Ahad, 17 Zulhijjah 1445 H | 23 Juni 2024
Bahas Potensi Rawan Korupsi Kegiatan Berusaha, Gubri Terima Audiensi KPK RI

PEKANBARU - Dalam rangka membahas terkait potensi area rawan korupsi dalam kegiatan berusaha di Provinsi Riau, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menerima audiensi Direktorat Anti Korupsi Badan Usaha KPK RI. Berlangsung di Kantor Gubernur Riau, Selasa (18/10/22).

Kasatgas Satu Anti Korupsi Badan Usaha KPK RI, Teguh Widodo menyampaikan pihaknya berkunjung ke Riau sekaligus membahas terkait rencana pembentukan komite advokasi daerah.

"Intinya kami izin ke pak gubernur, kami pinjam ruangan untuk kita bertemu dengan pelaku usaha," ujarnya.

Selain itu dia menjelaskan, pada pertemuan tersebut juga disampaikan terkait permasalahan yang berpotensi terjadinya korupsi yang ada di pelaku usaha.

Sehingga menurutnya, penting untuk memahami permasalahan yang terjadi di pelaku usaha agar tidak terjadi tindakan korupsi.

"Jadi intinya permasalahan pelaku usaha itu akan kami sampaikan kepada regulator. Pelaku usaha ingin bekerja dengan cepat, dengan izin yang cepat, tapi kalau misalkan perizinan terhambat atau lama akan membuat mereka lebih cepat untuk menyuap dan lain nya," katanya.

Teguh Widodo menerangkan, akan ada pertemuan antara Direktorat Anti Korupsi Badan Usaha KPK RI dengan pelaku usaha di Riau. Nantinya permasalahan yang disampaikan oleh pelaku usaha akan dirangkum dan disampaikan ke regulator untuk dicarikan solusinya.

Menurut dia, pihaknya akan menampung dan memperoleh banyak informasi dari pelaku usaha, sehingga akan ada rekomendasi penyelesaian permasalahan itu.

"Intinya kalau pelaku usaha terlibat korupsi pasti melibatkan regulator, tidak mungkin mereka masuk penjara sendiri kan, pasti mereka ada regulator nya," sebutnya.

Kasatgas Satu Anti Korupsi Badan Usaha KPK RI melanjutkan, data di KPK itu memang paling banyak pelaku usaha swasta yang menjadi tersangka, bahkan sudah divonis melakukan tindakan korupsi.

Untuk itu terangnya, perlu dilakukan pertemuan dengan dunia usaha ini, sehingga diharapkan kedepannya dapat mengurangi terjadi tindak pidana korupsi lingkup dunia usaha.

"Kami memetakan titik rawan korupsi, alasannya kenapa. Makanya kita undang asosiasi-asosiasi dunia usaha dan pelaku usaha swasta di Riau," ujarnya.

Kemudian, dalam kesempatan berbeda, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyambut baik pertemuan tersebut. Ia berharap tidak terjadi permasalahan yang berpotensi korupsi.

"Selamat datang di Riau pak, mohon bantuannya juga untuk pembinaan BUMD kita pak," ucapnya.

(Mediacenter Riau/ip)

Info Lainnya

info riau sepekan 1

Info Riau

Berita & Info Lainnya

Podcast Dsikominfotik Riau

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Kelapa Sawit Swadaya Naik Lagi, Ini Daftar Harganya

Selasa, 04 Juni 2024 | 16:15:31 WIB