Jumat, 11 Syawwal 1445 H | 19 April 2024
BKDSA Riau Mitigasi, Respon Laporan Sapi dan Kambing Mati Diduga Dimangsa Harimau
Tim Seksi I Wilayah I Balai Besar Kosevasi Sumberdaya Alam Riau, melakukan mitigasi konflik satwa harimau Sumatera

PEKANBARU - Tim Seksi I Wilayah I Balai Besar Kosevasi Sumberdaya Alam Riau, melakukan mitigasi konflik satwa harimau Sumatera di Desa Lubuk Raja, Kecamatan Bandar Petalangan, Pelalawan, Riau. 

Kepala Besar (Kababes) BKSDA Riau, Genman Suhefti Hasibuan SHut, MM mengatakan, tim ini turun setelah pihaknya mendapat laporan dari aparat pemerintah setempat.

 "Tim ini turun Senin (5/12/2022) kemarin," kata Genman, Jumat (9/12/2022).

Tim yang tiba di lokasi langsung Tim melakukan koordinasi dengan kades Lubuk Raja dan bertemu Sami warga saksi dilokasi kejadian. 

Menurut keterangan Sami kepada petugas, dugaan ternaknya dimangsa harimau diketahui saat mengecek gembala sapi yang diikat di kebun perusahaan sawit PT Serikat Putra, Sabtu (3/12/2022).

Sampai tiba di lokasi, Sami tidak menemukan sapinya sehingga melakukan pencarian disekitar lokasi. Hasilnya setelah berjalan sejauh 9 meter, saksi melihat ternak nya sudah mati.

"Saksi Sami melihat sapinya mati dengan kondisi bagian pantat atau ekornya seperti di makan satwa liar," terang Genman.

Sami juga melakukan pengecekan di sekitar lokasi dan menemukan jejak satwa diduga Harimau Sumatera. Lalu, melaporkan temuannya itu ke pihak perusahaan.

Saksi ini turut ke kades Lubuk Raja. Kemudian laporan dilanjutkan kepada petugas Seksi Wilayah I.

Setelah berkoordinasi dengan aparat setempat, tim bersama pemdes, bhabinkamtibmas dan warga serta didampingi pihak PT Serikat Putra melakukan pengecekan di tempat ditemukan bangkai sapi, namun bangkainya tersebut sudah dikubur. 

"Di lokasi kejadian tim menemukan jejak satwa Harimau Sumatera, namun agak kurang jelas karena terkena air hujan," terang Genman.

Menurut hasil pengamatan petugas di areal hutan terdekat di sekitar lokasi, tim memastikan lokasi tersebut adalah areal berhutan yang disebut warga setempat sebagai "hutan kepungan sialang".

"Disebutkan hutan kepungan Sialang itu seluas lebih 15 hektar berjarak lebih kurang dari 28 Km dari  SM Kerumutan," kata Genman.

Informasi lainnya, warga setempat menyebut tiga kambing milik karyawan perusahaan juga hilang, namun tidak mengetahui penyebabnya.

Usai melakukan koordinasi dengan warga, petugas turut menghimbau pihak perusahaan untuk memasang kamera trap, memastikan satwa yang muncul disekitar lokasi.

"Di akhir kegiatan mitigasi tim menghimbau perusahaan memasang kamera trap dan papan himbauan terkait satwa liar. Kemudian menghimbau pihak perusahaan dan warga desa untuk berhati-hati dan waspada, serta tidak anarkis terhadap satwaliar dan segera mengkandangkan hewan ternak," jelas Genman.

(Mediacenter Riau/hb)

Info Lainnya

info riau sepekan 1

Info Riau

Berita & Info Lainnya

Podcast Dsikominfotik Riau

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

KPU Pelalawan Distribusikan Logistik Pemilu 2024

Sabtu, 10 Februari 2024 | 22:31:24 WIB

Rumah Dinas Kadis di Pelalawan Jadi Posko Banjir

Senin, 15 Januari 2024 | 07:52:41 WIB

Ngungsi di Posko Banjir, Warga: Kami Sangat Diperhatikan

Ahad, 14 Januari 2024 | 20:25:59 WIB