Selasa, 17 Rajab 1444 H | 07 Februari 2023
Pemerintah Mulai Penyuntikan Vaksin Booster untuk Tenaga Kesehatan

PEKANBARU - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memulai penyuntikan vaksin booster untuk tenaga kesehatan (nakes) dengan menggunakan vaksin Moderna. Vaksinasi pertama dilakukan terhadap tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Jumat (16/07/2021).

Sebanyak 50 Guru Besar FKUI dan sejumlah dokter mendapatkan vaksinasi di RS tersebut. Pelaksanaan vaksinasi ini ditinjau langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menkes Dante Saksono Harbuwono.

Menkes Budi mengatakan yang divaksinasi pertama kali ini adalah para senior Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Dengan demikian, hal tersebut diharapkan dapat diikuti oleh tenaga kesehatan lainnya tanpa ragu.

”Harapan kami kalau para senior ini yakin untuk bisa menerima vaksin booster atau vaksin yang ketiga dengan Moderna ini, seharusnya para juniornya, murid-muridnya juga bisa mengikuti  [divaksinasi] dengan segera. Jadi harapan saya segera para nakes ini diberikan booster yang ketiga untuk bisa melindungi mereka sehingga mereka bisa bekerja dengan lebih tenang,” katanya usai meninjau pelaksanaan vaksinasi.

Selanjutnya, vaksinasi bagi tenaga kesehatan lainnya dapat segera dilakukan. Menkes menilai pelaksanaan vaksinasi booster untuk tenaga kesehatan ini akan lebih mudah mengingat tempat kerja mereka ada di fasilitas layanan kesehatan.

”Kebetulan nakes itu kan kerjanya di fasilitas kesehatan jadi relatif harusnya jauh lebih mudah. Saya lihat [vaksinasi] kemarin itu sekitar tujuh minggu atau delapan minggu sudah bisa selesai 1,5 juta, saya harapkan kali ini bisa lebih cepat selesai karena kan hanya satu kali suntik,” ujarnya

Profesor Aman Pulungan, salah satu Guru Besar FKUI yang selesai divaksinasi booster mengaku tidak merasakan efek apapun. Ia meyakini vaksinasi booster dengan vaksin Moderna ini dapat meningkatkan kekebalan imunitas tubuh.

”Saya sangat yakin dengan vaksin Moderna, [vaksinasi] yang pertama dan kedua itu dengan Sinovac platformnya inactivated virus, kalau ini pakai Moderna dengan platform berbeda. Jadi saya rasa ini yang paling baik,” ucap Profesor Aman.

Vaksin Moderna menggunakan platform mRNA-1273 yang berisi gen pengkode protein antigen milik virus Corona jenis baru bernama Spike.

Ia mengimbau kepada seluruh tenaga kesehatan untuk segera divaksinasi ketiga, apalagi untuk virus varian Delta ini dibutuhkan imunitas kuat, terutama saat menghadapi pasien positif COVID-19 secara langsung.

”Karena kita ini frontliner untuk nakes jadi kita tentu harusnya lebih terlindungi karena langsung berhadapan dengan pasien positif COVID-19. Jadi kalau saya sarankan seluruh nakes jangan ragu-ragu sesegera mungkin kalau ada kesempatan untuk dapat diimunisasi yang ketiga,” ujar Profesor Aman.

MC Riau

Info Lainnya

Info Riau Sepekan

Info riau sepekan (20/9/2022)

Berita & Info Lainnya

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Gubernur Corner

Presiden Jokowi Minta OJK Dukung Program Hilirisasi

Senin, 06 Februari 2023 | 16:15:34 WIB

Peduli Ekonomi Desa, Gubernur Syamsuar Terima Penghargaan

Kamis, 02 Februari 2023 | 22:38:12 WIB

Waspada, 4 Masalah Gizi Ini Berisiko Anak Jadi Stunting

Ahad, 29 Januari 2023 | 12:21:58 WIB

Prevalensi Stunting Turun, Namun Harus Tetap Waspada

Jumat, 27 Januari 2023 | 20:20:46 WIB

Yuk Cegah Stunting pada Anak dengan Protein Hewani

Jumat, 27 Januari 2023 | 16:47:30 WIB

Presiden Apresiasi Kerja Keras Jajaran Tangani Pandemi

Kamis, 26 Januari 2023 | 14:59:50 WIB

Presiden Tegaskan Biaya Haji Tahun 2023 Masih Dikaji

Selasa, 24 Januari 2023 | 15:54:08 WIB

Berikut Mekanisme Pelaksanaan Rekruitmen Komcad 2023

Jumat, 20 Januari 2023 | 17:42:06 WIB

Menag Usulkan Ongkos Haji Rp69,1 Juta

Jumat, 20 Januari 2023 | 12:11:10 WIB