Ahad, 4 Zulqaidah 1442 H | 13 Juni 2021
Bersaing dengan 71 Prodi Kehutanan se Indonesia, Fahutan Unilak berhasil terima Hibah Kemendikbudristek
Focus Grup Discussion (FGD) mengangkat tema "Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program studi Kehutanan Universitas Lancang Kuning".

PEKANBARU - Setelah bersaing ketat dengan 71 Prodi kehutanan yang ada diseluruh Indonesia, Prodi Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, berhasil mendapat hibah Bantuan Program Studi Menjadi Model CoE (Center Of Excellence), program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Melalui program ini, Fahutan Unilak menggelar kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) mengangkat tema "Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program studi Kehutanan Universitas Lancang Kuning".

FGD Pengembangan Kurikulum MBKM ini merupakan kegiatan awal dari serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh prodi Kehutanan Unilak. Sebagai konsekuensi dari terpilihnya prodi Kehutanan Unilak menjadi salah satu pemenang pada hibah.

Dekan Fahutan Unilak, Ir Emy Sadjati, M.Si mengatakan, FGD tersebut bertujuan untuk memperkuat lulusan Fakultas Kehutanan Unilak agar bisa berkualitas, bermutu, Kompetitif dan sesuai dengan perkembangan zaman, serta dunia industri. 

"Dari sebanyak 71 prodi Kehutanan yang ada diseluruh Indonesia, Prodi Fahutan Unilak menjadi satu-satunya Prodi yang lolos program hibah MBKM untuk centre of excellent. Proposal yang yang masuk untuk skema satu ada 233, dan yang lolos hanya 32 proposal," ujar Emy, melalui keterangan resmi, Jumat (11/6) di Pekanbaru. 

Dijabarkan Emy, melalui progam hibah MBKM, Prodi Kehutanan Unilak merencanakan mengajukan 7 kegiatan dari April hingga November, meliputi pengembangan kurikulum MBKM diawali dengan FGD, penyusunan pedoman pelaksanaan MBKM, kerjasama implementasi MBKM, workshop kurikulum Prodi Kehutanan berorientasi MBKM, pelaksanaan magang/praktek kerja mahasiswa, implementasi pertukaran mahasiswa dan sosialisasi program MBKM Prodi Kehutanan kepada tiga Prodi lain di Unilak. 

Melalui kegiatan FGD Fahutan Unilak menghadirkan narasumber yang berkompeten diantaranya, dosen Fahutan dan lingkungan IPB University, Dr Lailan Syaufana, perwakilan Balai Diklat KLHK, Dr Slamet Wahyudi, perwakilan PT Arara Abadi, Ir. Agus Budi Ikhtiar, dengan peserta dan Fahutan Unilak dan dibuka oleh Rektor Unilak Dr Junaidi. 

Rektor Unilak Dr. Junaidi saat membuka FGD memberikan apresiasi kepada tim Fahutan yang lolos program MBKM skema 1 center of excellent. Ia menyebutkan, bahwa keberhasilan Fahutan mendapatkan dana hibah tentunya ini momen percepatan bagi kemajuan prodi lainnya di Unilak. 

 "Keberhasilan ini tentunya menjadi model percontohan pelaksanaan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Unilak. Saya minta Dekan 1 Fahutan [Ambarita] untuk melakukan roadshow sosialisasi MBKM di seluruh Prodi yang ada di Unilak." pinta Rektor Junaidi. 

Sementara itu, Dr. Lailan Syaufana dari IPB University, mengucapkan selamat kepada Fahutan Unilak yang telah berhasil meraih MBKM. Disebutkannya, bahwa dalam merumuskan visi misi tentu saja visi misi fakultas/prodi tidak lepas dari visi misi universitas, dan visi misi universitas harus menjadi acuan fakultas. 

Dari visi misi ini menjadi profil lulusan, maka dari sini harus dirumuskan capaian prodi pembelajaran dan ini semua ada keterkaitan. "Saya menilai Visi Misi Fahutan yang memiliki nilai-nilai Budaya Melayu ini sesuatu yang khas" ujar Dr Lailan.

Dr Slamet Wahyudi dari Balai Diklat KLHK menyebutkan adanya FGD ini sangat bagus sekali. "FGD merupakan adaptasi lingkungan, adanya FGD menghasilkan kurikulum baru yang menghadirkan alumni Fahutan yang siap pakai. Di KLHK untuk wilayah UPT Riau saya pikir pensuplai SDM nya adalah Unilak, kampus pertama yang menghasilkan alumni kehutanan adalah Unilak, dan banyak sekali alumni Fahutan Unilak yang menjadi ASN," ujar Dr Slamet.

Diberitakan sebelumnya, Unilak berhasil mendapat hibah program Program Bantuan Program Studi Menjadi Model CoE (Center Of Excellence), Merdeka Belajar Kampus Merdeka. 

Unilak menjadi penerima bersama 31 kampus lainnya di Indonesia, setelah proposal program bantuan yang mereka ajukan ke Kemdikbudristek disetujui, sehingga program studi di perguruan tinggi tersebut didanai dan diundang untuk mengikuti bimbingan teknis Program Bantuan Program Studi Menjadi Model CoE (Center Of Excellence) Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.

(Mediacenter Riau/yan)

Video

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Launching Penerapan Belanja Langsung Pemerintah Provinsi Riau

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kuansing

Berita Terkait