Jumat, 17 Safar 1443 H | 24 September 2021
Ketua Badan Wakaf Indonesia, Prof, Dr. Ir. Mohammad Nuh

PEKANBARU - Ketua Badan Wakaf Indonesia, Mohammad Nuh, menyebut Provinsi Riau model terbaik Perwakafan Nasional (Tanah dan Uang). Hal tersebut dikatakannya ketika hadir pada acara pencanangan Gerakan Sadar  Wakaf dan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2021 secara virtual. Dipusatkan di Pekanbaru, Riau, Jumat (13/8/2021). 

"Selamat dan terima kasih Kepada Bank Indonesia dan Gububernur Riau atas Ikhtiarnya yang luar biasa dalam membangun mesin kesejahteraan melalui Perwakafan," kata Mohammad Nuh. 

"Alhamdulillah, sungguh sangat bersyukur hati kita dipertautkan dengan perwakafan.Dengan wakaf, kita bisa meningkatkan kesejahteraan, dakwah dan kemartabatan serta terhindar dari peminta-minta, miskin dan gelandangan di alam barzakh," katanya lagi. 

Mohammad Nuh mengungkapkan, bahwa peluang mendigdayakan perwakafan nasional populasi umat sangat besar (87 %). Populasi usia Produktif (Milenial 70 % dari Total Populasi).

"Technology savvy dan socially connected bangsa yang dermawan dan tingkat keberagamaan baik," katanya. 

Sementara, Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan, mayoritas masyarakat di Riau dan Sumatera pada umumnya adalah muslim, sehingga ekonomi dan keuangan syariah berpotensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang baru. 

"Kami juga sudah beberapa kali melakukan Gerakan Riau Berwakaf. Untuk Riau Berwakaf terakhir tanggal 3 Agustus, saya diinformasikan oleh Pak Kepala BI Riau alhamdulilah terkumpul dana wakaf sebesar Rp614,9 milyar dari 5.146 wakif (pezakat). Dimana sekitar 4.000 orang diantaranya merupakan anak-anak milenial yang berwakaf uang secara digital," ujar Gubernur Riau. 

Berdasarkan data yang dipaparkan Mohammad Nuh Tanda Era Baru Kebangkitan, Perwakafan Nasional, tumbuhnya kesadaran kolektif lintas struktur sosial untuk berwakaf, yakni:

Wakif

• Tumbuhnya kesadaran kolektif lintas struktur sosial untuk berwakaf 

• Tumbuhnya generasi (muda) terdidik yang menjadi penggerak perwakafan 

• Kaya-Miskin, Tua-Muda (millennial), Mahasiswa - Akademisi, Perorangan-Institusi, Masyarakat Umum-Pejabat, Profesional dan CEO Perusahaan

Harta Wakaf

• Semakin ragam: tanah, uang (khususnya), saham, intellectual property right dan lainnya sehingga lebih fleksible dalam menunaikan maupun mengelolanya

Akod:

• Digital Ecosystem menjadikan transaksi menjadi sangat mudah, transparan dan akuntabilitas terjaga

Nadzir

• Kesadaran tentang pentingnya profesionalitas, kompetensi, value creation dan good waqf governance (waqf core principals) dalam mengelola harta wakaf untuk membangun public trust

• Memanfaatkan Teknology (technology savvy-digital transformation) dalam pengelolaan harta wakaf, lebih mudah, efisien dan produktif Menyadari pentingnya membangun ekosistem perwakafan nasional Tersedianya Instrument pengelolaan wakaf (uang). 

Mauquf Alaih

• Pergeseran dari passive mauquf alaih menjadi active (produktif): dimungkinkan berkembangnya entitas layanan baru

• RS Mota Achmad Wardi, sebagai salah satu contoh sinergi antara Islamic Social Finance dengan Islamic Commercial Finance semakin kuat. 

MC Riau

Video

Ramah Tamah Pemprov Riau Dan Pemberian Bonus Untuk Atlet Berprestasi Leani Ratri Oktila

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Berita Terkait

Mohon Maaf, Program Gerakan Satu Juta Vaksin GAPKI Diundur

Jumat, 24 September 2021 | 09:44:43 WIB

Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia di Riau Gelar Vaksinasi

Kamis, 23 September 2021 | 20:01:05 WIB

Pekanbaru Targetkan PPKM Level 1

Kamis, 23 September 2021 | 13:49:48 WIB

Stok Vaksin Pekanbaru Tersedia 15.511 Vial

Rabu, 22 September 2021 | 21:16:04 WIB