Rabu, 7 Jumadil Awwal 1444 H | 30 November 2022
Ketua Badan Wakaf Indonesia, Prof, Dr. Ir. Mohammad Nuh

PEKANBARU - Ketua Badan Wakaf Indonesia, Mohammad Nuh, menyebut Provinsi Riau model terbaik Perwakafan Nasional (Tanah dan Uang). Hal tersebut dikatakannya ketika hadir pada acara pencanangan Gerakan Sadar  Wakaf dan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2021 secara virtual. Dipusatkan di Pekanbaru, Riau, Jumat (13/8/2021). 

"Selamat dan terima kasih Kepada Bank Indonesia dan Gububernur Riau atas Ikhtiarnya yang luar biasa dalam membangun mesin kesejahteraan melalui Perwakafan," kata Mohammad Nuh. 

"Alhamdulillah, sungguh sangat bersyukur hati kita dipertautkan dengan perwakafan.Dengan wakaf, kita bisa meningkatkan kesejahteraan, dakwah dan kemartabatan serta terhindar dari peminta-minta, miskin dan gelandangan di alam barzakh," katanya lagi. 

Mohammad Nuh mengungkapkan, bahwa peluang mendigdayakan perwakafan nasional populasi umat sangat besar (87 %). Populasi usia Produktif (Milenial 70 % dari Total Populasi).

"Technology savvy dan socially connected bangsa yang dermawan dan tingkat keberagamaan baik," katanya. 

Sementara, Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan, mayoritas masyarakat di Riau dan Sumatera pada umumnya adalah muslim, sehingga ekonomi dan keuangan syariah berpotensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang baru. 

"Kami juga sudah beberapa kali melakukan Gerakan Riau Berwakaf. Untuk Riau Berwakaf terakhir tanggal 3 Agustus, saya diinformasikan oleh Pak Kepala BI Riau alhamdulilah terkumpul dana wakaf sebesar Rp614,9 milyar dari 5.146 wakif (pezakat). Dimana sekitar 4.000 orang diantaranya merupakan anak-anak milenial yang berwakaf uang secara digital," ujar Gubernur Riau. 

Berdasarkan data yang dipaparkan Mohammad Nuh Tanda Era Baru Kebangkitan, Perwakafan Nasional, tumbuhnya kesadaran kolektif lintas struktur sosial untuk berwakaf, yakni:

Wakif

• Tumbuhnya kesadaran kolektif lintas struktur sosial untuk berwakaf 

• Tumbuhnya generasi (muda) terdidik yang menjadi penggerak perwakafan 

• Kaya-Miskin, Tua-Muda (millennial), Mahasiswa - Akademisi, Perorangan-Institusi, Masyarakat Umum-Pejabat, Profesional dan CEO Perusahaan

Harta Wakaf

• Semakin ragam: tanah, uang (khususnya), saham, intellectual property right dan lainnya sehingga lebih fleksible dalam menunaikan maupun mengelolanya

Akod:

• Digital Ecosystem menjadikan transaksi menjadi sangat mudah, transparan dan akuntabilitas terjaga

Nadzir

• Kesadaran tentang pentingnya profesionalitas, kompetensi, value creation dan good waqf governance (waqf core principals) dalam mengelola harta wakaf untuk membangun public trust

• Memanfaatkan Teknology (technology savvy-digital transformation) dalam pengelolaan harta wakaf, lebih mudah, efisien dan produktif Menyadari pentingnya membangun ekosistem perwakafan nasional Tersedianya Instrument pengelolaan wakaf (uang). 

Mauquf Alaih

• Pergeseran dari passive mauquf alaih menjadi active (produktif): dimungkinkan berkembangnya entitas layanan baru

• RS Mota Achmad Wardi, sebagai salah satu contoh sinergi antara Islamic Social Finance dengan Islamic Commercial Finance semakin kuat. 

MC Riau

Info Lainnya

Info Riau Sepekan

Info riau sepekan (20/9/2022)

Berita & Info Lainnya

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Gubernur Corner

Empat Arahan Presiden untuk Tingkatkan Produk Dalam Negeri

Selasa, 29 November 2022 | 17:09:32 WIB

Tok! APBD Pekanbaru 2023 Disahkan Rp2,699 Triliun

Selasa, 29 November 2022 | 16:58:30 WIB

Bangun 2 Sekat Kanal, DLHK Riau Verifikasi Administrasi SPJ

Selasa, 29 November 2022 | 14:28:48 WIB

Ditabrak Terios, Truk Terbalik di Tol Permai

Senin, 28 November 2022 | 17:35:43 WIB