Ahad, 12 Safar 1443 H | 19 September 2021

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar membuka forum konsultasi publik perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau Tahun 2019-2024 di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (26/7/2021).

Gubri menerangkan, wabah pandemi COVID-19 ini telah menjadi bencana dari segi kesehatan dan kemanusiaan sehingga berimbas pada semua lini kehidupan manusia. Baik dari masalah kesehatan hingga ke permasalahan sosial, ekonomi, bahkan sektor keuangan.

"Seperti pada pertumbuhan ekonomi Riau Tahun 2020, yang mengalami penurunan sebesar 1,12 persen," kata Gubri.

Selanjutnya, Gubri menjelaskan Provinsi Riau merupakan provinsi dengan produk domestik regional bruto terbesar keenam di Indonesia atau terbesar kedua di luar pulau Jawa. Yang mana kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Riau terhadap total PDRB seluruh Provinsi di Indonesia adalah sebesar 4,62 persen.

"Pertumbuhan ekonomi yang diukur dari PDRB Provinsi Riau dari sisi lapangan usaha sektor yang memberikan kontribusi terbesar untuk meningkatkan perekonomian Provinsi Riau yakni industri pengolahan sebesar 28,27 persen," lanjutnya.

Kontribusi terbesar kedua adalah sektor pertanian kehutanan dan perikanan sebesar 26,83 persen. Kontribusi terbesar ketiga sektor pertambangan dan penggalian sebesar 17,86 persen, serta beberapa kontribusi dari sektor lainnya.

Pandemi COVID-19 ini juga memberikan dampak pada penurunan indikator makro ekonomi di Provinsi Riau, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2020 sebesar 72,71 atau menurun sebesar 0,9 poin dibanding tahun 2019 yaitu 73.

"Meskipun pencapaian IPM Riau menurun, akan tetapi di baik dari capai nasional 71,94," ungkapnya.

Untuk itu, menurut Gubri, perlu dilaksanakan konsultasi publik perubahan RPJMD ini. Yang mana merupakan tahapan dalam penyusunan perencanaan pembangunan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan.

"Hal ini tentunya sebagai upaya untuk mendapatkan masukan terhadap tujuan sasaran strategi arah kebijakan dan program pembangunan daerah yang telah dirumuskan dalam rancangan awal perubahan RPJMD," ucapnya.

Sehingga apa yang telah menjadi visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Tahun 2019-2024 yaitu terwujudnya Provinsi Riau yang berdaya saing, serta bermartabat dan unggul di Indonesia dapat terwujud.

Turut hadir Wakil Gubernur Riau Edy Nasution, Ketua DPRD Provinsi Riau Yulisman, Pj Sekdaprov Riau Masrul Kasmy, Asisten I Setdaprov Riau Jenri Salmon Ginting, Asisten III Setdaprov Riau Syahrial Abdi, Kepala Bappeda Litbang Riau Emri Juli Harnis, dan undang lainnya baik secara luring dan daring.

(Mediacenter Riau/dw)

Video

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Penandatanganan Nota Kesepakatan Tentang Rancangan Awal Kebijakan Umum

Berita Terkait

Besok, Leani Atlet Paralimpiade Tokyo Akan Diarak

Sabtu, 18 September 2021 | 17:49:38 WIB

Gubri Harap Prestasi Catur Riau Ke Depan Bisa Lebih Baik  

Sabtu, 18 September 2021 | 15:05:35 WIB

Gubri Hadiri Acara Pelantikan Pengprov Percasi Riau

Sabtu, 18 September 2021 | 14:49:36 WIB

Peran TNI dan Polri Sangat Penting Dalam Penanganan COVID-19

Jumat, 17 September 2021 | 21:26:25 WIB

APBD-P 2021 Riau Ditargetkan Akhir September Disahkan

Jumat, 17 September 2021 | 16:27:12 WIB

Siap-siap, KASN Izinkan Evaluasi Pejabat Pemprov Riau

Jumat, 17 September 2021 | 09:17:54 WIB

Tahun Ini DLHK Riau Bangun 100 Sekat Kanal di Tiga Daerah

Kamis, 16 September 2021 | 21:24:06 WIB