Selasa, 14 Zulqaidah 1445 H | 21 Mei 2024
Riau Rhythm Menunggang Gelombang Hingga Amerika Serikat
Riau Rhythm tur Amerika Serikat (Foto Riau Rhythm/HO Media Center Riau).

Pekanbaru - Riau Rhythm kelompok musik asal Provinsi Riau berdiri sejak tahun 2001 hingga sekarang. Menapak usia 22 tahun, mereka dinyatakan lolos untuk konser persentasi di Amerika Serikat. 

Konsep musikal Riau Rhythm bersumber dari kekayaan tradisi melayu. Erat berkaitan isu terkini yang berhubungan dengan korelasi budaya lampau dan saat ini. Dalam perjalanannya Riau Rhythm telah membesut 7 karya album dan 2 album live. 

Seratus seni pertunjukan telah dijajal oleh musisi ini. Mulai dari dalam negeri hingga mancanegara. Italia, Turki, Malaysia, Singapura, Australia, Spanyol, Portugal, Swiss, dan India merupakan sebagian negara yang telah disambangi Riau Rhythm. 

Di Indonesia sendiri daerah yang pernah disambangi yakni, Papua, Makassar, Bali, Solo, Jogja, dan Surabaya. Lalu, Riau Rhythm pernah pula konser di Malang, Bandung, Banten, Jakarta, Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kepulauan Riau dan di Riau sendiri.

Setelah melalui proses panjang, Riau Rhythm mulai mencoba untuk masuk ke panggung pusat pertunjukan dunia dimulai dari tahun 2003. Mereka mengirim dokumen ke Amerika Serikat. Proses pengiriman dokumen karya melalui ekspedisi, dikirim berbentuk video.

Proses ini tidak mudah, musti melalui seleksi ketat agar bisa dinyatakan lolos. Namun, Riau Rhythm tetap optimistis. Mereka berbekal niat untuk mempersentasikan budaya melayu di "Negeri Paman Sam" yang dikenal sebagai pusat pertunjukan dunia. 

Tak berhenti di situ saja, hingga proses demi proses, penciptaan karya musik terus di eksplorasi. Riau Rhythm memulai debut dari Asia, Eropa dan Australia hingga menghasilkan 7 album studio dan 2 album live dari tahun 2004 hingga 2020. 

Konsistensi adalah kunci Riau Rhythm untuk terus bertahan, sembari memperkenalkan budaya melayu ke panggung-panggung musik. Hingga Rino Dezapaty composer dan juga founder kelompok ini mulai membaca konsep proto melayu (melayu tua) di tahun 2007 sampai 2012 dan proses album SUVARNADVIPA riset sejarah candi muara takus.

Kemudian, konsep fushion di album Satellite Zapin yang bersumber dari Sejarah Siak Seri Indrapura hingga deutro melayu (melayu baru) tentang sejarah perdagangan Riau Lingga dan Malaka yang mengangkat tema "Awang Menunggang Gelombang".

Rino menjelaskan, tokoh utama Panglima Awang dikenal juga sebagai Henrique De Malacca sebagai navigator ekspedisi Ferdinand Magellan. Dengan kapal victoria ia berkeliling dunia untuk mencari rempah rempah, hingga terjadinya akulturasi budaya, bahasa, sosial, dan instrumen-instrumen tradisi Indonesia. Sosok tersebut menjadi sumber penciptaan dan tekad kuat Riau Rhythm untuk terus konsisten bermusik di jalan sunyi jauh dari kata industri pada tahun 2020.

Setelah proses panjang dari tahun 2003 hingga pada akhirnya ditahun 2023 ini, Riau Rhythm dinyatakan lolos untuk konser persentasi di Amerika Serikat. Konser di 4 panggung pertunjukan di kota Chicago, Illionis, New York dan New Jersey," kata Rino melalui keterangan resmi tertulis, Senin (25/9/2023). 

Diungkapkan, Riau Rhythm konsisten untuk terus berkarya dan membawa kebudayaan melayu ditempatkan di dalam pentas pentas dunia dan elegan. Hasil yang sangat baik ini juga mendapat dukungan dari semua pihak. Riau Rhythm terus berjalan mesti kadang tertatih (baca ; Pandemi Covid meluluh lantakan pendapatan seniman selama 2 tahun).

Violano Rupiyanto sebagai musisi kelompok ini dan juga sebagai project manager menyebutkan, bahwa diplomasi dan komunikasi intens dibangun dari awal tahun 2023 lalu. Proses persiapan dokumentasi karya, teknikal riders hingga persiapan promo untuk penyeleksian pun berjalan dengan baik. Hingga, 4 kota di Amerika menyatakan bersedia untuk mempersiapkan konser Riau Rhythm. 

"Momentum ini sebagai persentasi perdana dengan konsep konser musik melayu dan kelompok musik sumatera pertama yang melakukan konser panjang di Amerika," Violano menuturkan. 

Lebih lanjut, Rino Dezapaty menuturkan, bahwa melalui Fasilitasi Bantuan Kebudayaan Interaksi Budaya (FBK IB), Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Riau Rhythm dinyatakan lolos untuk fasilitas keberangkatan ke Amerika Serikat. Namun, ada 4 kota yang berbeda di Chicago, Illinois, New York dan New Jersey di Amerika membutuhkan biaya yang tidak sedikit. 

