Senin, 9 Rajab 1444 H | 30 Januari 2023
Ini Pentingnya Berbagi Dosis Vaksin untuk Penanganan Pandemi Global
Ilustrasi

PEKANBARU - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menekankan pentingnya mekanisme berbagi dosis atau dose-sharing vaksin COVID-19 dalam upaya penanganan pandemi global.

“Dose-sharing sangat penting dalam mengatasi situasi darurat pandemi saat ini, di mana pasokan vaksin global masih langka, saat di mana kesenjangan akses vaksin masih lebar,” ujarnya dalam keterangan pers terkait kedatangan dukungan vaksin dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Pemerintah Prancis, Jumat (17/09/2021), secara virtual.

Terkait kesenjangan tersebut, papar Menlu, kerja sama vaksin multilateral COVAX telah menyampaikan tidak dapat memenuhi target pengiriman dua miliar dosis vaksin hingga akhir tahun ini dan menetapkan tenggat waktu terbaru menjadi kuartal pertama tahun 2022.

Arti penting dose-sharing, ungkap Retno, juga digarisbawahi oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pertemuan dengan Menteri Kesehatan negara-negara anggota G20, 5 September lalu.

“[Dirjen WHO] menyebutkan, tiga langkah luar biasa diperlukan saat ini untuk mengatasi kelangkaan dan kesenjangan vaksin. Pertama, queue swapping atau pertukaran antrian dosis antara negara dengan tingkat vaksinasi tinggi dengan [negara dengan tingkat vaksinasi] rendah, termasuk melalui COVAX Facility," ujarnya. 

"Kedua mempercepat realisasi dose-sharing, dan yang ketiga transfer teknologi dan know how untuk mendukung produksi vaksin di kawasan lain,” tambahnya. 

Lebih lanjut, Menlu RI pun mengapresiasi komitmen berbagi dosis dari sejumlah negara sahabat. Pada hari ini, Jumat (17/09/2021) dan kemarin, Kamis (16/09/2021) Indonesia menerima pengiriman 2,6 juta dosis vaksin Pfizer dukungan dose-sharing dari AS dan 968 ribu dosis vaksin AstraZeneca dukungan dose-sharing dari Prancis.

“Dose-sharing dari Amerika Serikat dan Perancis ini selain mencerminkan kuatnya kemitraan Indonesia dengan Amerika Serikat dan Perancis, juga merupakan wujud komitmen semua negara untuk terus berkolaborasi menghadapi pandemi ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Menlu RI juga menegaskan bahwa upaya pemerintah untuk mengamankan kebutuhan vaksin nasional akan terus diperkuat untuk memenuhi target yang sudah ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Pemerintah menargetkan untuk melakukan  vaksinasi terhadap 208 juta penduduk guna mencapai kekebalan komunal atau herd immunity dalam menghadapi pandemi COVID-19.

“Berbagi terobosan akan terus dilakukan dan Indonesia siap bekerja sama dengan negara dan pihak manapun untuk mengamankan pasokan vaksin nasional dalam jangka pendek dan mengembangkan produksi vaksin lokal untuk jangka panjang,” tegasnya.

(Mediacenter Riau/pr)

Info Lainnya

Info Riau Sepekan

Info riau sepekan (20/9/2022)

Berita & Info Lainnya

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Gubernur Corner

Waspada, 4 Masalah Gizi Ini Berisiko Anak Jadi Stunting

Ahad, 29 Januari 2023 | 12:21:58 WIB

Prevalensi Stunting Turun, Namun Harus Tetap Waspada

Jumat, 27 Januari 2023 | 20:20:46 WIB

Yuk Cegah Stunting pada Anak dengan Protein Hewani

Jumat, 27 Januari 2023 | 16:47:30 WIB

Presiden Apresiasi Kerja Keras Jajaran Tangani Pandemi

Kamis, 26 Januari 2023 | 14:59:50 WIB

Presiden Tegaskan Biaya Haji Tahun 2023 Masih Dikaji

Selasa, 24 Januari 2023 | 15:54:08 WIB

Berikut Mekanisme Pelaksanaan Rekruitmen Komcad 2023

Jumat, 20 Januari 2023 | 17:42:06 WIB

Menag Usulkan Ongkos Haji Rp69,1 Juta

Jumat, 20 Januari 2023 | 12:11:10 WIB

Pemerintah Lengkapi Alat Kesehatan di Daerah

Rabu, 18 Januari 2023 | 20:26:52 WIB

Investasi Jadi Kunci Bagi Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2023

Selasa, 17 Januari 2023 | 17:34:29 WIB