Senin, 16 Rajab 1444 H | 06 Februari 2023
Kemenkeu Dorong Indonesia Jadi Penentu Harga CPO Global

PEKANBARU - Usaha Kecil, Menengah, dan Koperasi (UKMK) sektor kelapa sawit di Indonesia berhasil menyerap 16 juta tenaga kerja dan menyumbang 3,5 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Melihat potensi ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus melakukan pemberdayaan UKMK melalui APBN dari aspek permodalan murah, pembekalan keterampilan, dan mekanisme pemasaran produk. Tujuannya, agar UKMK dapat membantu pemulihan ekonomi di tanah air, khususnya pasca dilanda badai pandemi.

Salah satu upaya pemberdayaan itu dilakukan Kemenkeu Perwakilan Riau dengan Badan Layanan Umum (BLU) Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menyelenggarakan acara “Pameran dan Sosialisasi Sinergi Pemberdayaan Usaha Kecil, Menengah, dan Koperasi (UKMK) Kemenkeu Satu di Sektor Kelapa Sawit di Provinsi Riau” selama tiga hari dari 3 hingga 25 Augustus 2022.

Acara ini dibuka oleh Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar dan dihadiri oleh pimpinan kepala daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Riau, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), pelaku UMKM, akademisi, asosiasi, investor serta masyarakat umum, bertempat di halaman Kantor DJPB Riau, Selasa (23/8/2022).

Kepala DJPb Riau, Ismed Saputra menjelaskan, bahwa Kemenkeu Satu merupakan program bersama, yang diinisiasi dan diimplementasi bersama Kemenkeu, untuk kepentingan dalam memberikan kontribusi terbaik demi kemajuan negeri melalui program-programnya.

Kegiatan ini juga sejalan dengan visi hilirisasi industri kelapa sawit 2045 dimana Indonesia akan menjadi pusat produsen dan konsumen produk turunan minyak kelapa sawit dunia, sehingga mampu menjadi penentu harga Crude Palm Oil (CPO) global.

"Potensi produk sawit dan turunannya di Riau sangat besar. Melihat potensi yang besar dari produk sawit dan turunannya di Riau, kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana penyebarluasan informasi dan edukasi kepada khayalak luas tentang industri dan manfaat kelapa sawit beserta pengembangannya," kata Ismed.

Sehingga pada hari pertama, setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan talk show bertema "Sinergi Pemberdayaan UKMK berbasis Kelapa Sawit yang dibahas oleh Chief Change Management Officer II Central Transformation Office (CMO II CTO) Kemenkeu bersama dengan Ketua Umum Asosiasi Sawit".

Hari kedua, talk show bertema "Arah Riset Indonesia untuk Pengembangan Industri Perkebunan Sawit: Hulu dan Hilir oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Sosialisasi Program Penelitian dan Pengembangan BPDPKS oleh Komite Litbang BPDPKS.

Hari ketiga adalah "Sosialisasi Program Pengembangan Sarana dan Prasarana BPDPKS dan Reviu Pelaksanaan dan Agenda Program Pengembangan Sarana dan Prasarana: Peluang dan Tantangan".

"Pada dasarnya, Kemenkeu akan berkomitmen untuk terus mendukung dan memberdayakan sektor usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi. Dan inilah salah satu bentuk dukungan tersebut," tukasnya.

Selain itu, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepatakan antara Kemenkeu Riau dengan seluruh pimpinan kepala daerah di Riau dalam rangka pemanfaatan teknologi informasi untuk peningkatan kapasitas SDM pengelola keuangan daerah serta penguatan koordinasi pengelolaan keuangan negara.

(Mediacenter Riau/rat)

Info Lainnya

Info Riau Sepekan

Info riau sepekan (20/9/2022)

Berita & Info Lainnya

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Gubernur Corner

Berikut Arah Kebijakan Prioritas OJK Tahun 2023

Senin, 06 Februari 2023 | 13:19:12 WIB

Mendagri: Masalah Inflasi Sudah Menjadi Atensi Bersama

Senin, 30 Januari 2023 | 15:38:15 WIB