Ahad, 12 Safar 1443 H | 19 September 2021

PEKANBARU - Bea keluar ekspor CPO sawit dan turunannya mengalami lonjakan signifikan akibat tingginya harga tandan buah segar atau TBS di Provinsi Riau. Sektor ini pun memberikan kontribusi yang besar terhadap penerimaan Bea Cukai di Kantor Wilayah DJBC Riau.

Tercatat pada semester pertama 2021, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar DJBC Riau sebesar Rp4,67 triliun atau 1.584,77% dari target yang ditetapkan yaitu sebesar Rp294,98 miliar. Capaian penerimaan Kantor Wilayah DJBC Riau tersebut juga menunjukkan peningkatan sebesar 1.891,52 persen secara year-on-year (YoY) jika dibandingkan semester pertama pada 2020. 

"Lonjakan penerimaan ini didorong dari sisi penerimaan Bea Keluar yang dikenakan terhadap komoditas ekspor CPO dan turunannya yang mengalami kenaikan dikarenakan terjadinya peningkatan Harga Referensi kelapa sawit, CPO, dan produk turunannya serta produk campuran dari CPO dan produk turunannya dan produk turunannya," kata Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Riau Hartono Sutarjo, Jumat (23/7/2021)

Dia menjelaskan kenaikan Harga Referensi tersebut telah berlangsung sejak akhir 2020 dan berjalan hingga saat ini. Pada semester pertama 2021, harga referensi komoditi CPO bergerak di kisaran US$951,86/MT sampai dengan US$1.223,9/MT. Sehingga tarif BK mengalami peningkatan dari yang awalnya berada di kolom 6 pada Januari 2021, bergerak naik menjadi berada di kolom 11 pada Juni 2021. 

(Mediacenter Riau/mlb)

Video

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Penandatanganan Nota Kesepakatan Tentang Rancangan Awal Kebijakan Umum

Berita Terkait

Pekanbaru dan Dumai Terima Penghargaan TPID Award 2021

Kamis, 16 September 2021 | 14:41:57 WIB