Senin, 16 Rajab 1444 H | 06 Februari 2023
Dikunjungi Sandiaga, Begini Pesona Desa Wisata Dayun Siak
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno ketika mengunjungi Desa Wisata Dayun, Kabupaten Siak, Riau, Sabtu (20/8/2022).

SIAK - Desa Wisata Dayun atau yang lebih dikenal Kampung Dayun memiliki sejumlah objek wisata di antaranya kawasan wisata Embung Terpadu.

Keberadaan embung buatan seluas 6.000 m2 dengan kedalaman 1,5 hingga 2 meter menjadi cikal bakal pengembangan pariwisata berbasis edukasi di Desa Wisata Dayun.

Embung ini awalnya difungsikan sebagai sumber air guna mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Dayun dan Siak.

Seiring karhutla yang menurun pada tahun 2019, kawasan ini kemudian sedikit terbengkalai. Namun, dengan ide dan kreativitas serta kolaborasi pemerintah setempat bersama masyarakat didukung dunia usaha, akhirnya kawasan ini direvitalisasi di tahun 2021.

Keberadaan embung selain sebagai destinasi wisata juga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat juga wisatawan untuk dapat menjaga alam dan menjaga terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

"Saya terus mendorong kawasan embung terpadu ini dapat terus berinovasi, beradaptasi, berkolaborasi menampilkan pariwisata berbasis masyarakat berkelanjutan. Ini menjadi semangat bukan Indonesia membangun desa tapi desa yang membangun Indonesia, yang memberi inspirasi bagi kita semua," kata Menparekraf Sandiaga, Sabtu (20/8/2022) di Desa Wisata Dayun.

Kini setiap harinya, terutama di akhir pekan, banyak wisatawan bahkan dari luar Kabupaten Siak datang berkunjung.

Wisatawan bisa menikmati berbagai atraksi buatan yang dihadirkan. Mulai dari ragam atraksi outbound, wisata air, mural dayun, camping ground, juga flying fox.

Kepala Desa atau Penghulu Kampung Dayun, Nasya Nugrik membeberkan, jumlah pengunjung Desa Wisata Dayun pada tahun 2022 tercatat 64.241 wisatawan.

Nasya memerinci, jumlah pengunjung pada bulan Januari 14.519, Februari 7.210, Maret 5.520, April 557, Mei  32.976, Juni 2.067, dan pada bulan Juli tercatat 1.392 wisatawan.

"Jadi jumlah pengunjung Desa Wisata Kampung Dayun hingga bulan Juli tahun 2022 tercatat ada sebanyak 64.241 wisatawan," Nasya Nugrik membeberkan. 

Ia merasa terharu bercampur bangga, lantaran Kampung Dayun dikunjungi Sandiaga Uno. Menurutnya kedatangan Menparekraf bisa menjadi motivasi generasi selanjutnya untuk membangun desa. 

"Alhamdulillah, kami merasa terharu dan bangga, Kampung Dayun yang dulu merupakan kampung terbelakang, kini bisa di pandang orang. Semoga kedatangan Pak Menteri membawa berkah buat Dayun dan menjadi motivasi buat generasi sekarang dan akan datang," kata Nasya Nugrik.

Ia menjelaskan, untuk memajukan objek wisata yang dikelolanya, pihaknya bersama Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Riau, Dispar Kabupaten Siak, dan stakeholder lainnya, terus bersinergi dalam mengoptimalkan 7 unsur dalam penilaian ADWI.

Adapun 7 unsur penilaian itu adalah, Daya Tarik Pengunjung, Homestay, Digital dan Kreatif, Souvenir, Toilet Umum, Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE), dan Kelembagaan Desa.

Di Kampung Dayun wisatawan juga dapat berziarah ke Makam Tuk Antan Berdarah Putih atau Khalifah Kholil. Tuk Antan Darah Putih adalah seorang tokoh asli Kampung Dayun yang dihormati hingga sekarang.

Sebagai kawasan wisata yang cukup luas, Desa Wisata Dayun juga berkembang sebagai sentra ekonomi kreatif.

Pelancong yang datang juga dapat menikmati berbagai ragam budaya dari kelompok-kelompok seni setempat mulai seperti Tari Olang-Olang.

Dinamakan Tari Olang-Olang karena tarian ini mengungkapkan seekor burung elang yang menyerupai seorang putri kayangan yang bertemu dengan seorang pemuda hingga mereka jatuh cinta.

Selain itu juga ada kesenian Silat Pangean yang merupakan seni bela diri yang termasuk dalam kategori silat dan diwariskan secara turun-temurun oleh warga Desa Dayun.

Selain untuk bela diri, silat ini juga sering ditampilkan dalam acara pernikahan Melayu Riau di Siak, dan acara kebudayaan lainnya.

Kemudian, kawasan itu juga menjadi destinasi wisata unggulan di Siak yang memberikan manfaat terhadap kebangkitan ekonomi dan terbukanya peluang usaha di kalangan masyarakat.

Desa Wisata Dayun juga dikenal dengan budidaya semangka yang kemudian banyak dijadikan makanan olahan seperti brownies semangka, keripik semangka, sirop semangka, dan lainnya.

Selain itu, bentuk buah semangka oleh masyarakat juga dijadikan ide dalam menghadirkan fesyen batik motif semangka.

Untuk menuju Desa Wisata Dayun dari Ibu Kota Provinsi Riau di Pekanbaru, jarak  tempuhnya 81 kilometer atau 1 jam 45 menit, berkendara menggunakan sepeda motor atau mobil.

Desa Wisata ini sebelumnya merupakan desa tertinggal. Kemudian, kategori desa itu naik menjadi desa berkembang, desa maju, dan saat ini telah menjadi desa mandiri.

Pada ajang ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, Desa Wisata Dayun mampu bersaing dengan 3.419 peserta desa wisata dari 34 provinsi di Indonesia. Desa Wisata Dayun berhasil lolos 50 besar tingkat nasional mewakili Riau.

Pencapaian ini tentunya motivasi untuk tetap bisa mengembangkan desa wisata yang berkualitas dan berkelanjutan untuk Indonesia bangkit.

(Mediacenter Riau/MC Riau)

Info Lainnya

Info Riau Sepekan

Info riau sepekan (20/9/2022)

Berita & Info Lainnya

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Gubernur Corner

Pekerja PHR Tewas saat Bekerja, Ini Penjelasan Polisi

Jumat, 20 Januari 2023 | 11:30:22 WIB

Secercah Titik Terang di Desa Rantau Bertuah Siak Riau

Ahad, 15 Januari 2023 | 22:03:56 WIB

UPT Samsat Perawang Sambangi PT Arara Abadi, Ada Apa?

Selasa, 06 Desember 2022 | 09:13:26 WIB