Rabu, 7 Jumadil Awwal 1444 H | 30 November 2022

DUMAI - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menghadiri sekaligus menjadi narasumber diskusi publik "Lahan Gambut Sehat : Agenda Net Sink Sektor Kehutanan & Lahan 2030 Bebas Hambatan", Jumat (24/8/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Gubri menyampaikan perencanaan program dan pengawasan dalam perlindungan gambut di Provinsi Riau. Gubri menyebutkan bahwa Provinsi Riau memiliki ekosistem lahan gambut yang terluas di pulau Sumatera dan cakupan lebih kurang 64 persen dari luas wilayah dataran Riau.

Yang mana menurut Gubri, tentunya ini perlu dikelola untuk didapatkan manfaat secara lestari dan dilindungi dari segala bentuk ancaman yang dapat merusak fungsinya.

"Diharapkan potensinya dapat memberi manfaat ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat dan perbaikan kualitas lingkungan hidup yang penting guna menunjang keberlanjutan kehidupan," kata Gubri.

Dengan mempedomani regulasi yang mengatur aspek kewenangan dan tugas perlindungan gambut yang di amanahkan dalam undang-undang yang dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, dan Peraturan Menteri.

"Maka perlu kami sampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berkomitmen untuk melakukan restorasi gambut yang mengalami kerusakan dengan dukungan dari berbagai pihak upaya restorasi dan rehabilitasi gambut terus dilakukan dalam rangka mencegah terjadinya bencana lingkungan seperti kebakaran hutan dan lahan banjir dan kekeringan," lanjutnya.

Selain itu diungkapkan Gubernur Syamsuar, perbaikan sosial ekonomi masyarakat terhadap lahan gambut juga merupakan hal penting. Untuk itu melalui pemberdayaan dan penguatan kelembagaan berbasis masyarakat serta upaya edukasi menjadi strategi penting untuk dilakukan secara tepat sasaran dan berkesinambungan dalam pengelolaan lahan gambut di Provinsi Riau.

Selanjutnya, pengelolaan lahan gambut di Provinsi Riau masih dihadapkan dengan permasalahan seperti perlu mengendalikan deforestasi lahan gambut dan waspada ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang akan mengakibatkan emisi karbon yang merupakan emisi rumah kaca yang bernilai tinggi bagi keberlangsungan ekosistem.

Oleh karenanya perencanaan program dan kebijakan pengawasan dalam pengelolaan ekosistem gambut berkelanjutan di Provinsi Riau perlu diperkuat dengan dukungan berbagai pihak baik, baik pemerintah pusat maupun perusahaan dan lembaga-lembaga mitra pembangunan.

"Untuk mendukung komitmen tersebut saat ini, sedang dilakukan penyusunan rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup Provinsi Riau sebagai kebijakan skala makro untuk periode 30 tahun ke depan," ungkapnya.

Ia berharap dengan upaya yang dilakukan pemerintah serta stakeholder terkait dalam pengelolaan lahan gambut yang baik di Provinsi Riau ini, ada sinergitas dan resolusi gambut di Riau dapat dilakukan dengan lebih terarah.

(Mediacenter Riau/dw)

Info Lainnya

Info Riau Sepekan

Info riau sepekan (20/9/2022)

Berita & Info Lainnya

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Gubernur Corner

Ini 5 Ancaman Global yang Harus Diwaspadai Indonesia

Rabu, 30 November 2022 | 15:27:29 WIB

Posyandu Baiturrahman Gelar Wisuda Imunisasi Balita

Senin, 28 November 2022 | 12:49:18 WIB

Buka Mubes IV IKST Provinsi Riau, Ini Harapan Gubri

Ahad, 27 November 2022 | 13:18:34 WIB

Gubri Ajak IKA UNPAD Kolaborasi Kembangkan Potensi Riau

Ahad, 27 November 2022 | 02:05:32 WIB

Gubri Serahkan Wakaf Uang Pemprov Riau Kepada 10 Madrasah

Jumat, 25 November 2022 | 19:41:04 WIB

Cek Prakiraan Cuaca BMKG untuk Wilayah Riau Hari Ini

Kamis, 24 November 2022 | 09:27:43 WIB