Kamis, 20 Zulhijjah 1442 H | 29 Juli 2021
BBKSDA Riau Lakukan Survei usulan Kawasan Ekosistem Esensial di Inhil
Jajaran BBKSDA Riau lakukan kunjungan kerja di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau

PEKANBARU - Dipimpin Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono beserta rombongan BBKSDA Riau lakukan kunjungan kerja di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, beberapa waktu lalu. Kunjungan kerja dilakukan untuk survey lokasi Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka mendorong lokasi yang berada pada kabupaten tersebut menjadi KEE. Karena dianggap kelestariannya sangat diperlukan guna menunjang kehidupan masyarakat terutama nelayan.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono, melalui keterangan resmi kepada media, Selasa (15/6/2021) menjelaskan, bahwa Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) diartikan sebagai kawasan bernilai ekosistem penting yang berada di luar Kawasan Suaka Alam (KSA), Kawasan Pelestarian Alam (KPA), dan Taman Buru (TB).

Secara ekologis kawasan itu menunjang kelangsungan kehidupan melalui upaya konservasi keanekaragaman hayati untuk kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia yang ditetapkan sebagai kawasan yang dilindungi. 

 

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono (kanan) beserta rombongan BBKSDA Riau lakukan kunjungan kerja di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, 

 

"Indragiri Hilir menyimpan banyak kekayaan fauna dilindungi seperti harimau sumatera, buaya, berbagai jenis burung dilindungi dan burung imigran yang saat ini telah jarang dijumpai, serta flora berupa kawasan mangrove terbesar di Riau. Potensi wisata yang cukup menjanjikan juga ada yaitu wisata mangrove Pantai Solop yang berada di Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah dan Terumbu Mabloe yang berada di Desa Sungai Belah, Kecamatan Kuala Indragiri, Indragiri Hilir," bebernya.

"Semoga ini menjadi langkah koordinasi yang lebih baik menuju Riau hijau yang sejahtera," katanya.

Kunjungan kerja yang juga dihadiri oleh Pemda Inhil dan anggota DPRD komisi III Indragiri Hilir, Hasanuddin itu pihaknya juga lakukan pelepasliaran satwa yang dilindungi yaitu seekor elang brontok (Nisaetus cirrhatus) dan seekor elang jenis elang-laut dada-putih (Haliaeetus leucogaster). Kemudian 10 ekor satwa liar yang tidak dilindungi yaitu burung jalak kebo (Acridotheres javanicus)

Pelepasliaran selain sebagai wujud nyata upaya pelestarian satwa liar ke habitatnya juga sekaligus untuk memperingati milad Kabupaten Indragiri Hilir ke - 56 yang jatuh pada hari Senin (14/06) dan dalam rangka road to HKAN 2021 yang akan dilaksanakan pada 10 Agustus 2021 mendatang.

Video

Gubernur Riau Serahkan Bantuan Beras PPKM Secara Simbolis di Kota Pekanbaru

Semarak Takbir Pemerintah Provinsi Riau

Gubernur Riau Bagikan Bantuan PPKM 2021 Door To Door Di Kelurahan Cinta Raja

Berita Terkait