BENGKALIS - Masih dalam rangkaian menyemarakkan HUT RI ke 69, Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Riau, menggelar lomba panjat batang pinang untuk kalangan umum dan pelajar di lapangan pasir Taman Andam Dewi, Bengkalis, Minggu (24/8) dengan sebanyak 30 batang pinang disiapkan panitia berhadiah jutaan rupiah.
Perlombaan yang digelar di lapangan pasir itu disaksikan ribuan warga Kota Bengkalis. Sama seperti lomba-lomba sebelumnya, untuk lomba panjat batang pinang ini juga digawangi satker lingkup Pemkab Bengkalis. Ada tiga instansi yang menjadi leading sector penyelenggaraan panjat pinang ini, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan PT Bank Riau Kepri.
Pantauan di lapangan pasir Andam Dewi, 30 batang pinang dengan tinggi 6-7 meter sudah terpacak di sudut lapangan pasir. Sedangkan hadiah yang digantungkan berupa amplop-amplop bertuliskan bermacam hadiah, seperti sepeda mini, sepeda gunung, rice cooker, dispencer, kompor gas, strika, mesin cuci, lampu emergency dan banyak lagi.
''Peserta dibagi dalam dua kelompok, kelompok SD-SMP da kelompok umum. Untuk SD-SMP, tinggi batang pinang 6 meter, sedangkan untuk umum 7 meter. Masing-masing kelompok hanya diperkenankan mengambil 3 hadiah yang tergantung,'' ujar koordinator pertandingan, Akmal.
Para peserta tidak hanya berasal dari seputaran kota Bengkalis, tapi ada juga yang berasal dari luar kota. Para peserta harus mendaftar terlebih dahulu kepada panitia untuk bisa memanjat batang pinang.
Setelah dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati, Haholongan, para peserta langsung menyerbu batang pinang. Tidak hanya para peserta ratusan penonton juga ikut nimbrung ke tengah arena, ikut memberikan semangat teman dan anak-anak mereka yang ikut lomba memanjat.
Hiruk pikuk dan sorak sorai membahana di lapangan pasir Andam Dewi. Berbagai aksi menarik terjadi saat para peserta memanjat batang pinang, ada yang tak sampai 5 menit langsung berhasil sampai ke atas, ada pula yang celananya melorot karena ditarik teman-temannya yang lain.
Sejumlah hadiah yang diperoleh terpaksa dijual kembali karena tidak cukup kalau dibagi dalam bentuk barang dan nilainya juga berbeda-beda. ''Kelompok kami orang enam, sementara hadiah yang kami ambil cuma tiga bang,'' kata Indra, salah seorang pelajar SMP.
Indra dan teman-temannya memperoleh tiga hadiah menarik, satu sepeda mini, rice coocer dan setrika. Tiga barang harus harus diuangkan terlebih dahulu setelah itu uangnya mareka bagi rata.
Tidak semua hadiah dalam bentuk barang. Batang pinang yang disiapkan Dinas PU misalnya, hadiah yang mereka siapkan berupa uang kes. Para pemenang langsung membagi uang yang mereka dapatkan. ''Lumayan bang,'' ujar Auzar warga Air Putih. (MC Riau/din)