Selasa, 17 Rajab 1444 H | 07 Februari 2023
Gelar Rekonstruksi, Polres Bengkalis Ungkap Provokator Kasus Penganiayaan
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Polres Bengkalis

BENGKALIS - Penyidik Polres Bengkalis menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan bersama-sama hingga mengakibatkan Farid, warga Rupat meninggal dunia, pada 1 Oktober 2022 lalu.

Sebanyak 14 adegan diperagakan dalam rekonstruksi yang diperankan oleh para pelaku dan saksi. 14 adegan ini dimulai dari berkumpulnya warga di depan rumah Bhabinkamtibmas membahas keresahan warga yang sering dicuri getah karetnya. Saksi adalah Herizal. Dia sendiri saat ini telah menjalani hukuman vonis 2 tahun oleh Pengadilan Negeri Bengkalis terkait kasus  pencurian  bersama korban  Farid yang memboncengnya diketahui akan lewat menggunakan sepeda motor. Saat lewat warga berusaha mengejar hingga di jembatan mesim terjadilah pemukulan, pelemparan ke arah leher dan kepala yang mengakibatkan Herizal dan korban jatuh 

Rekonstruksi yang digelar dilokasi kejadian tersebut dipimpin Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Reza, dan dihadiri Kapolres AKBP Indra Wijatmika, Jaksa Penuntut Umum, penasehat hukum tersangka, dan penasehat hukum ukum korban.

Dari rekonstruksi yang digelar, mengungkap fakta baru. Ternyata saksi Sam alias Gong saat dilokasi kejadian berkata ‘siapa yang bisa nangkap  Herizal diberi hadiah Rp 2 juta.

Dari rekonstruksi, tergambar peran aktif saksi Sam alias Gong, yang mana  Sam  mengayunkan kayu ke arah korban.Berdasarkan fakta baru tersebut, penyidik  langsung melaksanakan pemeriksaan lanjutan terhadapi Sam als Gong. 

"Setelah kita lakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Sam  penyidik meningkatkan statusnya dari saksi menjadi tersangka. Penyidik juga telah melakukan penahanan terhadapnya,” ujar AKBP Indra Wijatmiko.

Sebelumnya, Satuan Reskrim Polres Bengkalis telah melakukan penagkapan dan penahanan terhadap tersangka Zal sejak 10 Oktober dan tersangka  LSM empat hari kemudian.

Tersangka Zal berperan memukul korban menggunakan kayu dan tersangka LSm yang melempar korban hingga jatuh.

"Alhamdulillah, kasus ini bisa kita ungkap. Saya pastikan bahwa penyidik Polres Bengkalis bekerja secara profesional, tegak lurus dalam memproses secara hukum. Siapapun yang terlibat, kita tindak tegas," lanjut mantan Kapolres Pelalawan tersebut.

“Para tersangka kita jerat dengan  Pasal 170 ayat (2) ke 3 Jo 170 ayat (2) ke 2 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,"sambungnya.

Pengungkapan kasus ini berawal dari exaumasi (autopsi) yang dilakukan tim forensik atas permintaan penyidik Satreskrim Polres Bengkalis, ditemukan tanda kekerasan akibat benda tumpul. Yang kemudian penyidik menetapkan dua tersangka.

(Mediacenter Riau/asn)

Info Lainnya

Info Riau Sepekan

Info riau sepekan (20/9/2022)

Berita & Info Lainnya

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Gubernur Corner

Tiga Gajah Liar di Riau Dipasang GPS Collar, Ini Tujuannya

Senin, 06 Februari 2023 | 18:00:37 WIB

Akses Jalan Amblas akibat Abrasi di Pinggir Laut Bengkalis

Senin, 12 Desember 2022 | 12:13:19 WIB

Kapolres Bengkalis Hadiahi Mantan Anggotanya Umroh

Kamis, 08 Desember 2022 | 23:00:08 WIB

Polres Bengkalis dan Warga Bedah Rumah Lansia 

Kamis, 24 November 2022 | 18:14:31 WIB