Selasa, 22 Jumadil Akhir 1443 H | 25 Januari 2022
Pemerintah Berkomitmen Lanjutkan Kebijakan Hilirisasi Industri
Presiden RI Joko Widodo

PEKANBARU - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan komitmen pemerintah untuk melanjutkan kebijakan hilirisasi industri. Salah satunya adalah dengan menghentikan ekspor bahan mentah (raw material).

“Kebijakan kita mengenai hilirisasi, ini akan kita teruskan. Kalau sudah kita setop (ekspor bahan mentah) nikel, nikel setop, meskipun kita dibawa ke WTO (World Trade Organisation) oleh EU (Uni Eropa), ya silakan enggak apa-apa. Ini nikel kita kok, dari bumi negara kita kok,” ujar Presiden saat menyampaikan pidato kunci pada Kompas100 CEO Forum, Kamis (18/11/2021) siang, secara virtual dari Istana Negara, Jakarta. 

Presiden menegaskan kebijakan hilirisasi industri ini akan memberikan nilai tambah sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan di Indonesia.

“Kita kirim raw material dari Indonesia ke Eropa, ke negara-negara lain, yang buka lapangan kerja mereka dong, kita enggak dapat apa-apa,” imbuhnya.

Tak hanya menghentikan ekspor bahan mentah nikel, Indonesia juga akan secara bertahap menghentikan ekspor bahan tambang lain seperti bauksit dan tembaga.

“Nikel, pertama udah setop. Tahun depan mungkin bisa setop bauksit, kalau smelter kita siap, setop bauksit. Sehingga kita bisa membuka lapangan kerja, hilirisasi, industrialisasi di negara kita. Bauksit sudah, tahun depannya lagi setop tembaga,” ujar Kepala Negara.

Dengan penghentian ekspor nikel, Kepala Negara memperkirakan akan terjadi peningkatan nilai ekspor hingga mencapai 20 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) di akhir tahun ini.

“Akhir tahun perkiraan saya, estimasi saya bisa 20 miliar Dolar AS hanya dari kita setop nikel. Dan perkiraan saya kalau nanti jadi barang-barang yang lain, perkiraan saya bisa 35 miliar (Dolar AS) hanya dari satu barang. Sehingga nanti neraca perdagangan kita baik, neraca transaksi berjalan kita menjadi semakin baik,” ujarnya.

Di hadapan para CEO yang hadir, Kepala Negara menekankan agar semua pihak memiliki strategi yang sama terkait hilirisasi industri ini.

“Kita tidak berbicara perusahaan per perusahaan, tapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana ini dilakukan hilirisasi, industrialisasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden menekankan pentingnya integrasi antara produk-produk yang ada. 

“Tetapi yang lebih penting lagi bagaimana mengintegrasikan ini. Nikel terintegrasi dengan tembaga, terintegrasi dengan timah, terintegrasi dengan bauksit semuanya. Kalau terintegrasi nanti barang jadinya akan betul-betul dari kita semuanya bahannya,” tandasnya. 

(Mediacenter Riau/rat)

Info Lainnya

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Berita & Info Lainnya

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Gubernur Corner

Gubernur Corner

Ramah Tamah Pemprov Riau Dan Pemberian Bonus Untuk Atlet Berprestasi Leani Ratri Oktila

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Wapres Minta Percepat Penanganan Omicron

Senin, 24 Januari 2022 | 13:26:40 WIB

Mendagri: Untuk Perubahan Negara Korupsi Harus Ditekan

Senin, 24 Januari 2022 | 11:40:00 WIB

Menteri ESDM Terbitkan Aturan mengenai PLTS Atap

Ahad, 23 Januari 2022 | 08:18:25 WIB

Presiden Dorong Kemudahan Akses Permodalan Bagi UMKM

Kamis, 20 Januari 2022 | 19:14:18 WIB

Presiden Jokowi Resmi Luncurkan Taksonomi Hijau Indonesia

Kamis, 20 Januari 2022 | 12:03:00 WIB