Ahad, 12 Safar 1443 H | 19 September 2021

DUMAI - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Dumai Riau mensosialisasikan Peraturan Walikota (Perwako) nomor 13 tahun 2014 tentang pelaksanaan program jaminan sosial tenaga kerja melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Kepala Disnakertrans Dumai Amiruddin kepada pers Jumat (8/8) mengatakan, Perwako ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada pekerja dan keluarga terhadap kemungkinan terjadinya resiko yang mengancam keselamatan dan kesehatan kerja.

"Perwako ini hendaknya dapat menjadi acuan semua perusahaan untuk memberikan perlindungan keselamatan dan kesehatan kepada pekerja bila terkena resiko di lingkungan kerja," katanya.

Dia menjelaskan, diterbitkan Perwako tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Dumai terhadap sistem keselamatan dan kesehatan kerja dengan jaminan sosial pekerja di daerah ini.

"Pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan, akan banyak keuntungan didapat, misalnya jika terjadi insiden kerja maka beban sosial akan menjadi tanggungan badan penyelenggara," ungkapnya.

Karena itu, dia mengingatkan para pekerja untuk dapat memahami dan menyadari bahwa BPJS ketenagakerjaan penting untuk diikuti demi penjaminan kerja atas resiko insiden yang bisa terjadi.

"Perlindungan akan menjadi tanggung jawab sepenuhnya perusahaan pemberi kerja dengan mendaftarkan pekerja menjadi peserta BPJS," terangnya.

Sementara, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Dumai, Asril menyebutkan, pihaknya mendukung kebijakan walikota Dumai yang menerbitkan Perwako 13/2014 tentang pelaksanaan program jaminan sosial tenaga kerja dengan mengacu Undang-Undang (UU) 24/2011 tentang BPJS.
 
Menurut dia, pemberi kerja wajib mendaftarkan pekerja sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan karena penting sebagai bentuk perlindungan terhadap resiko yang bisa terjadi di tempat kerja.

"Kita akan sosialisasikan Perwako ini kepada semua pihak dan perusahaan yang belum mendaftarkan pekerja sebagai peserta BPJS," ungkap dia.

Pihaknya, sebut dia, akan memperluas sasaran pekerja di perhotelan dan pertokoan untuk segera didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan Perwako tersebut, karena sejauh ini belum optimal.

BPJS Ketenagakerjaan kini telah memprogramkan 3 jaminan, yaitu, jaminan kecelakaan kerja, hari tua dan kematian, namun pada 2015 mendatang akan menambah program baru yakni jaminan pensiun.

"Untuk jaminan pensiusn, kini regulasinya masih digodok di tingkat pusat," demikian Asril. (MC Riau/ar)

Video

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Penandatanganan Nota Kesepakatan Tentang Rancangan Awal Kebijakan Umum

Berita Terkait

Menteri ATR/BPN Pesan Masyarakat Jangan Gunakan Jasa Pinjol

Kamis, 02 September 2021 | 21:10:39 WIB

Hari Pertama Razia di Dumai, 56 Kendaraan Ditilang

Rabu, 28 Juli 2021 | 18:43:23 WIB

Gubri Tinjau Infrastruktur 4 Kabupaten/Kota di Riau

Sabtu, 24 Juli 2021 | 22:29:09 WIB