Kamis, 17 Syawwal 1445 H | 25 April 2024
Komnas Disabilitas datang ke Pekanbaru, Ada apa?
Anggota Komisi Nasional Disabilitas, Jona Aman Damanik

PEKANBARU - Anggota Komisi Nasional Disabilitas, Jona Aman Damanik melakukan kunjungan kerja ke Kota Pekanbaru, Riau, pada Jumat (8/10/2022). Kedatangan dia ke Pekanbaru dalam rangka melakukan monitoring dan penguatan inklusi serta memberikan dukungan kepada kampus Unilak yang telah mendeklarasikan menuju kampus ramah disabilitas. 

Kehadiran Jona Aman Damanik disambut ramah oleh Rektor Unilak Dr Junaidi turut hadir Wakil Rektor III Dr Bagio Kadaryanto, dan Kepala Lembaga Disabilitas Heleni Filtri  M.Psi.

Dr Junaidi mengucapkan terima kasih atas kehadiran Komnas Disabilitas dalam memberikan dukungan moral dan semangat membantu Unilak untuk mewujudkan menuju kampus ramah disabilitas.

Disebutkan Dr Junaidi bahwa sejak lima tahun lalu Unilak telah menerima mahasiswa dari penyandang disabilitas/berkebutuhan khusus. Kini mahasiswa itu telah diwisuda dan menjadi mandiri/mampu berusaha, dan tahun 2022 ini jumlahnya banyak, mencapai 17 orang.

"Berbagai upaya dan tindakan telah kami lakukan untuk memperkuat tata kelola bagaimana mewujudkan menuju kampus ramah disabilitas. Kami telah menyedikan Prodi Pendidikan Khusus, membentuk lembaga Physikologi dan disabilitas," kata Junaidi. 

Selain itu, imbuh Junaidi, pihaknya telah membuat pusat studi disabilitas. Kemudian, merekrut pakar bahasa disabilitas menjadi pegawai dan bekerja di Unilak. 

"Kami juga melakukan penguatan literasi bagi dosen dan pegawai tentang disabilitas dan pelatihan bahasa isyarat," ujar tokoh Pendidikan Riau ini.

Jona Damanik memberikan apreasiasi kepada Unilak. Menurutnya Unilak adalah kampus pertama di Riau yang berani dan mau menerima disabilitas. 

"Disini [Pekanbaru] ada kampus negeri dan swasta, kita perlu bertepuk tangan bersama, Lancang Kuning lah yang pertama berani dan mau menerima disabilitas. Semangat ini harus kami tularkan," ucapnya. 

Disebutkan Jona, berdasarkan data BPS, bahwa di Indonesia dari total populasi 25 juta disabilitas hanya 2,87persen yang bisa mengakses pendidikan tinggi. 

"Saya senang besok ada disabilitas yang menyelesaikan studi di kampus ini, dan ini motivasi bagi mahasiswa lain dan orang tua, ayo semangat. Disabilitas juga memiliki hak untuk hidup lebih baik.

Dikatakan dia, jangan sia-siakan peluang emas untuk melanjutkan kuliah. Unilak sudah membuka diri untuk menerima disabilitas. 

"Mari kita buktikan bahwa kita bisa, jangan sia-siakan.Semoga masa depan disabilitas di Riau menjadi setara dan inklusif," tandasnya. 

(Mediacenter Riau/jep)

Info Lainnya

info riau sepekan 1

Info Riau

Berita & Info Lainnya

Podcast Dsikominfotik Riau

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Pentingnya Pembinaan Atlet Sejak Usia Dini

Rabu, 24 April 2024 | 21:56:51 WIB