Senin, 13 Safar 1443 H | 20 September 2021

PEKANBARU - Deputi Perencanaan dan Evaluasi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Profesor Satyawan Pudyatmoko menyampaikan bahwa penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) sebagai salah satu langkah untuk mengatasi kerusakan gambut di Provinsi Riau.

Sehingga melalui RPPEG ini nantinya ekosistem mangrove dan juga restorasi gambut dapat dilakukan dengan lebih baik dan lebih terarah pada masa yang akan datang.

"Sebenarnya RPPEG dibuat atau disusun sebagai langkah koreksi terhadap apa yang telah terjadi di masa lampau agar tidak terulang kembali," katanya dalam FGD penyusunan RPPEG Provinsi Riau secara virtual, Selasa (27/7/21).

Satyawan menyebutkan, terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, menyadarkan banyak pihak akan pentingnya pengelolaan hutan terutama pengelolaan ekosistem gambut dengan lebih baik lagi.

Terkait gambut termasuk juga mangrove ini, pihaknya menyadari bahwa sebenarnya bahwa kedua ekosistem ini merupakan isu yang sangat penting terkait pemanasan global yang ancamannya semakin lama semakin luar biasa.

"RPPEG ini amanah peraturan pemerintah Nomor 57 Tahun 2006 tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut yang dilakukan mengacu pada RPPEG tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota," sebutnya.

Lebih jauh ia menambahkan, FGD yang dilakukan Pemprov Riau saat ini adalah dalam rangka penyusunan RPPEG Provinsi Riau yang perencanaannya diharapkan nanti betul-betul mampu mengarahkan agar perencanaan ini menjadi solusi untuk mengatasi problem yang ada. Untuk itu harus ada masukan dari banyak pihak agar RPPEG ini menjadi komprehensif dan bermanfaat bagi masyarakat, sehingga ada solusi permanen mengatasi permasalahan gambut ini.

"Sehingga impian kita ada solusi permanen terkait ini (permasalahan gambut), ekosistem fisiknya bagus, tata air dan kondisi sosial ekonomi masyarakat juga bagus," tutupnya.

Sementara itu Gubernur Riau Syamsuar mengharapkan dukungan dan peran aktif seluruh pihak yang memahami restorasi gambut dalam upaya penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) di Provinsi Riau.

Sehingga dengan adanya kajian yang diselenggarakan terkait RPPEG, mampu menghasilkan rumusan kebijakan yang bermanfaat dalam perbaikan kualitas lingkungan hidup dan pemulihan sistem penyangga kehidupan serta kemandirian ekonomi masyarakat. 

"Kami mengharapkan kebijakan ini dapat mendorong kelestarian manfaat sumber daya kawasan hidrologi gambut di Riau. Sekaligus mengendalikan emisi gas rumah kaca dari lahan gambut sebagai kontribusi Riau pada capaian target nasional Indonesia di tingkat global," kata Gubri Syamsuar. 

Ia berkeyakinan keberhasilan di sektor ini akan mendukung terwujudnya tujuan pembangunan "Riau Hijau," yang mengusung tiga pilar utama yaitu meningkatkan pengendalian kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup, meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya alam dan meningkatkan bauran energi dari sumber daya alam terbarukan.

(Mediacenter Riau/ip)

Video

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Penandatanganan Nota Kesepakatan Tentang Rancangan Awal Kebijakan Umum

Berita Terkait

Besok, Leani Atlet Paralimpiade Tokyo Akan Diarak

Sabtu, 18 September 2021 | 17:49:38 WIB

Gubri Harap Prestasi Catur Riau Ke Depan Bisa Lebih Baik  

Sabtu, 18 September 2021 | 15:05:35 WIB

Gubri Hadiri Acara Pelantikan Pengprov Percasi Riau

Sabtu, 18 September 2021 | 14:49:36 WIB

Peran TNI dan Polri Sangat Penting Dalam Penanganan COVID-19

Jumat, 17 September 2021 | 21:26:25 WIB

APBD-P 2021 Riau Ditargetkan Akhir September Disahkan

Jumat, 17 September 2021 | 16:27:12 WIB

Siap-siap, KASN Izinkan Evaluasi Pejabat Pemprov Riau

Jumat, 17 September 2021 | 09:17:54 WIB