Jumat, 11 Syawwal 1445 H | 19 April 2024
Gubernur Riau Syamsuar (kanan) menerima audiensi kepala BMKG dan jajaran, Minggu (5/2/2023)

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edy Afrizal menerima audiensi Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati di Kediaman Gubernur Riau, Ahad (5/2/2023).

Saat diwawancarai, Gubernur Syamsuar menyampaikan bahwa audiensi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan daerah terkait musim hujan yang saat ini masih terjadi, dan diperkirakan tidak begitu lama juga akan terjadi musim kemarau. 

"Kita hari ini menerima kunjungan kerja dari Kepala BMKG Pusat. Beliau ini menyampaikan perkiraan cuaca tahun 2023 ini," kata Gubernur Syamsuar usai audiensi. 

"Tentunya dengan adanya pertemuan tadi tentunya lebih meningkatkan kewaspadaan kita di daerah, yang mana saat ini musim hujan, tentunya bisa terjadi banjir. Kedepannya juga akan ada musim kering," tambahnya. 

Ia berharap di musim kemarau mendatang tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau dan perkiraan cuaca yang disampaikan oleh BMKG pusat tidak terjadi di Provinsi Riau. 

"Dari jauh hari kita sudah mempersiapkan diri dari berbagai kemungkinan yang akan terjadi, baik yang disebabkan oleh curah hujan maupun datangnya musim kering yang diperkirakan Mei mendatang," terangnya. 

Gubernur Syamsuar juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati yang telah melakukan memberikan informasi-informasi terkait musim kemarau yang akan terjadi tahun 2023 ini. 

"Tentunya kami mengucapkan terima kasih pada Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, semoga apa yang disampaikan tidak terjadi di Bumi Melayu Lancang Kuning," harap Syamsuar.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Syamsuar yang telah memberi ruang dalam kesibukannya untuk melakukan audiensi.

Ia menjelaskan bahwa tahun 2023 ini diprediksi akan terjadi kemarau kering, sedangkan pada tahun sebelumnya 2020-2022 adalah kemarau basah. Maka dari itu perlu kesiagaan agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. 

"Diperkirakan Februari minggu ke 4 kemarau yang pertama, kemudian Maret-April hujan lagi, kemudian Mei mengering, Juni sampai September itu kemarau kering," terangnya. 

Ia juga berharap perkiraan-perkiraan yang disampaikan kepada Gubernur Syamsuar tidak terjadi. Untuk itu perlu kewaspadaan daerah agar bisa mengendalikan Karhutla supaya tidak terjadi seperti tahun 2018 atau 2019 lalu. 

"Perkiraan terkadang tepat, namun kita berdoa supaya jangan terjadi," tutupnya.

(Mediacenter Riau/sam)

Info Lainnya

info riau sepekan 1

Info Riau

Berita & Info Lainnya

Podcast Dsikominfotik Riau

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Baznas Riau Terima Zakat Maal Awal Bros Rp750 Juta

Rabu, 03 April 2024 | 15:43:14 WIB

Riau Peringkat Kedua dengan NTP Tertinggi di Sumatera

Selasa, 02 April 2024 | 07:54:38 WIB

Pasar Murah Senjata Ampuh Atasi Inflasi

Selasa, 02 April 2024 | 05:24:22 WIB

NTP Provinsi Riau Naik 3,98 Persen Pada Maret 2024

Senin, 01 April 2024 | 16:20:44 WIB

Mahasiswa Administrasi Niaga Polbeng Sukses Gelar AGC

Sabtu, 30 Maret 2024 | 18:59:40 WIB