Sabtu, 17 Rabiul Awwal 1443 H | 23 Oktober 2021
Satu Tahun Beroperasi, Ada 86 Kasus Kecelakaan, 11 Meninggal di Tol Pekanbaru-Dumai
Ilustrasi

PEKANBARU - Total angka kecelakaan selama satu tahun tol Pekanbaru-Dumai (Permai) beroperasi tercatat 86 kasus. Sebanyak sebelas kasus diantaranya meninggal dunia 

Jumlah 86 kasus tersebut dengan rincian 2020 terhitung 25 September saat diresmikan Presiden Joko Widodo secara virtual hingga Desember sebanyak 40 kasus kecelakaan. Sementara 2021 terhitung Januari hingga September sebanyak 46 kasus.

"Total kasus keseluruhan ada 86 kecelakaan, 11 meninggal dunia,"  kata Branch Manager (BM) Cabang Tol Permai, Indrayana, Sabtu (25/9/21).

Meski tahun 2021 jumlah kecelakaan lebih banyak, namun PT HK selaku pengelola jalan  bebas hambatan pertama di Riau tersebut terjadi penurunan kasus. Pasalnya, jika 40 kasus kecelakaan selama 2020 hanya terhitung 25 September hingga akhir Desember. Sedangkan 46 kasus tahun ini terjadi selama sembilan bulan, mulai awal tahun hingga saat ini. 

Kasus kecelakaan didominasi kendaraan golongan satu atau pribadi. Dari rangkaian peristiwa itu, sebagian besar karena faktor mengantuk atau kelelahan, kelalaian, kurangnya kehati-hatian serta pecah ban. 

Hal itu dapat dilihat dari rentetan kasus kecelakaan terjadi karena kendaraan pribadi dengan berbagai merk mobil menabrak pantat truk. Kerasnya kecalakaan tak hanya menyebabkan kerusakan parah pada mobil yang menabrak. Diantaranya meninggal dunia. 

Pihak HK sendiri menyatakan terus berupaya menekan angka kecelakaan yang terjadi di jalan tol sepanjang 131 kilo meter tersebut. Mulai dari Pekanbaru, Duri yang masuk wilayah Kabupaten Bengkalis, Kemudian Kandis, Minas masuk Kabupaten Siak serta Kota Dumai.

Yakni diantaranya dengan melibatkan pihak kepolisian, bagaimana mematuhi batas maksimum kecepatan 80 kilimeter perjam serta 60 kilometer batas minimum  bisa taati. Setiap kendaraan melewati dipantau petugas menggunakan speed gun. Setiap pelanggar, ditilang. 

Kemudian, PT HK juga memasang marka kejut (rumble stripe), lampu peringatan (warning lights), sosialisasi hingga razia seperti operasi mengantuk (micro sleep). Kemudian, ada juga operasi simpatik dengan memberikan peringatan akan bahaya kecelakaan karena kondisi fisik melalui selabaran kepada pengemudi kendaraan. Selain itu, ada juga layanan gratis pengecekan kendaraan terutama mesin dan rem. 

"Semua ini kita lakukan upaya menekan angka kecelakaan. Setiap usaha yang kita lakukan bisa mengurangi bahkan zero insident. Ini tentu harapan kita semua," ujar Indrayana. 

Indrayana menyatakan berbagai upaya yang telah dilakukan tersebut mulai menampakan hasil. Diharapkan, dimasa akan datang, kasus kecelakaan di tol Permai ini bisa lebih ditekan lagi.

(Mediacenter Riau/mtr)

Info Lainnya

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Berita & Info Lainnya

Gubernur Corner

Gubernur Corner

Ramah Tamah Pemprov Riau Dan Pemberian Bonus Untuk Atlet Berprestasi Leani Ratri Oktila

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Penandatanganan Nota Kesepakatan Tentang Rancangan Awal Kebijakan Umum

Menyambut Kedatangan Paskibraka Nasional Utusan Prov Riau

Penyusunan Dan Pembahasan Rancangan APBD T.A 2022 secara Virtual

Upacara Peringatan HUT Ke-76 RI di Halaman Gedung Daerah Provinsi Riau

Pelepasan Merdeka Ekspor Komoditi Pertanian oleh Presiden RI secara

244 Pelamar PPPK Pemprov Riau Ikuti Seleksi Kompetensi

Kamis, 21 Oktober 2021 | 20:54:08 WIB

Seleksi Kompetensi PPPK Pemprov Riau Dimulai

Rabu, 20 Oktober 2021 | 18:35:07 WIB

Gubernur Riau Siap Dorong Pembangunan Desa Wisata

Selasa, 19 Oktober 2021 | 21:04:39 WIB

10 Kabupaten di Riau PPKM Level 3

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:18:34 WIB

Ini Sebab Harga Sawit Pecah Rekor, Petani wajib baca

Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:13:51 WIB

Harga CPO Naik Tajam, Harga Sawit Riau Moncer Terus

Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:08:41 WIB

COVID-19 Melandai, Gubernur Riau Imbau Warga Tetap Masker

Senin, 18 Oktober 2021 | 23:10:09 WIB