Senin, 17 Sya'ban 1445 H | 26 Februari 2024

PEKANBARU - Seorang warga di Desa Kempas Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir dikabarkan tewas setelah digigit oleh anjing rabies.

Berdasarkan laporan yang diterima Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau, setidaknya ada lima orang yang digigit oleh anjing rabies tersebut. 

Empat orang berhasil diselamatkan karena mereka melapor ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. 

Keempat warga yang digigit anjing rabies tersebut kemudian diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR). Sedangkan yang satu orang lagi tidak ada melapor hingga korban meninggal dunia.

"Bercermin dari kasus di Indragiri Hilir, Kempas Jaya, dari 5 orang yang tergigit, hanya 4 yang melapor dan dilakukan tindakan pemberian VAR. Sedangkan 1 orang tidak melapor, dan tidak mendapatkan VAR, sehingga berakibat fatal,"  Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas PKH Riau, drh Faralinda Sari, Sabtu (22/7/2023). 

Fara menngimbau kepada seluruh masyarakat, jika ada yang merasa pernah digiti anjing maupun hewan peliharaan yang terkena rabies, maka segera lah melapor ke petugas agar bisa dilakukan penanganan medis. Sehingga korban bia diselamatkan.

"Ketika terjadi kasus gigitan hewan rabies, segera melapor ke dinas yang melaksanakan fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan. Seperti Unit Pusat Kesehatan Masyarakat Kesehatan Hewan (Puskeswan) atau bisa juga melapor ke Dinas Kesehatan melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat. Sehingga korban dapat diberikan arahan apa yang harus dilakukan dengan si hewan yang menggigit dan pemberian VAR kepada korban yang digigit," ujarnya.

Fara menjelaskan, korban yang digigit anjing atau hewan peliharaan yang terkena rabies dampaknya tidak langsung terlihat saat itu juga. Dampaknya mungkin tidak saat itu juga terjadi, tapi bisa berbulan-bulan sesudah gigit.

"Ketika virus Lyssa sudah sampai ke otak, dan korban yang digigit tidak mendapatkan VAR menunjukkan gejala, dan ketika itu terjadi, bisa berujung kepada kematian," sebutnya.

Dengan merebak penyakit rabies yang terjadi pada hewan terutama pada anjing, pihanya mengimbau kepada masyarakat, khusunya yang memiliki hewan peliharaan seperti anjing dan kucing diminta agar berhati-hati. 

Dinas PKH Riau mencatat, terhitung sejak Januari hingga akhir Juli 2023 terdapat 250 kasus gigitan hewan penular rabies di Riau. Dari jumlah tersebut, ada 14 kasus hewan yang positif rabies di Provinsi Riau.

"Sejak Januari sampai saat ini, kita mencatat ada 14 kasus positif rabies pada hewan di Riau," katanya. 

Bedasarkan data yang dirilis Dinas PKH Riau, dari 14 kasus rabies pada hewan tersebut tersebar di sejumlah Kabupaten Kota di Provinsi Riau. 

Diantaranya di Kabupaten Indragiri Hilir 3 kasus, Pelalawan 1 kasus, Siak 4 kasus, Bengkalis 1 kasus, dan di Kota Pekanbaru 4 kasus serta di Rohul ada 1 kasus.

(Mediacenter Riau/sa)

Info Lainnya

info riau sepekan 1

Info Riau

Berita & Info Lainnya

Podcast Dsikominfotik Riau

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Polsek Pulau Burung Pakai Sampan Sosialisasi Pemilu Damai

Jumat, 29 Desember 2023 | 19:09:14 WIB

Tim Gabungan Amankan 123 Kendaraan di Tembilahan

Rabu, 06 Desember 2023 | 14:35:42 WIB

Kakek di Inhu Diserang Beruang, Masih Dirawat di RSUD

Sabtu, 02 September 2023 | 10:49:07 WIB

Dinas PKH Riau Vaksin Rabies Massal di Kempas Inhil

Selasa, 25 Juli 2023 | 12:20:29 WIB