Sabtu, 22 Sya'ban 1445 H | 02 Maret 2024
Inilah Lokasi Mancing Ikan Babon di Sungai Kampar Pelalawan Riau
Pehobi mancing bernama Novriansyah ketika berhasil mengail ikan patin di Sungai Kampar, Rantau Baru, Kabupaten Pelalawan, Riau.

PEKANBARU - Riau dianugerahi empat sungai besar, yakni Sungai, Kampar, Sungai Siak, Sungai Indragiri, dan Sungai Rokan. Keberadan empat sungai ini menjadi surga dunia bagi pehobi mancing. 

Sungai Kampar mengalir di tiga Kabupaten di Riau, mulai dari Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Kampar hingga bermuara di Kabupaten Pelalawan. Sungai ini memiliki panjang 413.5 kilometer, dan kedalaman rata-rata 6 meter. 

Ada sejumlah lokasi mancing di Sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan. Di antaranya, berada Desa Muaro Sako, Desa Langgam, Desa Rantau Baru, Desa Kuala Terusan, dan Istana Sayap. Sungai di kawasan ini, menjadi habitat beragam jenis ikan sungai, yakni ikan baung, patin, selais, tapah, sengarek, kelabau, gurame, tilan, dan udang galah. 

Pehobi mancing bernama Hendra mengaku, ia sering mencoba spot mancing di Sungai Kampar yang melintasi Desa Langgam, Desa Rantau Baru, dan kawasan Istana Sayap. Menurut dia, udang galah dan ikan baung berukuran babon menjadi target yang diburu oleh para pehobi mancing di sana. 

"Kalau cuacanya pas dan lagi musim udang galah, mantap mancing di sana [Rantau Baru]. Udang galahnya bercapit biru, ukurannya besar alias babon," kata Hendra membuka perbincangan, Sabtu (5/8/2023). 

Diungkapkan dia, untuk umpan udang galah ia menggunakan pumpun atau cacing laut. Umpan ini diyakini jitu untuk memikat udang galah berukuran sedang hingga babon. 

"Kalau mancing udang galah kami biasanya memakai pumpun, dipotong kecil-kecil. Beli umpannya di kedai peralatan pancing 15 ribu rupiah per bungkus," ucapnya. 

Seorang warga Pekanbaru, Novriansyah menuturkan, memancing ikan di Sungai Kampar, Desa Rantau Baru merupakan lokasi andalan bagi pehobi mancing. Menurut dia, ikan jenis patin berukuran besar masih bisa dijumpai di sana. 

"Kalau di Rantau Baru sungainya masih terjaga. Warga setempat tidak ada yang menggunakan racun untuk mencari ikan. Saya pernah dapat patin, beratnya 1,5 kg. Umpannya pakai roti dan pelet jahanam," ungkapnya

Ketika mengail di lokasi itu, Novriansyah selalu menyewa pompong atau perahu kayu bermesin diesel. Biaya sewanya 300 ribu rupiah, mulai dari subuh hingga menjelang waktu magrib. Harga tersebut, kata dia, sudah termasuk biaya bahan bakar solar, gas 3 kg, peralatan masak, peralatan makan dan minum, hingga upah pengemudi pompong. 

"Harga sewa pompong 300 ribu rupiah. Kami hanya bawa peralatan pancing, makanan, dan minuman cepat saji. Alhamdulillah setiap kali mancing di sana, saya selalu diajak kawan dan dibayarin, alias gratis. Jadi tambah semangat kalau mancing di Pelalawan," tutur Novriansyah sembari tersenyum tipis. 

(Mediacenter Riau/MC Riau)

Info Lainnya

info riau sepekan 1

Info Riau

Berita & Info Lainnya

Podcast Dsikominfotik Riau

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

KPU Pelalawan Distribusikan Logistik Pemilu 2024

Sabtu, 10 Februari 2024 | 22:31:24 WIB

Rumah Dinas Kadis di Pelalawan Jadi Posko Banjir

Senin, 15 Januari 2024 | 07:52:41 WIB

Ngungsi di Posko Banjir, Warga: Kami Sangat Diperhatikan

Ahad, 14 Januari 2024 | 20:25:59 WIB