerian.

"Dalam hal pemulihan TTM yang melakukan pengawasan itu langsung KLHK. Tetapi kita diminta untuk melakukan pendampingan upaya pemulihan TTM yang dilakukan Chevron di Blok Rokan. Dan kita yang punya daerah kan tidak bisa diam ketika masyarakat meminta DLHK untuk membantu mereka," terangnya. 

Murod menambahkan, dalam persoalan ini Gubernur sudah menyurati Dirjen Migas, dan sudah menjawab bahwa selama PT Chevron masih aktif agar menyelesaikan persoalan TTM. 

"Kemudian setelah kontrak PT Chevron berakhir pada 8 Agustus mendatang, maka TTM itu akan ditindaklanjuti oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR). Artinya kekhawatiran kita soal TTM ini dengan adanya surat Dirjen Migas sudah jelas bahwa TTM tidak akan dibiarkan begitu saja, dan tidak menjadi tanggung jawab daerah setelah Chevron habis kontraknya," tutupnya.

(Mediacenter Riau/amn)

Info Lainnya

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Berita & Info Lainnya

Gubernur Corner

Gubernur Corner

Ramah Tamah Pemprov Riau Dan Pemberian Bonus Untuk Atlet Berprestasi Leani Ratri Oktila

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Penandatanganan Nota Kesepakatan Tentang Rancangan Awal Kebijakan Umum

Menyambut Kedatangan Paskibraka Nasional Utusan Prov Riau

Penyusunan Dan Pembahasan Rancangan APBD T.A 2022 secara Virtual

Upacara Peringatan HUT Ke-76 RI di Halaman Gedung Daerah Provinsi Riau

Pelepasan Merdeka Ekspor Komoditi Pertanian oleh Presiden RI secara

Realisasi Dana Desa di Riau Capai Rp974,04 Miliar

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 17:40:58 WIB

244 Pelamar PPPK Pemprov Riau Ikuti Seleksi Kompetensi

Kamis, 21 Oktober 2021 | 20:54:08 WIB

Seleksi Kompetensi PPPK Pemprov Riau Dimulai

Rabu, 20 Oktober 2021 | 18:35:07 WIB

Gubernur Riau Siap Dorong Pembangunan Desa Wisata

Selasa, 19 Oktober 2021 | 21:04:39 WIB

10 Kabupaten di Riau PPKM Level 3

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:18:34 WIB

Ini Sebab Harga Sawit Pecah Rekor, Petani wajib baca

Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:13:51 WIB

Harga CPO Naik Tajam, Harga Sawit Riau Moncer Terus

Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:08:41 WIB