Jumat, 17 Safar 1443 H | 24 September 2021
Remisi Untuk Tiga Napi Rutan Pekanbaru Yang Coba Kabur Dicabut

PEKANBARU - Buntut dari percobaan melarikan diri, pada Sabtu (10/7/21) pukul 03.00 WIB lalu, tiga napi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru, dipastikan tidak mendapatkan remisi  pembebasan bersyarat. 

Selain itu, ketiga warga binaan pemasyarakatan berinisial FH, IP serta UAH kembali menjalani hukuman ditempatkan di blok pengasingan (strap sel). 

"Tidak mendapatkan pembebasan bersyarat.  Kita sudah lakukan pengasingan," kata Kepala Rutan Pekanbaru, M Lukman, di kantornya, saat melakukan ekspos barang bukti percobaan pelarian tiga tahanan, Senin (12/7/21). 

Pencabutan hak mendapatkan remisi pembebasan berayarat tersebut sebagai tindakan tegas atas pelanggaran keras terhadap napi yang mencoba kabur dari tahanan. Hal itu juga sekaligus peringatan bagi tahanan lainnya. 

Ada pun penempatan ketiga napi di ruang  strap sel, sekaligus untuk kepentingan intrograsi. Saat ini petugas masih melakukan pendalaman bagaimana para napi menjebol pentelasi besi kamar tahanan. 

Dugaan sementara, ketiga napi berhasil menjebol pentelasi menggunakan gergaji kecil. Namun barang bukti yang diakui napi sudah dibuang itu masih dicari petugas. 

Selain itu, petugas juga berkepentingan untuk mengungkap, apakah ada motif lain dari pelarian itu. Hal ini mengingat, dua dari tiga napi adalah terpidana kasus narkoba. Sedangkan satu lagi, kasus penggelapan.

"Kita masih terus lakukan pendalaman. Bagaimana bisa menjebol pentilasi ruang tahanan. Saya yakin, ini pasti ada otak pelakunya dan ini terencana. Ini memang pertanyaan besar kita," ungkap Lukman. 

Lebih lanjut, Lukman membeberkan selama menjalani masa penahanan, ketiga napi memang dikenal berprilaku buruk. Ketiganya ditahanan di ruang kamar isolasi yang sama," jelas Lukman.

Inisial UAH, merupakan terpidana lima tahun, kasus narkoba. Selama ditahan, sering berantam, sering ngerocokin sesama kawan tahanan lainnya atau bikin onar tanpa sebab.

Inisial FH terpidana 1,8 bulan, sama sering bikin onar. Sering melakukan pelanggaran aturan. 

Sementara inisial IP papar Lukman lagi, punya catatan buruk sebelumnya adalah pindahan dari Lapas Narkotika Rumbai. Dimana saat hendak dilakukan perawatan di rumah sakit, juga berupaya melarikan diri. Setelah berhasil diamankan lalu dipindahkan ke Rutan. 

"Nah sekarang kembali mencoba melarikan diri. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Upaya melakukan penjagaan dan berharap tak terulang lagi," tutup Lukman.

Terkait ekspos barang bukti, Lukman memperlihatkan barang bukti percobaan pelarian. Seperti kain dan kaos kaki yang sudah diikat yang digunakan untuk memanjat tembok. Kemudian ada juga sepotong kayu yang digunakan salah seorang pelaku berinisial UAH untuk melakukan perlawanan terhadap petugas.(MC Riau)

(Mediacenter Riau/mtr)

Video

Ramah Tamah Pemprov Riau Dan Pemberian Bonus Untuk Atlet Berprestasi Leani Ratri Oktila

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Berita Terkait

Gubernur Riau : Pelayanan COVID-19 di Puskesmas Gratis

Senin, 02 Agustus 2021 | 15:39:59 WIB

Beruang Madu Yang Terjerat Dikembalikan ke Habitat

Senin, 02 Agustus 2021 | 15:30:50 WIB

Polres Dumai Tangkap 4 Pelaku Ilegal Logging

Jumat, 23 Juli 2021 | 19:37:55 WIB

PSPS Riau Luncurkan Bus Baru

Rabu, 14 Juli 2021 | 20:23:07 WIB