Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1443 H | 22 Januari 2022
Aktivitas illegal loging di dalam kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Rimbang dan Bukit Baling, Desa Pangkalan Indarung, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.

PEKANBARU - Tim Ditjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Balai Besar KSDA Riau, dan TNI menghentikan aktivitas penebangan ilegal (illegal loging) di dalam kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Rimbang dan Bukit Baling, Desa Pangkalan Indarung, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. 

"Pada Kamis, 10 Juni 2021 lalu, Tim mengamankan dua pelaku berinisial RB (41) dan RC (23), serta barang bukti berupa 15 batang kayu bulat dan buldoser," kata Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Ditjen Gakkum KLHK, Sustyo Iriyono melalui keterangan resmi kepada media, dikutip Kamis (17/6/2021). 

Ia menjelaskan, saat ditangkap RB sedang menjalankan buldoser dibantu RC sebagai kernet untuk membuka jalan. Buldoser juga digunakan untuk menarik kayu bulat menggunakan kawat sling. Para pelaku saat ini diamankan di Kantor Seksi Wilayah II Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera.

"Operasi ini adalah upaya penyelamatan habitat harimau sumatera, SM Bukit Rimbang Bukit Baling, salah satu kawasan konservasi di Provinsi Riau," jelasnya. 

Lebih lanjut menurut Sustyo, penggunaan alat berat untuk mengangkut kayu tebangan ilegal menunjukkan kegiatan itu ada pemodalnya. “Saat ini penyidik sedang mendalami siapa saja pemodalnya,” ungkapnya.

Sementara, Dirjen Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani, mengatakan bahwa para pelaku khususnya pemodal kejahatan illegal logging yang mendapatkan keuntungan dengan merusak kawasan konservasi dan mengancam kehidupan masyarakat harus ditindak tegas. 

“Mereka harus dihukum seberat-beratnya, agar jera. Kami tidak akan berhenti menindak pelaku kejahatan terhadap sumber daya alam,” tegas Rasio. 

Para pelaku penebangan ilegal melanggar Pasal 83 Ayat 1 Huruf a Jo. Pasal 85 Ayat 1 Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, Jo. Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan dendan paling banyak Rp 10 miliar.

(Mediacenter Riau/asn)

Info Lainnya

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Berita & Info Lainnya

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Gubernur Corner

Gubernur Corner

Ramah Tamah Pemprov Riau Dan Pemberian Bonus Untuk Atlet Berprestasi Leani Ratri Oktila

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Gubernur Riau Syamsuar Puji Usaha Madu Kuansing

Senin, 10 Januari 2022 | 19:47:55 WIB

Kejari Kuansing Sita Rp1,5 Miliar Hasil Korupsi

Kamis, 30 Desember 2021 | 14:52:41 WIB

Kejari Kuansing Terbanyak Tangani Perkara Korupsi

Rabu, 29 Desember 2021 | 12:10:19 WIB

BIN Riau Vaksin Ribuan Warga Rohul dan Kuansing

Senin, 22 November 2021 | 15:13:44 WIB

Hadapi Bencana Alam Prajurit TNI Harus Tangguh

Senin, 15 November 2021 | 17:41:04 WIB

Dandrem Pimpin Apel Kesiapan Latihan Karlahut di Kuansing

Senin, 15 November 2021 | 17:17:49 WIB

Gubernur Riau : Tanaman Padi Solusi atasi Stunting

Rabu, 13 Oktober 2021 | 20:42:32 WIB

16 Truk ODOL Terjaring Razia, Ini Jadwal Sidangnya

Senin, 11 Oktober 2021 | 17:02:17 WIB

Tim Gabungan Kembali Kandangkan 5 Truk ODOL di Kuansing

Kamis, 07 Oktober 2021 | 20:51:40 WIB