Menurut Rino Dezapaty, kesempatan ini adalah panggung persentasi karya di hadapan para produser pertunjukan, agen pertunjukan, para direktur, dan kurator festival dunia di amerika. Karya-karya Riau Rhythm akan dinilai untuk tour berikutnya, dengan pembiayaan kontrak ekslusif dengan agen pertunjukan di sana.

Rino mengaku, bahwa proses panjang persiapan Riau Rhythm USA Tour juga mendapat dukungan dari Gubernur Riau Syamsuar serta Pj. Wali Kota Pekanbaru, Muflihun. Mereka menilai pelaku ekonomi kreatif yang digandrungi anak-anak Pekanbaru sudah saatnya tampil di kancah internasional. 

Ditambahkan, Kode Group Muhammad Aulia turut memberi dukungan sponsorship bersama Konsulat Jendral Republik Indonesia Chicago dan New York serta PT. Bumi Siak Pusako Riau di skala Nasional maupun Internasional. 

Kemudian, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rakhmat bersama Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yoserizal Zein turut memfasilitasi tempat persiapan pra konser.  Mereka memberikan fasilitas ruang latihan untuk pemantapan konser yang membawa nama Riau di konser internasional. 

"Target utama adalah estafet ekonomi kreatif dan memperkenalkan kebudayaan melayu di pentas-pentas dunia yang akan berkelanjutan di Riau dari talenta-talenta pelaku seni berikutnya, selain Riau Rhythm nantinya," ujar Rino. 

Ia menjelaskan, detail perjalanan tur konser Riau Rhythm. Pada tanggal 16 September mereka bertolak dari Pekanbaru menuju Jakarta. Lalu, transit satu malam dan tanggal 17 september 2023 pukul 05.30 subuh, bertolak dari Jakarta menuju Narita International Airport Jepang untuk transit. Lalu, melanjutkan perjalanan menuju Chicago, IL Amerika Serikat. 

Konser pertama di 211 Carpenter CH. Illinois. Kemudian, tanggal 19 September konser di kota kedua, lokasinya di Oldtown School Chicago, IL pada tanggal 20 september. Selanjutnya, tanggal 22 september bertolak ke kota ketiga New York.

"Pada tanggal 23 September Riau Rhythm menggelar pertunjukan di Madison Avenue, NY City Indonesian Street Festival.  Kemudian, konser di kota terakhir pada tanggal 24 september di Jersey City Theater Center, New Jersey," jelasnya. 

"Welcome Concert di Consulate General Republik Indonesia di Chicago adalah panggung pertama bersama diplomat sejumlah negara undangan. Ibu Konjen Listiyowati memperkenalkan kebudayaan Indonesia bagian lain (Sumatera). Kearifan loka Indonesia memang sangat banyak dan kaya," imbuhnya. 

Selanjutnya, pada 21 September konser ke 2 dimulai pukul 8 pm. Lokasinya di gedung pertunjukan Old Town School Of Folk Music Chicago. IL, Chicago dengan durasi 1 jam 45 menit. Konser full itu memainkan seluruh kumpulan karya-karya Riau Rhythm terbaik pada 8 album. 

Seorang pelaku seni di sana, Silvia Lopez sangat mengapresiasi konser malam itu. Ia siap berjejaring lebih luas di ranah world music dunia kepada Riau Rhythm. 

"Sangat penting membuka diri kepada agensi musik dunia. Melalui persentase konser ini agar kita di ketahui oleh kalangan world music dan festival lebih luas," ucap Rino. 

Setelah selesai di Chicago pada tanggal 22 september, Riau Rhythm barangkat dari O'Hare International Airport Chicago menuju Jhon F Kennedy International Airport New York.

Lalu, pada tanggal 23 september, mereka melakukan persiapan Indonesia Street Festival di Madison Avenue New York. Riau Rhythm tampil bersama I Wayan Balawan Group dan beberapa kelompok kesenian budaya do Amerika Serikat.

Tanggal 24 September merupakan konser terakhir. Lokasinya di Jersey City Theatre, New Jersey. Dihadiri NYC Director Artistic Mrs. Olga Levina sebagai fasilitator untuk konser itu. 

Selain itu, hadir pula Director dari Global Fest USA Mrs. Isabel dan beberapa agensi dan producer world music. Pertunjukan konser Riau Rhythm disuguhi dengan konsep hybrid music selama 1 jam 15 menit.

"Tentunya konser tour amerika serikat ini Riau Rhythm membuka peluang untuk bekerja sama apapun dalam segi sponsorship maupun kerja sama antar-KJRI dan Kemendikbud. Sehingga bisa memfasilitasi agar tour konser ini bisa terwujud dan alhamdulillah sudah berjalan 3 konser tour di Amerika Serikat," tandas Rino Dezapaty. 

(Mediacenter Riau/MC Riau)

Info Lainnya

info riau sepekan 1

Info Riau

Berita & Info Lainnya

Podcast Dsikominfotik Riau

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )