Ahad, 12 Safar 1443 H | 19 September 2021
15 Desa di Pelalawan Jaga Desa dari Kebakaran Hutan dan Lahan
Hibrid penandatanganan kerjasama Program Desa Bebas Api antara PT RAPP dengan 15 desa, Kamis (29/7).

PEKANBARU – Sebanyak 15 desa di Kabupaten Pelalawan siap menjaga desa mereka dari kebakaran hutan dan lahan. Para kepala desa dan warganya berkomitmen untuk tidam membuka lahan dengan cara membakar.

Program Desa Bebas Api atau Fire Free Village Program (FFVP) di Kabupaten Pelalawan itu digagas PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang merupakan bagian dari Grup APRIL

Program ini merupakan inovasi holistik grup APRIL sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus edukasi dan pemberdayaan masyarakat di masa pandemi COVID-19 ini. Tahun 2021 ini, sebanyak 17 desa dari Kabupaten Pelalawan dan Siak turut andil dan berkomitmen untuk menjaga wilayahnya dari karhutla.

Bupati Pelalawan, H Zukri Misran menyampaikan, program Desa Bebas Api RAPP tersebut sebagai sebuah upaya pencegahan dini karhutla. Menurutnya, adanya program ini RAPP telah membantu pemerintah dalam penggulangan karhutla dan mewujudkan Pelalawan bebas dari api.

"Perlu kita ketahui mayoritas desa yang ikut program desa bebas api ini berada di kawasan gambut yang cukup luas dan rawan terjadi karhutla. Jadi saya mengapresiasi langkah yang diambil oleh RAPP yang mengajak desa-desa untuk mencegah karhutla,” ujar Zukri dalam acara hibrid penandatanganan kerjasama Program Desa Bebas Api antara PT RAPP dengan 15 desa, Kamis (29/7).

Zukri mengharapkan desa-desa peraih penghargaan dapat memanfaatkan bonusnya dengan baik dan disisihkan untuk peralatan pemadam serta pemberdayaan Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai ujung tombak desa di lapangan.

"Para kepala desa harus bisa memetakan wilayahnya, mana lahan gambut tidur dan mana yang berpotensi kebakaran. Jadi kita tidak lagi bicara penanganan atau pemadaman, melainkan pencegahan dengan pemetaan risiko. Walaupun terjadi kebakaran, lebih cepat ditanggulangi. Jangan sampai gara-gara karhutla ini, selain lingkungan rusak, ekonomi kita pun bisa hancur dibuatnya," kata Zukri.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Pelalawan, Kompol Daud Sianturi mengatakan program Desa Bebas Api menjadi motivasi untuk desa-desa lain di Kabupaten Pelalawan.

"Tujuannya baik sekali agar desa-desa yang ada terpacu untuk menjaga wilayahnya dari kebakaran. Kami mengapresiasi gagasan RAPP ini agar wilayah kita terbebas dari karhutla dan kabut asap, sehingga Pemerintah, TNI dan Polri juga terbantu," ujarnya.

Tahun 2021 ini, sebanyak 15 desa di Kabupaten Pelalawan terlibat dalam  Program Desa Bebas Api, yaitu Desa Lalang Kabung, Pangkalan Kerinci Timur dan Rantau baru. Untuk Program Desa Tangguh Api atau Fire Resilience Community (FRC), yaitu Desa Ransang, Sungai Ara, Sering, Pelalawan, Langgam, Penarikan, Pangkalan Gondai, Teluk  Meranti, Teluk Binjai, Petodaan, Kuala Panduk dan Pangkalan Terap.

Direktur PT RAPP, Mulia Nauli menjelaskan, sejak diluncurkan Program Desa Bebas Api atau Fire Free Village Program/ FFVP berhasil menurunkan tingkat karhutla. Awalnya, karhutla terjadi seluas 4.279 hektar pada tahun 2013 menjadi 22 hektar pada tahun 2020 di desa-desa peserta program Desa Bebas Api. 

Menurut Mulia, pencapaian itu berkat kerjasama dan peran serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat.

"Hingga hari ini RAPP telah bermitra dengan 39 desa di 5 Kabupaten di Provinsi Riau, mencakup total wilayah sekitar 803.684 hektar. Untuk kabupaten Pelalawan sebanyak 18 Desa sudah mengikuti program Desa Bebas Api," jelas Mulia.

Mulia menyampaikan, program Desa Bebas Api memiliki lima elemen sebagai strategi untuk mewujudkan “zero fire”. Elemen itu antara lain penghargaan kepada desa yang tidak terjadi kebakaran selama 3 bulan, keterlibatan Crew Leader untuk mendukung pencegahan kebakaran, memberikan bantuan pembukaan lahan melalui peralatan pertanian, meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya pembukaan lahan dengan cara membakar, serta pemantauan kualitas udara melalui perangkat PM10 di tujuh lokasi.

"Pengalaman kami (grup APRIL) selama ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang kuat dengan masyarakat diiringi dengan kemampuan deteksi dini dan kekuatan pemadaman menjadi kunci dalam mencegah karhutla di musim kemarau. Apresiasi kami terhadap Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten, TNI, Polri, BNPB, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Manggala Agni, Kecamatan, Desa, para Crew Leader serta seluruh pihak yang turut menyukseskan program ini," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada enam desa yang berhasil menjaga wilayahnya dari karhutla tahun 2020 lalu. Desa-desa penerima penghargaan itu antara lain Desa Lalang Kabung, Desa Sungai Ara, Desa Rantau Baru, sebesar Rp100 juta. 

Kemudian Kelurahan Kerinci Timur, Pangkalan Terap dan Ransang sebesar 50 juta rupiah. Selain itu, juga dilakukan penyerahan 10 ribu komik Alam dan Bunga, sebuah media sosialisasi cegah karhutla bagi para pelajar dari PT RAPP kepada Pustaka Bergerak Indonesia (PBI) Pelalawan.

Sarana Edukasi Masyarakat

Manajer Pencegahan dan Konservasi Kebakaran RAPP, Dani Sumitran mengatakan FFVP menjadi sarana edukasi sekaligus bantuan pertanian yang berkelanjutan guna menekan potensi karhutla. 

Dia menyebutkan, grup APRIL juga telah mengumumkan periode rawan kebakaran di seluruh wilayah konsesi dan mitra pemasok di Provinsi Riau, terhitung 1 Juli hingga 30 September 2021. Hal ini seiring dengan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi puncak kemarau terjadi di bulan Agustus.

"Meski pandemi, Grup APRIL selalu siap siaga dalam mencegah dan menangani karhutla dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti anjuran pemerintah," ujar Dani.

Dani menjelaskan selama periode rawan kebakaran, grup APRIL terus meningkatkan patroli darat dan udara oleh tim pemadam kebakaran. Lebih dari 9 juta dollar AS diinvestasikan untuk sumber daya yang diperlukan dalam penanggulangan kebakaran. 

Itu termasuk satu unit helikopter, airboat, 39 menara pengintai dan kamera pemantau, 521 pompa air serta pelatihan pemadam kebakaran untuk personil dan para relawan pemadam kebakaran.

"Untuk personel Tim Reaksi Cepat atau Fire Emergency Responsible Team (FERT) yang terlatih sebanyak 2.275 firefighter dengan tim inti 1.156 orang, ditambah tim cadangan sebanyak 640 orang dan anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) sebanyak 480 orang. APRIL juga memiliki Hotline Pemadam Kebakaran yang beroperasi 24 jam sehari (+628117072121) untuk memungkinkan orang melaporkan kebakaran di dalam atau di sekitar wilayah konsesi," pungkasnya.

(Mediacenter Riau/hb)

Video

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Penandatanganan Nota Kesepakatan Tentang Rancangan Awal Kebijakan Umum

Berita Terkait

Insya Allah, Oktober Sandiaga Uno ke Riau Lagi

Jumat, 17 September 2021 | 11:18:53 WIB

Vaksinasi COVID-19 Dosis Pertama di Pelalawan Capai 45.143

Jumat, 10 September 2021 | 22:27:23 WIB

Ini 5 Pesan Danrem 031/WB Cegah Karhutla di Pelalawan

Kamis, 02 September 2021 | 14:58:15 WIB

Jejak Harimau Ditemukan di Kebun Sawit Warga Pelalawan

Selasa, 24 Agustus 2021 | 11:12:01 WIB