Rabu, 7 Jumadil Awwal 1444 H | 30 November 2022
Begini cara membuat Pestisida Organik berbahan Rempah

PEKANBARU - Hama tanaman adalah musuh bagi para petani. Hingga saat ini, penggunaan pestisida kimia masih dianggap ampuh untuk mengusir hama. Namun, harganya lumayan mahal dan tidak ramah lingkungan. Solusi ampuh untuk kelompok tani agar bisa membasmi hama tanaman tanpa menggunakan pestisida kimia adalah dengan menggunakan pestisida organik. 

Untuk membantu para petani Tim Dosen Fakultas Kehutanan (Fahutan) Unilak membantu para kelompok tani untuk membuat pestisida organik berbahan rempah-rempah dan bahan bakunya mudah di dapat.

Tim Dosen Fakultas Kehutanan (Fahutan) Unilak yang membantu Kelompok Tani Kampung Okura tersebut terdiri dari Eni Suhesti SHut M.Si, sebagai ketua, dan Hadinoto SHut MSi, Dodi Sukma RA SHut MSi sebagai anggota.

Menurut Ketua Tim Eni Suhesti, tujuan pembuatan pestisida organik yaitu agar masyarakat memahami kelebihan dan keuntungan penggunaan pestisida organik dan mampu membuatnya sendiri dari bahan-bahan alami yang mudah didapatkan serta mampu mengaplikasikannya pada tanaman, sehingga akan mendapatkan hasil pertanian (sayuran dan buah-buahan) yang sehat.

Disebutkan Eni bahan baku pembuatan pestisida yaitu 6 lembar daun Sirsak, 1 lembar daun Pepaya, 1 helai Lidah Buaya, 1 batang Serai dan 2 siung Bawang Putih.

Bahan rempah rempah tadi kemudian dipotong ukuran kecil, bahan yang telah dipotong halus kemudian diblender, atau ditumbuk, setelah itu bahan dimasukkan ke dalam botol ukuran 1 liter, dan diisi air sampai penuh. Kemudian didiamkan selama dua hari, agar senyawa-senyawa aktif di dalam masing-masing bahan bahan keluar dan berfungsi untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi yakni, pengajaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

"Kegiatan diadakan Selasa (10/6/2021) lalu. Pestisida ini ramah lingkungan dan berproses secara alami, jadi baik bagi tanaman, tanah," ujar Eni, melalui keterangan resmi kepada media, Sabtu (19/6/2021).

"Pada saat praktek, kelompok ibu-ibu sangat antusias, karena langsung melihat prosesnya dan mudah. Mereka berharap tim dosen Fahutan terus dapat membantu kelompok tani," tandas Eni.

(Mediacenter Riau/yan)

Info Lainnya

Info Riau Sepekan

Info riau sepekan (20/9/2022)

Berita & Info Lainnya

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Gubernur Corner

Kapolresta Pekanbaru Pimpin Apel Pengamanan Tour de Siak

Rabu, 30 November 2022 | 16:54:15 WIB

Hari Ini, Seluruh Pembalap Tour de Siak 2022 Tiba di Riau

Rabu, 30 November 2022 | 15:40:17 WIB

Pembalap Tour de Siak Datang ke Riau

Rabu, 30 November 2022 | 11:57:15 WIB

Turun Rp33, Harga Pinang Kering di Riau Rp10.000 per Kg

Rabu, 30 November 2022 | 09:32:39 WIB

Siaga Darurat Karhutla di Riau Dicabut

Rabu, 30 November 2022 | 09:21:06 WIB

Empat Arahan Presiden untuk Tingkatkan Produk Dalam Negeri

Selasa, 29 November 2022 | 17:09:32 WIB

Tok! APBD Pekanbaru 2023 Disahkan Rp2,699 Triliun

Selasa, 29 November 2022 | 16:58:30 WIB

Bangun 2 Sekat Kanal, DLHK Riau Verifikasi Administrasi SPJ

Selasa, 29 November 2022 | 14:28:48 WIB