Rabu, 16 Jumadil Akhir 1443 H | 19 Januari 2022

PEKANBARU - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Masrul Kasmy membuka acara kegiatan penilaian kinerja pemerintah daerah (Pemda) dalam aksi konvergensi pencegahan dan penurunan stunting Tahun 2021 di Ruang Rapat Usman Draman Bappedalitbang Provinsi Riau, Senin (24/5/2021). 

Dalam sambutannya, Masrul mengatakan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang berusia di bawah 5 tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang terutama pada 1000 hari pertamanya kehidupan anak. 

Ia menjelaskan, balita di bawah usia 2 tahun yang mengalami stunting akan memiliki tingkat kecerdasan yang tidak maksimal. Kemudian membuat anak menjadi lebih rentan terkena penyakit di masa mendatang dan akan mengalami resiko pada penurunan tingkat produktivitasnya.

"Pada akhirnya secara luas stunting akan menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan memperlebar ketimpangan," Ucapnya saat memberikan sambutan 

Berdasarkan hasil riset pada tahun 2016 dari Internasional Food Policy Research Institute (IFPRI), stunting dan permasalahan gizi diperkirakan akan menurunkan Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar 3 persen pertahun.

"Maka dari itu mari sama sama kita perhatikan hal ini," sebutnya. 

Berdasarkan hasil survei status gizi Indonesia Tahun 2019, seluruh stunting di Provinsi Riau diprediksikan hanya dua daerah yang stuntingnya di atas standar World Health Organization (WHO) atau di bawah 20 persen, yaitu kota Pekanbaru sebesar 18,58 persen dan kota Dumai sebesar 11,59 persen. 

Sedangkan untuk di 10 kabupaten lainnya masih tergolong di atas 20 persen meskipun sejak tahun 2013-2019 mengalami penurunan. 

Selain itu, ia juga menuturkan upaya penurunan prevalensi stunting terus dilakukan meskipun dimasa pandemi Covid-19 ini secara menyeluruh mengalami perlambatan yaitu terjadi penurunan atau gangguan pada aktivitas pelayanan seperti di puskesmas, posyandu, imunisasi dan pemantau perkembangan pertumbuhan belita. Namun demikian masih terdapat aktivitas puskesmas yang melakukan penurunan rumah sebesar 58,7 persen.

"Ini  menaruh data dari  kementerian kesehatan tahun 2020," ucapnya

Masrul juga menjelaskan upaya pencegahan stunting membutuhkan keperpaduan dan memerlukan komitmen yang tinggi dari seluruh pihak untuk mengambil kebijakan dalam menyelenggarakan intervensi gizi pada lokasi maupun kelompok sasaran prioritas.

Oleh karena itu kerja yang akan dilaksanakan sangat penting sebagai hasil kinerja dari pembinaan dan pengawasan pemerintah provinsi serta salah satu sebagai bentuk komitmen dari kepala daerah dalam upaya penurunan dan pencegahan Stunting tepat sasaran Konvergensi serta terintegrasi. 

Selain itu, ia menjelaskan bahwa hasil penilaian kinerja bukan dari nilai kinerja kesehatan akan tetapi hasil secara umum kinerja kepala daerah. 

Ia berharap Pemda yang membuahkan inovasi atau kegiatan spesifik lokal dapat digunakan sebagai alternatif dalam upaya penurunan dan pencegahan Stunting. Kemudian untuk Pemda yang belum membuahkan hasil terbaik diharapkan untuk dapat meningkatkan kinerjanya ditahun yang mendatang.

(Mediacenter Riau/jd)

Info Lainnya

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Berita & Info Lainnya

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Gubernur Corner

Gubernur Corner

Ramah Tamah Pemprov Riau Dan Pemberian Bonus Untuk Atlet Berprestasi Leani Ratri Oktila

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Bangganya Wagubri Saat Panen Padi Lahan Kering

Rabu, 19 Januari 2022 | 17:57:02 WIB

Eksisting Mangrove di Riau Mencapai 224.895 Hektar

Rabu, 19 Januari 2022 | 17:19:38 WIB

Ini Jurus Gubri Syamsuar Antisipasi Varian Omicron

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:54:38 WIB

Danrem: Setetes Darahmu, Kesempatan Hidup Bagi Saudaramu

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:19:10 WIB

Kemenag Riau : Belum Ada Pemberhentian Perjalanan Umrah

Selasa, 18 Januari 2022 | 12:23:39 WIB