Ahad, 18 Rabiul Awwal 1443 H | 24 Oktober 2021
Ini Pentingnya Berbagi Dosis Vaksin untuk Penanganan Pandemi Global
Ilustrasi

PEKANBARU - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menekankan pentingnya mekanisme berbagi dosis atau dose-sharing vaksin COVID-19 dalam upaya penanganan pandemi global.

“Dose-sharing sangat penting dalam mengatasi situasi darurat pandemi saat ini, di mana pasokan vaksin global masih langka, saat di mana kesenjangan akses vaksin masih lebar,” ujarnya dalam keterangan pers terkait kedatangan dukungan vaksin dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Pemerintah Prancis, Jumat (17/09/2021), secara virtual.

Terkait kesenjangan tersebut, papar Menlu, kerja sama vaksin multilateral COVAX telah menyampaikan tidak dapat memenuhi target pengiriman dua miliar dosis vaksin hingga akhir tahun ini dan menetapkan tenggat waktu terbaru menjadi kuartal pertama tahun 2022.

Arti penting dose-sharing, ungkap Retno, juga digarisbawahi oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pertemuan dengan Menteri Kesehatan negara-negara anggota G20, 5 September lalu.

“[Dirjen WHO] menyebutkan, tiga langkah luar biasa diperlukan saat ini untuk mengatasi kelangkaan dan kesenjangan vaksin. Pertama, queue swapping atau pertukaran antrian dosis antara negara dengan tingkat vaksinasi tinggi dengan [negara dengan tingkat vaksinasi] rendah, termasuk melalui COVAX Facility," ujarnya. 

"Kedua mempercepat realisasi dose-sharing, dan yang ketiga transfer teknologi dan know how untuk mendukung produksi vaksin di kawasan lain,” tambahnya. 

Lebih lanjut, Menlu RI pun mengapresiasi komitmen berbagi dosis dari sejumlah negara sahabat. Pada hari ini, Jumat (17/09/2021) dan kemarin, Kamis (16/09/2021) Indonesia menerima pengiriman 2,6 juta dosis vaksin Pfizer dukungan dose-sharing dari AS dan 968 ribu dosis vaksin AstraZeneca dukungan dose-sharing dari Prancis.

“Dose-sharing dari Amerika Serikat dan Perancis ini selain mencerminkan kuatnya kemitraan Indonesia dengan Amerika Serikat dan Perancis, juga merupakan wujud komitmen semua negara untuk terus berkolaborasi menghadapi pandemi ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Menlu RI juga menegaskan bahwa upaya pemerintah untuk mengamankan kebutuhan vaksin nasional akan terus diperkuat untuk memenuhi target yang sudah ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Pemerintah menargetkan untuk melakukan  vaksinasi terhadap 208 juta penduduk guna mencapai kekebalan komunal atau herd immunity dalam menghadapi pandemi COVID-19.

“Berbagi terobosan akan terus dilakukan dan Indonesia siap bekerja sama dengan negara dan pihak manapun untuk mengamankan pasokan vaksin nasional dalam jangka pendek dan mengembangkan produksi vaksin lokal untuk jangka panjang,” tegasnya.

(Mediacenter Riau/pr)

Info Lainnya

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Berita & Info Lainnya

Gubernur Corner

Gubernur Corner

Ramah Tamah Pemprov Riau Dan Pemberian Bonus Untuk Atlet Berprestasi Leani Ratri Oktila

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Penandatanganan Nota Kesepakatan Tentang Rancangan Awal Kebijakan Umum

Menyambut Kedatangan Paskibraka Nasional Utusan Prov Riau

Penyusunan Dan Pembahasan Rancangan APBD T.A 2022 secara Virtual

Upacara Peringatan HUT Ke-76 RI di Halaman Gedung Daerah Provinsi Riau

Pelepasan Merdeka Ekspor Komoditi Pertanian oleh Presiden RI secara

Wakil Presiden Berikan Tips Pencegahan Osteoporosis

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 14:39:21 WIB

Pemerintah Terus Cukupi Kebutuhan Vaksin di Dalam Negeri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 20:49:56 WIB

Mengulik Tentang Herd Immunity COVID-19

Kamis, 21 Oktober 2021 | 20:35:26 WIB

Presiden Dorong Daerah Tingkatkan Volume Ekspor

Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:30:03 WIB